KATEKESETeladan Kita
Trending

Santo Rafael Kalinowski : 19 November

Masa Kecil Hingga Remaja

Joseph Kalinowski dilahirkan pada tanggal 1 September 1835 di kota Vilna, Lithuania, dalam sebuah keluarga bangsawan katolik yang saleh. Ayahnya bernama Andrew Kalinowski dan ibunya bernama Josepha Poionska Kalinowski. Andrew Kalinowski adalah seorang guru matematika di sebuah sekolah untuk bangsawan. Joseph kecil tumbuh dan berkembang dalam keluarga yang harmonis. Orang tuanya sangat mengasihi dia dan sejak kecil ia telah dididik dalam iman Katolik yang kuat. Semasa kecil Joseph belajar di rumah sampai usia sembilan tahun, lalu pendidikannya dilanjutkan di sekolah tempat di mana ayahnya mengajar. Joseph yang memiliki otak yang cerdas itu lulus pada tahun 1850 dengan nilai yang sempurna.

Menjadi Seorang Karmelit

Sementara itu keinginannya untuk meninggalkan segala sesuatu dan mengabdikan hidupnya bagi Tuhan semakin kuat. Panggilan menjadi seorang religius semakin matang dan akhirnya pada musim panas tahun 1876 ketika ia berada di Davos, Switzerland bersama Gucio, Joseph membuat keputusan yang mengubah seluruh kehidupannya. Joseph memutuskan untuk menjadi seorang Karmelit tak Berkasut. Ia didukung dan didoakan oleh Witoldowa Grocholska Czartoryska, bibi dari Gucio dan juga seorang biarawati Karmel yang bernama Sr. Mary Xavier dari Yesus. Dengan segala dukungan itu Joseph semakin mantap akan pilihan hidupnya.

Tanggal 15 Juli 1877 Joseph pergi ke Graz untuk menjalani masa novisiat. Saat itu Joseph berusia 42 tahun dan pada tanggal 26 November 1877 ia mendapat nama biara yaitu Rafael dari St.Joseph Kalinowski. Dia mengucapkan kaul pertamanya setahun kemudian, setelah itu ia dikirim ke Hungaria untuk belajar filsafat dan teologi. Bulan November 1881 Joseph mengucapkan kaul kekalnya dan kemudian ia dipindahkan ke Polandia ke sebuah biara tua di daerah Czerna. Di sana ia menyelesaikan studi teologinya dan akhirnya menerima tahbisan imam pada tanggal 15 Januari 1882 oleh Uskup Krakow Albin Dunajewski.

Setelah menjadi imam, Rafael ditunjuk untuk menjadi pembimbing para novisiat. Kemudian di tahun 1883 ia menjadi pimpinan biara di Czerna. Selain itu ia juga menjadi anggota dewan propinsi dan pimpinan bagi para suster Karmel tak Berkasut dari biara di Krakow Wesola. Rafael juga dengan penuh kesabaran selalu menerima mereka yang datang untuk mengaku dosa. Ia sangat menaruh perhatian pada Sakramen pengakuan dosa. Karena perhatiannya ini maka di kemudian hari ia mendapat sebutan sebagai “martir pengakuan dosa”, seorang Bapak Pengakuan yang penuh perhatian dan bijaksana.

Rafael yang begitu bersemangat dalam pengabdian dan pelayanannya itu kemudian juga mendirikan biara-biara Karmel untuk pada suster. Atas segala usahanya akhirnya pada tahun 1884 sebuah biara Karmel Teresian berdiri di Przemysl dan pada tahun 1888 di Leopoli (Ukraina). Kemudian tahun 1990  Rafael menjadi Vikaris Provinsial dari semua biara-biara itu.

Di kemudian hari ketika biara novisiat Karmel tak Berkasut yang tadinya eksis di Berdyczow, Rusia dan Lublin hampir mati,  Rafael mendirikan sebuah biara baru di Wadowice tahun 1892. Dia juga membangun sebuah gereja, pusat spiritualitas dan juga menjadi sebuah seminari yang membantu mengembangkan panggilan bagi para pemuda.

Baca selengkapnya: katakombe.org

Inspirasimu: Santa Rosa Philippine Duchesne : 19 November

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close