KATEKESETeladan Kita
Trending

Santo Petrus Nolaskus : 25 Desember

PETRUS Nolaskus adalah pendiri Ordo Mercedarian (Ordo Beatae Mariae de Mercede Redemptionis Captivorum) atau yang disingkat O.deM. Tidak banyak yang diketahui tentang awal kehidupannya. Sebuah catatan yang ditulis pada abad ketujuh belas menjelang kanonisasinya, menyatakan Petrus Nolaskus adalah anak seorang pedagang kaya-raya yang berasal dari desa Mas-Saintes-Puelles, dekat kota Castelnaudary Perancis. Petrus Nolaskus juga disebutkan lahir di Perancis pada tahun 1182, meski saat ini sebagian sejarahwan menyatakan bahwa ia lahir di Barcelona. Pada usia belasan tahun, Petrus dan keluarganya pindah ke Barcelona.

Pada masa itu, bangsa muslim Moor masih menguasai sebagai besar semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugis). Perdagangan budak adalah salah satu tindakan tidak berperikemanusiaan yang dipraktekkan oleh bangsa Moor. Petrus menaruh keprihatinan besar pada para budak belian itu, terutama karena banyak diantara para budak belian tersebut adalah para tahanan Kristen dari Afrika Utara yang menjadi budak karena menolak murtad dari iman mereka akan Yesus Kristus.

25 Desember, Bunda Maria, gereja katolik, gereja Katolik Indonesia, Ibu Maria, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Lawan Covid-19, Minggu Natal, Para Kudus, Para Kudus di Surga, Pengaku Iman, rosario, Santo Petrus NolaskusSanta Adelaide, Santa Fransiska Xaveria Cabrini, Santa Kristiana, Santa Lusia, Santa Olympias, Santo Damasus I, Santo Filigon, Santo Flannan, Santo Juan Diego, Santo Nemesio, Santo Petrus Kanisius, Santo Syarbel Makhlouf, Santo Yohanes dari Kanty, teladan kita, umat katolik, Uskup dan Pengaku Iman, yesus kristus
Ilustrasi

Semangat Petrus untuk membebaskan orang-orang itu dari perbudakkan bergejolak kuat dalam batinnya. Pada tahun 1203 ia mulai berkarya untuk membebaskan para budak. Karena mewarisi banyak harta dari ayahnya, Petrus lalu menggunakan semua uangnya untuk membeli budak-budak Kristen yang diperjual-belikan. Setelah budak-budak itu dibeli, mereka kemudian ia bebaskan  sebagai manusia merdeka.  Karya Petrus segera mendapat dukungan luas dari masyarakat Barcelona.  Banyak orang datang bergabung dan membantu karyanya.

Setelah lima belas tahun berkarya, Petrus dan teman-temannya menyadari bahwa jumlah budak yang diperjual-belikan terus bertambah hari demi hari. Karena itu ia mulai memikirkan untuk membentuk sebuah Ordo Religius yang terstruktur dan stabil bagi karya pembebasan para budak yang dikerjakannya. Akhirnya pada tahun 1218, Petrus Nolaskus bersama seorang biarawan Dominikan Santo Raymundus Penyafort dan Raja Jaime I de Aragon, mendirikan Ordo Mercedarian. Ordo ini mengadopsi regula Santo Agustinus dan dipersembahkan kepada perlindungan Santa Perawan Maria. Ordo Mercedarian dengan cepat menyebar ke seluruh Spanyol dan mendapat pengakuan dari Paus Gregorius IX pada tahun 1230.

Dengan semangat iman dan cinta kasih sejati, para Mercedarian bekerja keras membebaskan ribuan orang Kristen dari belenggu perbudakan dan dari penjara-penjara bangsa Moor. Petrus bahkan mempertobatkan pemimpin-pemimpin bangsa Moor.  Dua kali Petrus berangkat ke Afrika Utara dan membawa pulang lebih dari 400 orang budak Kristen yang ia tebus di pasar-pasar budak dan dari tangan para saudagar budak. Mereka ia merdekakan setelah sesaat setelah tiba di Barcelona. Para Mercedarian terus diutusnya ke Afrika Utara untuk membebaskan sebanyak mungkin budak yang diperjual-belikan. Seorang Mercedarian utusannya kelak juga menjadi orang kudus yaitu : Santo Raymundus Nonnatus.

Pada tahun 1249 Petrus Nolaskus diminta untuk beristirahat karena kondisi kesehatannya yang terus merosot.  Ia lalu pensiun dan menghabiskan waktunya dengan tenang dalam doa dan matiraga. Pada hari Natal tahun 1256, Petrus Nolaskus, hamba Tuhan yang terkasih, Pahlawan Cinta Kasih, Pembebas para budak belian dan pendiri Ordo Marcedarian;  tutup usia.  Selama masa hidupnya, Petrus telah membebaskan sekitar 2700 orang budak.  Dalam catatan Ordo Mercedarian, terdapat lebih dari 70.000 budak yang berhasil dibebaskan oleh Mercedarian sejak ordo ini berdiri.

Empat abad setelah kematiaanya, tepatnya pada tanggal 30 September 1628, Petrus Nolaskus di Kanonisasi oleh Paus Urbanus VIII.

Inspirasimu: Ulasan Eksegetis Bacaan Kitab Suci Hari Natal

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close