BERITA
Trending

HOMS Sweet Home!

MIRIFICA.NET – Dikasteri untuk Awam, Keluarga, dan Kehidupan (Dicastery for Laity, Family, and Life, semacam badan yang membantu Paus mengurusi bidang pastoral tertentu), April 2021, menerbitkan Pastoral Guidelines for the Celebration of World Youth Day (WYD) in the Particular Churches, atau Pedoman Pastoral untuk Perayaan Hari Orang Muda Sedunia (HOMS) di Gereja-Gereja Partikular. Pedoman Pastoral ini kemudian diterjemahkan oleh Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komkep KWI). Dalam terjemahan itu, singkatan WYD tak lagi kami pakai. Kami menggunakan singkatan baru, yaitu HOMS. Jika dibaca dalam satu suku kata, akronim HOMS membuat kita mengingat kata ‘rumah’. Apakah Gereja telah menjadi rumah bagi orang muda? Atau sebaliknya, orang muda semakin jauh dan tak menemukan ‘jalan kembali’ ke Gereja sebagai rumah?

HOMS Internasional dan HOMS Biasa

Mendengar kata WYD, umat Katolik pada umumnya sudah langsung tahu bahwa yang dimaksud adalah World Youth Day. Lalu biasanya akan muncul pertanyaan, “WYD berikutnya diadakan di negara mana ya?” Seperti umat Katolik pada umumnya, saya pun pernah berpikir demikian. Pertama kali mendengar kata WYD, yang muncul di benak saya adalah selebrasi meriah di kota-kota terpilih, Bapa Suci hadir, dan saya tak pernah hadir karena untuk membayangkan biayanya saja, saya tak sanggup. Mungkin juga, banyak orang-orang muda yang terkendala finansial akan sulit untuk bisa hadir pula dalam perayaan HOMS internasional ini.

Pedoman Pastoral ini menegaskan bahwa HOMS tak hanya tentang HOMS internasional yang selebrasinya dirayakan di negara-negara tertunjuk setiap 3 tahun. Selain HOMS internasional, juga ada HOMS biasa yang (seharusnya) dirayakan setiap tahun di Gereja-Gereja Keuskupan dan sampai sebelum pedoman pastoral ini muncul, diadakan setiap Minggu Palma. Dikeluarkannya pedoman pastoral ini mau mengingatkan kembali pentingnya merayakan HOMS di keuskupan. HOMS biasa kemudian dipindahkan ke Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam mulai HOMS ke 36 di tahun 2021 ini.

HOMS Sweet Home, Hari Orang Muda Sedunia, Umat Katolik, Yesus Juruselamat, Gereja Katolik, Gereja Katolik Indonesia, Katekese, Katolik, Penyejuk Iman, Komsos KWI, Komkep KWI, KWI, Word Youth Day, WYD, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Lawan Covid-19, Penyejuk Iman, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Pewartaan
Dok: google

Gereja berjalan bersama orang muda

Selama ini, umat (termasuk saya, kamu, kita, para romo, para uskup, siapa lagi?) mungkin hanya membayangkan bahwa Youth Day (entah World Youth Day, Asian Youth Day, Indonesian Youth Day) itu identik dengan selebrasi berapa tahun sekali, dengan biaya besar, dan acara besar. Padahal dalam sejarah, mulai Paus Yohanes Paulus II, Paus Benediktus XVI, dan sekarang Paus Fransiskus, ingin agar hari orang muda, “bukanlah ‘pertunjukan kembang api’ yang menampilkan antusiasme yang berakhir begitu saja..” (Pedoman HOMS, hlm. 4).  Akan tetapi, sebuah ajakan agar Gereja selalu mengingat bahwa “orang muda mengikuti Yesus Kristus, memikul salib-Nya setiap hari.” (hlm. 4).

HOMS berawal dari intuisi kenabian St. Yohanes Paulus II. Kepada Dewan Kardinal dan anggota kuria Roma pada perayaan natal 20 Desember 1985, Paus Yohanes Paulus II mengatakan, “Semua orang muda harus merasa bahwa Gereja peduli pada mereka. Oleh karena itu, layaklah seluruh Gereja pada tingkat dunia, dalam kesatuan dengan Paus sebagai pewaris St. Petrus, menjadi lebih dan semakin berkomitmen pada orang muda, pada keprihatinan dan kekhawatiran mereka, pada aspirasi dan harapan mereka.” (hlm. 3) Pendeknya, Gereja harus bersifat sinodal (berjalan bersama). Dan, dalam konteks ini berjalan bersama orang muda. Intuisi kenabian ini dilanjutkan oleh Paus-Paus berikutnya hingga sekarang.

Ajakan para Paus kita untuk berjalan bersama orang muda, nampaknya juga menjadi nilai dan makna dari perayaan ini di keuskupan-keuskupan. HOMS yang diselenggarakan di setiap keuskupan memiliki makna dan nilai yang luar biasa, tidak hanya untuk orang muda yang tinggal di daerah tersebut, tetapi juga untuk seluruh Gereja (hlm. 6). Makna pertama, tentu agar peristiwa iman ini menyentuh semakin banyak orang muda. Nilai dan makna yang lain yang mengikutinya adalah meningkatkan kesadaran Gereja dalam misinya untuk menebarkan iman pada generasi yang lebih muda, meningkatkan kesadaran dan kesediaan Gereja pula untuk mendengar pertanyaan, harapan, dan kesulitan orang muda. Perayaan HOMS di tingkat keuskupan juga pasti akan menjadi lebih kontekstual, untuk orang muda dan bersama orang muda (hlm. 7).

Orang Muda, Terimalah Kristus sebagai Raja

Paus Fransiskus, pada akhir Perayaan Ekaristi Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam, 22 November 2020, menyampaikan perubahan perayaan HOMS biasa dari Minggu Palma ke Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Pernyataan kuncinya seperti ini, “Terimalah Kristus! Sambutlah Dia sebagai Raja dalam dirimu! Dia adalah Raja yang datang untuk menyelamatkan! Tanpa Dia tidak akan ada perdamaian abadi, tidak ada rekonsiliasi batin dan tidak ada rekonsioliasi sejati dengan orang lain! Tanpa Kerajaan-Nya, masyarakat juga akan kehilangan wajah manusiawinya. Tanpa Kerajaan Kristus, semua persaudaraan yang tulus dan semua kedekatan yang apa adanya pada mereka yang menderita akan lenyap” (hlm. 10-12). Paus Fransiskus berharap agar orang muda menyambut Kristus sebagai Raja yang penuh belas kasih.

Perjumpaan orang muda dengan Kristus sebagai Raja ini dirangkai dalam enam landasan HOMS sebagai ‘daging’nya (hlm. 14-27). Enam landasan itu adalah: HOMS sebagai peristiwa iman yang bisa diungkapkan dalam Ekaristi, Sakramen Tobat, atau adorasi; HOMS sebagai kesempatan untuk mengalami kesatuan yang utuh sebagai Gereja yang sangat mungkin diwujudkan dengan kehadiran Bapa Uskup, atau pastor paroki yang mau berdialog kasih dengan orang muda; HOMS sebagai pengalaman misioner yang diwujudkan dengan perutusan orang muda untuk peduli dan berbagi para mereka yang miskin, mereka yang sakit, mereka yang membutuhkan; HOMS sebagai pengalaman penegasan panggilan dan panggilan pada kekudusan; HOMS sebagai pengalaman peziarahan yang bisa diwujudkan pula dengan berkunjung ke tempat-tempat ziarah lokal; dan HOMS sebagai kesempatan untuk membangun persaudaraan manusiawi.

HOMS Sweet Home, Hari Orang Muda Sedunia, Umat Katolik, Yesus Juruselamat, Gereja Katolik, Gereja Katolik Indonesia, Katekese, Katolik, Penyejuk Iman, Komsos KWI, Komkep KWI, KWI, Word Youth Day, WYD, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Lawan Covid-19, Penyejuk Iman, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Pewartaan
Dok: google

Keterlibatan Orang Muda

Dengan merayakan HOMS, Gereja – kaum awam, kaum religius, keluarga, orang tua, lansia, orang muda, anak-anak– semakin sadar bahwa Gereja punya misi untuk menebarkan iman kepada generasi yang lebih muda. Orang muda pun sadar bahwa mereka subyek dan pemeran utama dalam kehidupan, serta dipanggil untuk berani terlibat. Keterlibatan orang muda itu sangat penting bagi Gereja karena untuk menyentuh mereka yang muda, Gereja perlu menghadirkan orang muda pula agar sebahasa dan sefrekuensi dengan teman-temannya.

Paus Fransiskus telah mengirimkan pesan tahunan untuk HOMS ke-36 ini dengan tema: “Berdirilah! Aku menetapkan engkau menjadi saksi tentang sesuatu yang engkau lihat. (bdk Kis. 26:16)”.  Komkep KWI juga telah mensosialisasikan pedoman HOMS ini pada semua Ketua Komkep Keuskupan dan pendamping orang muda. Buku Pedoman Pastoral Perayaan HOMS telah kami sebar lewat para ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan baik salinan cetak, maupun salinan digitalnya. Anda pun bisa menghubungi Komkep KWI jika ingin mendapatkannya.

Semoga perayaan HOMS ini, tak hanya di tahun ini tapi juga di tahun-tahun selanjutnya, menghadirkan ‘rumah’ bagi orang muda. Orang muda dipanggil untuk menerima Kristus dalam hati mereka, makin mencintai Gereja dan menjadi kabar baik bagi banyak orang. Terlibat bersama. Berjalan bersama. Jika ini terjadi, kita boleh berseru dengan penuh kelegaan, “HOMS sweet home.” 

Frans Kristi Adi Prasetya

Sekretaris Komisi Kepemudaan KWI

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close