Beranda Jendela Alkitab Harian Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 04 Juni 2022

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 04 Juni 2022

25 Februari 2024, Bacaan Injil 25 Februari 2024, Bacaan Injil Harian, Bacaan Kitab Suci, Bacaan Pertama 25 Februari 2024, bait allah, Bait Pengantar Injil, Firman Tuhan, gereja Katolik Indonesia, iman katolik, Injil Katolik, katekese, katolik, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Lawan Covid-19, Mazmur Tanggapan, Mazmur Tanggapan 25 Februari 2024, Penyejuk Iman, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, renungan harian katolik, Renungan Harian Katolik 2024, Renungan Katolik Mingguan, Sabda Tuhan, Ulasan Kitab Suci Harian, Umat Katolik
Ilustrasi

Bacaan Pertama: Kis 28:16-20.30-31

Setelah tiba di Roma, Paulus yang dalam tahanan diperbolehkan tinggal dalam rumah sendiri bersama-sama seorang prajurit yang mengawalnya.

Tiga hari kemudian Paulus memanggil orang-orang terkemuka bangsa Yahudi, dan setelah mereka berkumpul, Paulus berkata, “Saudara-saudara, aku tidak berbuat kesalahan terhadap bangsa kita atau terhadap adat istiadat nenek moyang kita! Meskipun demikian aku ditangkap di Yerusalem dan diserahkan kepada orang-orang Roma. Setelah aku diperiksa, mereka bermaksud melepaskan aku, karena tidak terdapat suatu kesalahan pun padaku yang setimpal dengan hukuman mati.

Akan tetapi orang-orang Yahudi menentangnya, dan karena itu terpaksalah aku naik banding kepada Kaisar, tetapi bukan dengan maksud untuk mengadukan bangsaku. Itulah sebabnya aku meminta, supaya boleh bertemu dan berbicara dengan kamu, sebab justru karena pengharapan Israellah aku diikat dengan belenggu ini.”

Dua tahun penuh Paulus tinggal di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mzm 11:4.5.7 R:7b

Orang yang tulus akan memandang wajah-Mu, ya Tuhan.

  • Tuhan ada di dalam bait-Nya yang kudus; Tuhan, takhta-Nya di surga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.
  • Tuhan menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan. Sebab Tuhan adalah adil, dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.

Bacaan pengantar Injil: Yoh 16:7.13

Aku akan mengutus Roh Kebenaran kepadamu, sabda Tuhan. Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.

Bacaan Injil: Yoh 21:20-25

Setelah Yesus yang bangkit berkata kepada Petrus, “Ikutlah Aku,” Petrus berpaling dan melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus; dia inilah yang berkata, “Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?” Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus, “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” Jawab Yesus, “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau, ikutlah Aku.”

Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan, “Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.”

Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, dan yang telah menuliskannya; dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.

Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Roh Kudus dicurahkan dalam diri para murid agar mereka mampu mewartakan karya keselamatan Allah yang dikerjakan Yesus Kristus melalui wafat dan kebangkitan-Nya. Dengan daya Roh Kudus, Gereja dipanggil untuk menjadi saksi cinta kasih-Nya di dunia ini. Roh Kudus akan membimbing para murid kepada seluruh kebenaran, yaitu kebenaran tentang kepenuhan hidup yang telah dianugerahkan Bapa dalam diri Putra-Nya, Yesus Kristus. Roh Kudus menjadi sumber kesaksian para murid dan sekaligus memberi mereka keberanian untuk bersaksi.

Oleh karena itu, kita hendaknya mengikuti teladan Yesus yang fokus melakukan kehendak Bapa-Nya. Kita dipanggil untuk menjadi saksi Kristus dan mewartakan Kerajaan Allah seperti yang dilakukan oleh Paulus, sebagaimana dikisahkan dalam bacaan pertama. Walaupun masalah dan penderitaan menimpa dia, Paulus tidak pernah mundur menjadi saksi Kristus. Dengan selalu fokus mencintai Allah dan melakukan kehendak-Nya, ia dipimpin dan dibimbing oleh Roh Kudus, kuasa Allah Yang Mahatinggi.

Ya Tuhan, utuslah Roh Kudus-Mu senantiasa dalam hidup kami. Semoga dengan kuat kuasa-Mu, kami sanggup menjalankan tugas perutusan-Mu untuk mewartakan kabar gembira keselamatan kepada semua orang. Amin.

Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2021, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik

 

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2021, Penerbit OBOR

Inspirasi: Pesan Paus Fransiskus dan Tata Perayaan Ekaristi Pada Hari Komunikasi Sedunia ke-56