Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Biasa XXXII, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik Kamis 13 November 2025, Paus Leo IV
Ilustrasi

Hari Kamis, Pekan Biasa XXXII
St. Stanislaus Kostka
St. Didakus
Sta. Fransiska Xaveria Cabrini
St. Aloisius Versiglia
B. Engenius Bossilkov
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I: Kebijaksanaan 7:22-8:1

Kebijaksanaan merupakan pantulan cahaya kekal, dan cerminan tak bernoda kegiatan Allah.

Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan:

Di dalam kebijaksanaan ada roh yang arif dan kudus, tunggal, majemuk dan halus, mudah bergerak, jernih dan tidak bernoda, terang, tidak dapat dirusak, suka akan yang baik dan tajam, tidak tertahan, murah hati dan sayang akan manusia, tetap, meyakinkan dan mantap, mahakuasa dan memelihara semuanya serta menyelami sekalian roh yang arif, murni dan halus sekalipun. Sebab kebijaksanaan lebih lincah dari segala gerakan, karena dengan kemurniannya ia menembus dan melintasi segala-galanya.

Kebijaksanaan adalah nafas kekuatan Allah, dan pancaran murni kemuliaan Yang Mahakuasa. Tidak ada sesuatupun yang bernoda masuk ke dalamnya. Karena kebijaksanaan merupakan pantulan cahaya kekal, dan cermin tak bernoda kegiatan Allah, serta gambar kebaikan-Nya. Meskipun tunggal, namun kebijaksanaan mampu akan segala-galanya, dan walaupun tinggal di dalam dirinya, namun membaharui semuanya. Dari angkatan yang satu ke angkatan yang lain ia beralih masuk ke dalam jiwa-jiwa yang suci, yang olehnya dijadikan sahabat Allah dan nabi.

Tiada sesuatu pun yang dikasihi Allah kecuali orang yang berdiam bersama dengan kebijaksanaan. Sebab kebijaksanaan lebih indah daripada matahari, dan mengalahkan setiap tempat bintang-bintang. Dibandingkan dengan siang terang dialah yang unggul, sebab siang digantikan malam, sedangkan kejahatan tak sampai menggagahi kebijaksanaan.

Dengan kuat ia meluas dari ujung yang satu ke ujung yang lain, dan halus memerintah segala sesuatu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mzm 119:89.90.130.135.175; R:89a

Ya Tuhan, untuk selama-lamanya firman-Mu tetap teguh.

  • Untuk selama-lamanya, ya Tuhan, firman-Mu tetap teguh di surga.
  • Kesetiaan-Mu dari keturunan ke keturunan; bumi Kautegakkan, sehingga tetap ada.
  • Menurut hukum-hukum-Mu sekarang semuanya itu ada, sebab segala sesuatu melayani Engkau.
  • Bila tersingkap, firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.
  • Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
  • Biarlah jiwaku hidup supaya memuji-muji Engkau, dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku.

Bait Pengantar Injil: Yohanes 15:5

Akulah pokok anggur, kalian ranting-rantingnya, sabda Tuhan. Tinggallah beserta-Ku, maka Aku tinggal
besertamu, dan kalian akan berbuah banyak.

Bacaan Injil: Lukas 17:20-25

Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu.

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Sekali peristiwa orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus, kapan Kerajaan Allah datang. Yesus menjawab, “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah. Tidak dapat dikatakan, “Lihat, ia ada di sini’ atau ‘ia ada di sana.’ Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu.”

Yesus berkata kepada para murid, “Akan datang waktunya kalian ingin melihat salah satu hari Anak Manusia itu. Tetapi kalian tidak akan melihatnya. Orang akan berkata kepadamu, ‘Lihat dia ada di sana! Lihat dia ada di sini! ‘ Tetapi jangan kalian pergi ke situ, jangan kalian ikut. Sebab seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah halnya Anak Manusia, pada hari kedatangan-Nya kelak.

Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Dalam Injil hari ini, Yesus berbicara tentang Kerajaan Allah yang datang tanpa tanda-tanda lahiriah. Karena itu, kita diajak untuk selalu waspada. Yesus menyampaikan hal itu karena banyak orang di sekitar-Nya yang berharap bahwa Kerajaan Allah segera datang untuk membebaskan mereka dari penjajahan Roma dan menegakkan kembali Kerajaan Israel. Harapan tersebut tentu tidak sesuai dengan kenyataan yang dibawa Yesus, sebagaimana yang kita dengar dalam Injil hari ini.

Kita sering kali tidak menangkap dengan baik ajaran dan maksud Yesus. Hal ini terjadi karena kita berfokus pada pikiran kita sendiri. Kita tidak mau membuka hati dan pikiran kita untuk memahami ajaran Yesus secara benar. Sikap seperti ini tentu menghalangi kita untuk mengenal Yesus dan ajaran yang diwartakan-Nya. Apalagi dewasa ini, begitu banyak kehebohan yang tidak perlu dalam pewartaan karya keselamatan dan sukacita Allah. Karena itu, kita diajak untuk selalu waspada agar kita tidak terjebak situasi tersebut.

Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk membuka mata hati kami agar kami semakin mengenal Engkau dan ajaran-Mu, amin.

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR