Hari Rabu, Pekan Biasa XXV
St. Nikolas dari Flue
St. Sergius dari Radonezh
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Hagai 1:1-8
Bangunlah rumah Tuhan, dan Aku akan berkenan menerimanya.
Bacaan dari Nubuat Hagai:
Pada tahun kedua pemerintahan raja Darius, pada hari pertama bulan keenam, datanglah sabda Tuhan dengan perantaraan nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, bunyinya: “Beginilah sabda Tuhan semesta alam, ‘Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah Tuhan!”
Maka datanglah sabda Tuhan dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: Apakah sudah tiba waktunya bagi kalian untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang rumah Tuhan tetap menjadi reruntuhan? Oleh sebab itu beginilah sabda Tuhan semesta alam, ‘Perhatikanlah keadaanmu! Kalian menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit. Kalian makan, tetapi tidak sampai kenyang. Kalian minum, tetapi tidak sampai puas. Kalian berpakaian, tetapi badanmu tidak menjadi hangat. Dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja tetapi upahnya ditaruh dalam pundi-pundi yang berlubang!’ Beginilah sabda Tuhan semesta alam, ‘Perhatikanlah keadaanmu! Maka naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah Tuhan. Maka Aku akan berkenan menerimanya, dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ’.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 149:1-2.3-4.5-6a.9b; R:4a
Tuhan berkenan akan umat-Nya.
- Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh! Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorak atas raja mereka!
- Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.
- Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka; itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.
Bait Pengantar Injil: Yoh. 14:6
Akulah jalan, kebenaran dan hidup; hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa.
Bacaan Injil: Lukas 9:7-9
Yohanes kan telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Ketika Herodes, raja wilayah Galilea, mendengar segala yang terjadi, ia merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi zaman dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata, “Yohanes kan telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Mendengar tentang Yesus, Herodes merasa terancam. Hukuman mati terhadap Yohanes Pembaptis atas perintahnya membawa dia pada pengalaman terancam, ketakutan, dan kegelisahan. Apakah kehadiran Yesus ini juga akan bermasalah dengannya?
Sebagaimana Herodes takut dan gelisah dengan kehadiran Yesus dan Yohanes Pembaptis, kehadiran orang benar, jujur, dan baik di tengah lingkungan pekerjaan terkadang membawa kegelisahan dan ketakutan serta kecemasan bagi orang-orang yang biasa bertindak tidak jujur dan tidak benar. Mereka akan mencapnya sebagai orang yang sok bersih, sok jujur, dan tidak mau diajak kerja sama. Maka, tidak mengherankan bahwa orang benar dan jujur tidak disukai dan cenderung untuk disingkirkan dengan berbagai macam cara; mulai dari menyusun strategi supaya yang bersangkutan mengundurkan diri, ditugaskan di tempat yang jauh dan terpencil, tidak naik jabatan, atau bahkan membuat konspirasi jahat. Masyarakat yang baik adalah masyarakat yang mencintai dan mendukung orang benar dan jujur.
Memprihatikan mendengar bahwa orang-orang yang mempunyai kedudukan, kekuasaan, dan kewenangan justru menyingkirkan orang benar. Walaupun kemudian mereka sendiri tumbang dan jatuh karena ketidakbenaran dan ketidakjujurannya. Marilah kita garami dunia dengan kehadiran kita, dengan bertindak benar dan jujur dalam setiap tanggung jawab yang diberikan kepada kita. Orang benar dan jujur berkenan kepada Allah.
Ya Bapa, mampukanlah kami untuk senantiasa bertindak benar dan jujur dalam melaksanakan setiap pekerjaan dan tangung jawab yang Engkau berikan kepada kami, amin.

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

