Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Biasa XXV, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan, Mazmur Tanggapan, dan Renungan Harian Katolik Sabtu 27 September 2025, Paus Leo IV
Ilustrasi

Hari Sabtu, Pekan Biasa XXV
Pw. St. Vinsensius a Paulo – Imam
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I: Zakharia 2:1-5.10-11a

Aku datang dan tinggal di tengah-tengahmu.

Bacaan dari Nubuat Zakharia:

Aku, Zakharia, melayangkan mataku dan melihat: Tampak seorang yang memegang tali pengukur. Aku lalu bertanya, “Ke manakah engkau pergi?” Maka ia menjawab, “Ke Yerusalem, untuk mengukurnya, untuk melihat berapa lebar dan panjangnya.”

Lalu malaikat yang berbicara dengan daku maju ke depan. Sementara itu seorang malaikat lain maju, mendekatinya dan diberi perintah, “Larilah, katakanlah kepada orang muda di sana itu, demikian, ‘Yerusalem akan tetap tinggal seperti padang terbuka oleh karena banyaknya manusia dan hewan di dalamnya. Dan Aku sendiri,’ demikianlah sabda Tuhan, ‘akan menjadi tembok berapi di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya.”

“Bersorak-sorailah dan bersukarialah, hai puteri Sion, sebab sesungguhnya Aku datang dan tinggal di tengah tengahmu,” demikianlah sabda Tuhan, “dan pada waktu itu banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada Tuhan dan akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan tinggal di tengah-tengahmu.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Yeremia 31:10.11-12ab.13; R:10d

Tuhan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanan dombanya.

  • Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa, dan beritahukanlah di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan menghimpunnya kembali, dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanan dombanya!
  • Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya. Mereka akan datang bersorak-sorai di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan Tuhan.
  • Waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang muda dan orang-orang tua akan bergembira, Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.

Bait Pengantar Injil: 2 Timotius 1:10b

Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil.

Bacaan Injil: Lukas 9:43b-45

Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia. Mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Semua orang heran karena segala yang dilakukan Yesus. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Dengarkan dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Ini adalah yang kedua kali Yesus memberitakan kematian-Nya. Dalam Injil Lukas (9:22–27), pemberitaan pertama tidak mendapatkan tanggapan apa pun dari para murid. Dalam pemberitaan yang kedua ini, Lukas menjelaskan bahwa para murid tidak paham dan tidak berani bertanya. Demikian juga ketika Yesus memberitakan untuk ketiga kalinya (bdk. Luk 18:31–34), mereka juga tidak mengerti. Perkataan Tuhan dan rencana-Nya terkadang tidak mudah untuk dimengerti dan membutuhkan ketenangan untuk menangkapnya. Namun, yang lebih tidak mudah adalah ketika kita diam, tidak bertanya, dan berpikir sendiri sesuai dengan versi kita.

Mendengarkan orang berbicara mengenai penderitaan memang tidak mudah dan tidak enak. Kita kadang tidak mau atau tidak tahu harus bertanya apa karena kita membayangkan bahwa jawaban atas pertanyaan kita itu membuat mereka tersinggung atau membuat kita tidak nyaman. Namun, bersikap diam dan menebak-nebak sendiri akan membawa kita pada persepsi yang keliru tentang orang dan mengubah cara kita berelasi.

Mendengarkan kisah penderitaan orang lain itu baik, tetapi lebih baik lagi adalah memahaminya dengan bertanya dan berempati. Mendengarkan dan memahami kisah penderitaan orang lain akan meringankan beban orang yang sedang menderita itu.

Ya Bapa, semoga telinga kami peka untuk mendengarkan, serta hati kami mampu untuk memahami rintihan dan penderitaan sesama, amin.

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR