JAKARTA — Gereja dipanggil untuk menghadirkan komunikasi yang merangkul, penuh kasih, dan membangun jembatan di tengah kebisingan dunia digital. Demikian ditegaskan Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, dalam homilinya saat Ekaristi pembukaan Rapat Pleno Komisi Komsos KWI, di Kapel Fransiskus, Gedung KWI, Jakarta, Jumat (22/8/2025).
Dalam perayaan yang bertepatan dengan peringatan Santa Perawan Maria sebagai Ratu, Uskup Agung Medan itu mengingatkan, Maria menjadi ratu bukan karena berkuasa, melainkan karena kerelaannya untuk melayani. “Ia melindungi dengan kasih seorang ibu, merangkul semua anaknya. Maria adalah teladan komunikasi sejati, yang bukan didasarkan pada dominasi, tetapi pada kasih,” ujarnya.
Menurut Mgr. Kornelius, semangat pelayanan Maria perlu dihidupi para penggiat komunikasi sosial Gereja. Media yang dikelola Gereja, katanya, mesti menampilkan wajah Gereja yang ramah dan penuh belas kasih, bukan wajah yang menghakimi. “Karya komunikasi sosial sejati adalah karya yang membangun jembatan, bukan memperlebar jurang,” kata dia.
Ia menyinggung fenomena derasnya arus informasi saat ini yang dipenuhi komentar, opini, berita, hingga hoaks. Di tengah kebisingan itu, Gereja dipanggil menghadirkan keheningan yang penuh makna. “Kita harus berani mendengar suara umat yang sering terabaikan: suara orang kecil, kaum muda, budaya yang tersisih, dan bangsa yang terluka,” katanya.
Mgr. Kornelius menekankan perlunya para pelayan komunikasi menjadi “filter rohani” di tengah derasnya arus media sosial yang serba cepat. Sebelum menyebarkan informasi, kata dia, umat perlu memastikan kebenaran, menyaring dengan iman, dan hanya membagikan yang membawa terang. “Apa yang kita sebarkan harus menghadirkan harapan, bukan menambah kegelapan,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan agar media digital Gereja dipakai sebagai sarana yang mempersatukan, bukan memecah belah. “Semua yang kita buat—tulisan, video, siaran, podcast, atau postingan—harus mengarahkan orang kepada Kristus, bukan pada diri kita sendiri. Media kita harus menjadi jendela menuju Kristus, kompas yang menuntun orang kepada terang sejati,” kata Mgr. Kornelius.
Ia menutup homilinya dengan ajakan agar seluruh penggiat komunikasi sosial meneladani Bunda Maria dalam karya pelayanan. “Karya komunikasi sosial kita hendaknya tajam, dekat dengan umat, penuh kasih, membangun jembatan, dan menghadirkan kebenaran Kristus,” ucapnya.

Mantan Jesuit, Pendiri Sesawi.Net, Jurnalis Senior dan Anggota Badan Pengurus Komsos KWI

