Beranda KATEKESE Apa itu Relikui?

Apa itu Relikui?

Relikui adalah bagian tubuh atau atribut dari orang-orang kudus yang sudah disahkan oleh Gereja Katolik sebagai benda suci. Contohnya: mayat dari Sta. Imelda Lambertini, rantai St. Petrus, dan kain kafan Yesus.

Relikui diklasifikasikan menjadi tiga kelas. Kelas pertama, adalah atribut dari Yesus Kristus dan bagian tubuh dari para kudus, seperti rambut, tulang, gigi, dll. Kelas kedua, adalah benda yang dimiliki oleh para kudus ataupun atribut dari benda yang dipakai untuk menyiksa mereka hingga mati sebagai martir. Kelas ketiga, adalah sesuatu yang telah mengalami kontak fisik dengan relikui kelas pertama atau kedua.

Selain di altar, ada juga relikui yang disimpan di relikuari, wadah penyimpanan khusus yang biasanya dihias dengan emas atau perak. Meski di Kitab Hukum Kanonik 1190 ditulis mengenai larangan menjual relikui, seseorang diizinkan membeli relikui yang dijual dengan maksud menyelamatkan relikui itu.

Dokumen Gereja dan ahli teologi mengklarifikasi bahwa memang relikui tidak untuk disembah. Mereka juga bukanlah jimat yang punya kekuatan gaib. Relikui baiknya dihormati, karena anggota tubuh atau atribut tersebut adalah milik orang-orang yang sudah ada di surga.

“Ketika sebuah relikui sudah ditanam, relikui itu sudah tidak dapat dibuka kembali,” kata Carole Brueckner, ketua dewan kapel St. Antonius, kapel yang menyimpan lebih dari 5.000 relikui di dalamnya. Pasalnya, Gereja melarang modifikasi ataupun pembuatan imitasi dari relikui.

Relikui yang sudah disahkan Gereja akan memiliki dokumen keterangan. Di situ tercantum nama dari orang kudusnya, apa bentuk relikuinya, dan penjelasan bahwa Gereja sudah melakukan penyelidikan atas relikui itu.

“Banyak orang yang datang ke kapel ini mengatakan bahwa mereka dapat merasakan kehadiran dari orang-orang kudus pemiliki relikui ini,” tukas Brueckner. Ia menambahkan, suasananya seperti menginjak sebagian kecil surga, karena orang dikelilingi dengan begitu banyak orang yang Gereja imani sudah berada di surga.

Sumber: disadur dari catholicnewsagency.com dan catholicdoors.com

Kredit Foto: mcall.com