BERITA TERBARU
Sebuah Mimpi yang Mulai Tumbuh: “Breeding” Babi di Kenyalok dan Nangapinoh, Keuskupan Sintang
MIRIFICA.NET, Sintang, Februari 2026 – Upaya pemberdayaan ekonomi umat berbasis keadilan ekologis di Keuskupan Sintang perlahan mulai menunjukkan hasil. Dalam penelusuran program-program PSE KWI...
Menengok Program “Rumah Bersama” PSE Keuskupan Malang: Sentrum Ekologi Pastoral dan Pemberdayaan Umat
MIRIFCA.NET, Malang, 20 Januari 2026 – Hujan deras yang mengguyur kawasan Lawang pada siang hingga sore hari tak menyurutkan langkah untuk singgah di “Rumah...
Pesan Bapa Suci Paus Leo XIV Untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia Ke-60
Teknologi yang mengeksploitasi kebutuhan kita akan relasi dapat menimbulkan dampak menyakitkan dalam kehidupan pribadi, sekaligus merusak jalinan sosial, kultural, dan politik masyarakat. Hal ini terjadi ketika kita menggantikan relasi antarsesama manusia dengan sistem kecerdasan buatan, yang disesuaikan sepenuhnya dengan citra dan selera kita sendiri, sehingga segala sesuatu dibuat “menurut gambar dan rupa kita”. Dengan demikian, kita kehilangan kesempatan untuk berjumpa dengan orang lain yang selalu berbeda dari diri kita, dan dengan siapa kita perlu dan harus belajar berelasi. Tanpa keterbukaan pada yang lain, tidak mungkin ada relasi sejati atau persahabatan.
YUBELIUM 2025
Teks Panduan Misa Pembukaan Pintu Suci dan Panduan Misa Sepanjang Tahun...
Teks Panduan Misa Pembukaan Pintu Suci dan Panduan Misa Sepanjang Tahun Yubelium 2025
JENDELA ALKITAB
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 23 Februari 2026
Tuhan berfirman kepada Musa, "Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, Tuhan Allahmu, kudus. Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah berdusta seorang kepada sesamanya. Janganlah kamu bersumpah dusta demi nama-Ku, supaya engkau jangan melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah Tuhan.
AJARAN GEREJA
Pesan Bapa Suci Paus Leo XIV Untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia...
Teknologi yang mengeksploitasi kebutuhan kita akan relasi dapat menimbulkan dampak menyakitkan dalam kehidupan pribadi, sekaligus merusak jalinan sosial, kultural, dan politik masyarakat. Hal ini terjadi ketika kita menggantikan relasi antarsesama manusia dengan sistem kecerdasan buatan, yang disesuaikan sepenuhnya dengan citra dan selera kita sendiri, sehingga segala sesuatu dibuat “menurut gambar dan rupa kita”. Dengan demikian, kita kehilangan kesempatan untuk berjumpa dengan orang lain yang selalu berbeda dari diri kita, dan dengan siapa kita perlu dan harus belajar berelasi. Tanpa keterbukaan pada yang lain, tidak mungkin ada relasi sejati atau persahabatan.
OPINI
Dewan Presbiteral dan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik di Keuskupan
Oleh. RD. Rikardus Jehaut
Pendahuluan
Dalam Kitab Hukum Kanonik 1983, Legislator untuk pertama kalinya memasukkan ke dalam kodifikasi hukum Gereja konsepsi dewan...
100 TAHUN KWI
PESAN SIDANG KWI BERJALAN BERSAMA MEMBANGUN GEREJA DAN BANGSA
Berjalan Bersama: Persekutuan, Partisipasi, dan Misi
1. Dalam rangka Yubileum 100 Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) tepat pada 15 Mei 2024, para Bapa Uskup menyelenggarakan Sidang...
FABC 50TH
FABC 50TH: Pidato Penutupan H.E Charles Cardinal Bo
Pidato Penutup dari Yang Mulia
CHARLES MAUNG KARDINAL BO
Uskup Agung Yangon (Myanmar)
Presiden Federasi Konferensi Para Uskup Asia
30 Oktober 2022
Sebuah kewajiban yang membahagiakan bagi saya untuk...
























