Beranda Jendela Alkitab Harian Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis, 06 Februari 2020

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis, 06 Februari 2020

28 Mei 2022, Bacaan Injil 28 Mei 2022, Bacaan Injil Harian, Bacaan Kitab Suci, Bacaan Pertama 28 Mei 2022, Bait Allah, Bait Pengantar Injil, Firman Tuhan, Gereja Katolik Indonesia, Iman Katolik, Injil Katolik, Katekese, Katolik, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Lawan Covid-19, Mazmur Tanggapan, Mazmur Tanggapan 28 Mei 2022, Minggu Prapaskah VI, Penyejuk Iman, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Pewartaan, Renungan Harian Katolik, Renungan Harian Katolik 2022, Renungan Katolik Mingguan, Sabda Tuhan, Ulasan Kitab Suci Harian, Umat Katolik, Yesus Juruselamat
Ilustrasi: hearthymn.com

Bacaan Pertama 1Raj 2:1-4.10-12

Aku akan mengakhiri perjalananku yang fana ini. Kuatkanlah hatimu, dan berlakulah kesatria.

Saat kematian Daud mendekat, Pada suatu hari ia berpesan kepada Salomo, anaknya: “Aku ini akan mengakhiri perjalananku yang fana. Maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah kesatria. Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap Tuhan, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa. Semoga dengan demikian engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju, dan semoga Tuhan menepati janji yang diucapkan-Nya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel. Kemudian Daud mendapat istirahat bersama-sama nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud. Jadi Daud memerintah orang Israel selama empat puluh tahun; di Hebron ia memerintah tujuh tahun, dan di Yerusalem tiga puluh tiga tahun. Kemudian Salomo duduk di atas takhta Daud, ayahnya, dan menjadi kokohlah kerajaannya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan 1Taw 29:10.11ab.11d-12a.12bcd R:12b

Ya Tuhan, Engkau menguasai segala-galanya.

  • Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allahnya bapa kami Israel, dari sediakala sampai selama-lamanya.
  • Ya Tuhan, milik-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya segala-galanya yang ada di langit dan di bumi!
  • Ya Tuhan, milik-Mulah kerajaan Engkau yang tertinggi melebihi segala-galanya. Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu.
  • Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya. Dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan, dalam tangan-Mulah kuasa untuk memperluas dan memperkokoh kerajaan.

Bait Pengantar Injil Mrk 1:15

Kerajaan Allah sudah dekat. Percayalah kepada Injil.

Bacaan Injil Mrk 6:7-13

Yesus mengutus murid-murid-Nya.

Sekali peristiwa, Yesus memanggil kedua belas murid dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan,
kecuali tongkat; roti pun tidak boleh dibawa, demikian pula bekal dan uang dalam ikat pinggang; mereka boleh memakai alas kaki, tetapi tidak boleh memakai dua baju. Kata Yesus selanjutnya kepada murid-murid itu, “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu, dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu,
keluarlah dari situ dan bebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.” Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat. Mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak, dan menyembuhkan mereka.

Demikianlah Injil Tuhan

Renungan

Bacaan pertama mengisahkan Daud memberikan pesan terakhir kepada Putra Mahkota untuk melanjutkan perjanjian dengan Yahwe. Dalam pesan tersebut dirumuskan dengan jelas garis kepemimpinan bagi raja Israel, yaitu untuk setia kepada Tuhan dn Tuhan akan membalas dengan menepati janji-Nya. Kisah melanjutkan perutusan Daud tidak ubahnya pengutusan kedua belas murid untuk pergi mengajar dan mengadakan mukjizat.

Murid-murid banyak bergaul dengan Kristus, duduk di bawah kaki-Nya, mendengarkan ajaran-Nya, dan melihat mukjizat-mukjizat-Nya. Kristus memutuskan untuk mempekerjakan murid-murid-Nya itu, karena mereka sudah menerima, supaya mereka bisa memberi; sudah belajar, supaya bisa mengajar; dan oleh sebab itu, sekarang tiba waktunya Dia mengutus mereka. Mereka harus pergi mengajar di desa untuk berbuat kebaikan dengan pengetahuan yang sudah mereka peroleh itu. Walaupun mereka belum mencapai hasil sebagaimana yang seharusnya untuk mewartakan keselamatan kepada semakin banyak orang.

Kisah Injil merupakan kisah kita juga sebagai Gereja, di mana kita seperti para murid, juga sudah menerima dan sudah belajar banyak dari sabda Allah. Meneruskan perutusan Yesus dengan memberi dan berbagi serta mewartakan dan mengajar merupakan misi kita di tengah-tengah zaman ini. Saatnyaa kita diutus mewartakan belas kasih Allah dan kebenaran-Nya agar dunia mengenal kebenaran Allah dan menghidupinya.

Allah Sang Kebenaran, utuslah Roh Kudus-Mu untuk membuka hati dan pikiran kami agar sabda yang menjelma dan telah kami terima mampu kami wartakan. Amin.

Sumber: renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

Inspirasimu: Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Rabu, 05 Februari 2020