Beranda Jendela Alkitab Harian Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis, 21 Oktober 2021

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis, 21 Oktober 2021

20 Februari 2024, Bacaan Injil 20 Februari 2024, Bacaan Injil Harian, Bacaan Kitab Suci, Bacaan Pertama 20 Februari 2024, bait allah, Bait Pengantar Injil, Firman Tuhan, gereja Katolik Indonesia, iman katolik, Injil Katolik, katekese, katolik, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Lawan Covid-19, Mazmur Tanggapan, Mazmur Tanggapan 20 Februari 2024, Penyejuk Iman, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, renungan harian katolik, Renungan Harian Katolik 2024, Renungan Katolik Mingguan, Sabda Tuhan, Ulasan Kitab Suci Harian, Umat Katolik
Ilustrasi: rainbowtoken

Bacaan Pertama: Rom 6:19-23

Saudara-saudara, mengingat kelemahanmu, Aku berbicara secara manusia. Sebagaimana kalian dahulu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kalian kepada kedurhakaan, demikianlah sekarang kalian harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kalian kepada pengudusan.

Sebab waktu kalian menjadi hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran. Dan buah apakah yang kalian petik dari padanya? Semuanya menyebabkan kalian sekarang merasa malu, karena kesudahannya ialah kematian. Tetapi sekarang kalian telah dimerdekakan dari dosa, dan menjadi hamba Allah. Maka kalian memperoleh buah yang membawa kalian kepada pengudusan, dan akhirnya hidup yang kekal. Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mzm 1:1-2.3.4.6 R:40:5a

Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan.

  • Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan,
    dan siang malam merenungkannya.
  • Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
  • Bukan demikianlah orang-orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bait Pengantar Injil: Flp 3:8-9

Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah, supaya aku memperoleh Kristus dan berada dalam Dia.

Bacaan Injil: Luk 12:49-53

Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Aku datang melemparkan api ke bumi, dan betapa Kudambakan agar api itu selalu menyala! Aku harus menerima baptisan dan betapa susah hati-Ku sebelum hal itu berlangsung!

Kalian sangka Aku datang membawa damai ke bumi? Bukan! Bukan damai, melainkan pertentangan! Karena mulai sekarang akan ada pertentangan antara lima orang dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, bapa melawan puteranya, dan putera melawan bapanya, ibu melawan puterinya, dan puteri melawan ibunya, ibu mertua melawan menantu, dan menantu melawan ibu mertuanya.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Tuhan membawa pemisahan? Injil pada hari ini sangat kontroversial. “Kamu sangka, Aku datang untuk membawa damai di atas muka bumi? Bukan damai melainkan pertentangan! Kalau dalam keluarga ada lima orang, maka tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Anak laki-laki dan ayahnya akan saling bertentangan, ibu melawan anaknya perempuan, dan seterusnya. Termasuk mertua melawan menantu.” Apakah benar yang dimaksud oleh Tuhan Yesus seharfiah itu? Lebih membingungkan lagi, Yesus berkata: Aku datang ke dunia ini bukan untuk membawa damai. Pasti ini bertentangan dengan berbagai kalimat yang Yesus katakan sendiri. Yesus  mengajarkan: “Damai sertamu, kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.”

Kita harus meneliti ayat ini secara saksama supaya kita tidak jatuh pada pemahaman harfiah yang sempit. Yesus ingin mengajak kita melihat bahwa segala ikatan-ikatan di dunia ini pada akhirnya harus kita lepaskan. Secinta-cintanya kita dengan anggota keluarga, sedekat-dekatnya kita dengan sahabat, suatu hari harus terjadi perpisahan di dunia ini dan memang berat yang namanya perpisahan itu. Selalu menyedihkan dan kadang menyakitkan. Tetapi itu harus kita jalani karena di surga nanti pun menurut Yesus tidak ada yang kawin dan tidak ada yang dikawinkan sehingga di surga nanti kita belum tentu akan berjumpa dengan orang-orang yang kita sayangi. Kita akan berjumpa wajah dengan wajah dengan Tuhan, maka di situlah kita hidup lepas bebas dari segala ikatan manusia. Kita tidak butuh pasangan, kita tidak butuh istri, kita tidak butuh suami, kita tidak butuh orangtua, dan seterusnya. Mengapa? Karena kita sudah berjumpa dengan Tuhan dan itulah puncak kebahagiaan dan segala-galanya buat kita.

Tuhan Yesus, tuntunlah kami pada hidup kekudusan sehingga kelak kami sungguh-sungguh berjumpa dengan Engkau dalam Kerajaan Surga. Amin.

Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2021, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik

 

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2021, Penerbit OBOR

Inspirasimu: Ulasan Eksegetis Bacaan Kitab Suci Minggu Biasa XXIX