Bacaan, Bacaan Kitab Suci, Bait Allah, Firman Tuhan, Iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2026, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Leo XIV, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 21 Juni 2026, Minggu Pekan Biasa XII, Warna Liturgi Hijau
llustrasi

MINGGU PEKAN BIASA XII
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – Yer 20:10-13

Tuhan telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.

Bacaan dari Kitab Yeremia:

Aku, Yeremia, telah mendengar bisikan banyak orang, “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Mari kita mengadukan dia!”

Semua sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh. Kata mereka, “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!”

Tetapi Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh, dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak akan terlupakan! Ya Tuhan semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.

Menyanyilah untuk Tuhan, pujilah Dia! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 69:8-10.14.17.33-35 R:14c

Demi kasih setia-Mu yang besar, jawablah aku, ya Tuhan.

  • Tuhan, karena Engkaulah aku menanggung cela, karena Engkaulah noda meliputi mukaku. Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, menjadi orang asing bagi anak-anak ibuku; sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.
  • Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya Tuhan, aku memohon pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia! Jawablah aku, ya Tuhan, sebab baiklah kasih setia-Mu, berpalinglah kepadaku menurut rahmat-Mu yang besar!
  • Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; biarlah hatimu hidup kembali, hai kamu yang mencari Allah! Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan. Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.

Bacaan II – Rom 5:12-15

Karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

Saudara-saudara, dosa telah masuk ke dalam dunia lantaran satu orang, dan karena dosa itu masuklah juga maut. Demikianlah maut telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Sebab sebelum hukum Taurat ada, di dunai ini telah ada dosa.
Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. Sungguhpun demikian, dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa
maut telah berkuasa juga atas mereka yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran dari Dia yang akan datang.

Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang itu semua orang telah jatuh dalam kuasa maut, jauh lebih besarlah kasih dan karunia Allah, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang lantaran satu orang, yaitu Yesus Kristus.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil – Yoh 15:26b.27a

Roh Kebenaran, yang keluar dari Bapa, akan bersaksi tentang Aku; tetapi kamu juga harus bersaksi.

Bacaan Injil – Matius 10:26-33

Janganlah kamu takut kepada mereka yang hanya dapat membunuh tubuh.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada kedua belas murid-Nya, “Janganlah kamu takut terhadap mereka yang memusuhimu, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka, dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah dari atas atap rumah.

Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang hanya dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa;
tetapi takutlah Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

Bukankah burung pipit dijual seduit dua ekor? Namun tak seekor pun dari padanya akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
Dan kamu, rambut kepalamu pun semuanya telah terhitung. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit. Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, akan Kuakui di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, dia akan Kusangkal juga di depan Bapa-Ku yang di surga.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Ada seorang misionaris yang dipanggil dan diutus oleh tarekat ke tempat terpencil dengan medan yang berat dan umat yang sangat miskin dan sederhana. Ia kerap kali merasa cemas dan takut bahkan mungkin mencari berbagai alasan demi kenyamanan diri. Pada tataran tertentu, hal ini sangatlah manusiawi.

Namun, dari bacaan pertama hari ini, kita mendengar kisah yang berbeda. Yeremia yang dipanggil dan diutus Tuhan sebagai nabi menjadi alat Tuhan untuk mewartakan dan menegakkan kebenaran walaupun dengan konsekuensi ditentang dan dimusuhi banyak orang. Dalam situasi yang berat itu, Yeremia tidak menyerah, karena dia yakin dan percaya Tuhan selalu menyertainya dan rencana keselamatan-Nya harus berjalan terus sesuai kehendak-Nya. Yeremia tetap setia kepada Tuhan dan percaya bahwa Tuhan selalu melindungi dan menolongnya.

Kita pun tidak boleh menyerah pada ketakutan dan kecemasan; kita harus tetap setia kepada Tuhan, bahkan di tengah kesulitan apa pun. Yesus dalam bacaan Injil menegaskan bahwa tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Yesus juga mengingatkan para murid Nya untuk tidak takut pada manusia tetapi harus takut kepada Tuhan, karena hanya Tuhanlah yang dapat membinasakan jiwa dan tubuh.

Yeremia dan para murid Yesus menghadapi tekanan dan kesulitan, namun mereka tetap menjalankan perintah Tuhan untuk mewarkan Kerajaan Allah. Kita pun demikian: Harus berani bersaksi tentang Injil-Nya bahkan di tengah berbagai kesulitan. Tuhan pasti selalu melindungi
dan memberikan kekuatan bagi kita.

Bapa, terima kasih karena Engkau memberikan kekuatan kepada kami untuk menjalani kehidupan ini dengan baik meskipun menghadapi tantangan dan kesulitan. Kami yakin Engkau selalu menolong, memberi kekuatan, dan menuntun kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor