Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Biasa XXII, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan, Mazmur Tanggapan, dan Renungan Harian Katolik Selasa 10 September 2025, Paus Leo IV
Ilustrasi

Hari Rabu, Pekan Biasa XXIII
St. Theodorus; St. Nikolaus Tolentino
B. Oglerius; Fransiskus Garate
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I: Kol 3:1-11

Kalian telah mati bersama Kristus. Maka matikanlah dalam dirimu segala yang duniawi.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose:

Saudara-saudara, kalian telah dibangkitkan bersama Kristus. Maka carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sisi kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kalian telah mati, dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Kristuslah hidup kita. Apabila Dia menyatakan diri kelak, kalian pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Karena itu matikanlah dalam dirimu segala yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala. Semuanya itu mendatangkan murka Allah. Dahulu kalian juga melakukan hal-hal itu ketika kalian hidup di dalamnya. Tetapi sekarang buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Janganlah kalian saling menipu lagi, karena kalian telah menanggalkan manusia lama beserta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Penciptanya. Dalam keadaan yang baru itu tiada lagi orang Yunani atau Yahudi, yang bersunat atau tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka; yang ada hanyalah Kristus di dalam semua orang.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mzm 145:2-3.10-11.12-13ab R:9a

Tuhan itu baik kepada semua orang.

  • Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Besarlah Tuhan dan sangat terpuji; kebesaran-Nya tidak terselami.
  • Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
  • Untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi, pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.

Bait Pengantar Injil: Luk 6:23ab

Bersukacitalah dan bergembiralah, karena besarlah upahmu di surga.

Bacaan Injil: Luk 6:20-26

Berbahagialah orang yang miskin, celakalah orang yang kaya.

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Pada waktu itu, Yesus memandang murid-murid-Nya, lalu berkata, “Berbahagialah, hai kalian yang miskin, karena kalianlah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kalian yang kini kelaparan, karena kalian akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kalian yang kini menangis, karena kalian akan tertawa. Berbahagialah, bila demi Anak Manusia kalian dibenci, dikucilkan, dan dicela serta ditolak. Bersukacitalah dan bergembiralah pada waktu itu karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kalian, orang kaya, karena dalam kekayaanmu kalian telah memperoleh hiburan. Celakalah kalian, yang kini kenyang, karena kalian akan lapar. Celakalah kalian, yang kini tertawa, karena kalian akan berdukacita dan menangis. Celakalah kalian, jika semua orang memuji kalian; karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Empat Sabda Bahagia dan Empat Sabda Celaka memberikan kepada kita suatu pengajaran bahwa kondisi
hidup kita di dunia sekarang ini, baik beruntung ataupun tidak beruntung, tidak menentukan masa depan kita. Hidup dan masa depan kita ditentukan oleh bagaimana kita menghidupi perjalanan dan kondisi hidup kita. Lapar dan kenyang, sedih dan gembira, dibenci dan disenangi itu adalah gambar perjalanan kisah hidup manusiawi kita yang bersifat mudah berubah. Namun, kesetiaan dan ketekunan kita dalam iman dan dalam mengikuti Kristus dalam situasi apa pun, itulah yang akan menjadi buah baik bagi hidup kita kelak.

Iman membuat kita tidak kehilangan pengharapan walaupun sekarang ini berkekurangan, berduka, dan dibenci, bahkan terjepit oleh situasi. Kita yang kaya, kenyang, dan tertawa juga tidak boleh merasa diri aman dan terlena karena gemerlapnya akan dapat menjauhkan kita dari Allah. Dalam kondisi apa pun, kita tetap harus berani setia dan taat membina diri dalam mengikuti Yesus sampai paripurna; berani untuk memutuskan hidup bahagia.

Keluarga, pekerjaan, kesehatan atau situasi kita yang buruk, dan berkekurangan tidak harus membuat kita mengalami masa depan yang buruk. Masa lalu keluarga yang baik, berkecukupan dan penuh sukacita jangan sampai membuat kita yakin bahwa masa depan kita akan berjalan baik untuk selamanya. Kita harus siap menerima dan menjalani situasi apa pun, dengan mata yang tetap terpaku pada Yesus dan kehendak Bapa.

Ya Bapa, semoga hidup kami tidak ditentukan dan terkurung oleh suka-duka, sedih-gembira, lapar- kenyang yang sekarang ini kami alami, tetapi kami tetap memandang Engkau dan melaksanakan kehendak-Mu sebagai murid dan anak-anak-Mu, amin.

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR