Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Biasa XXXII, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik Rabu 12 November 2025, Paus Leo IV
Ilustrasi

Hari Rabu, Pekan Biasa XXXII
Pw. Yosafat Kunzewich – Uskup & Martir
St. Nilus
St. Theodorus Studit
Warna Liturgi: Merah

Bacaan I: Kebijaksanaan 6:1-11

Dengarkanlah, hai para raja, dan pelajarilah kebijaksanaan.

Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan:

Hai para raja yang memerintah orang banyak dan bermegah karena banyaknya rakyatmu, condongkanlah telingamu. Sebab Tuhanlah yang memberi kalian kekuasaan, dan dari Tuhan yang mahatinggilah asal pemerintahan. Ia akan memeriksa segala pekerjaanmu serta menyelami rencanamu. Sebab sebenarnya kalian hanyalah abdi kerajaan-Nya. Maka kalau kalian tidak memerintah dengan tepat, tidak pula menepati hukum, atau tidak berlaku menurut kehendak Allah, Ia akan mendatangi kalian dengan dahsyat dan cepat. Pengadilan yang tak terelakkan akan menimpa para pembesar. Memang para bawahan dapat dimaafkan karena belas kasih, tetapi para penguasan akan disiksa dengan kejam. Tuhan yang mahakuasa tidak akan mundur terhadap siapapun, dan kebesaran orang tidak dihiraukan-Nya. Baik yang kecil maupun yang besar dijadikan oleh-Nya, dan semua dipelihara-Nya dengan cara yang sama. Tetapi terhadap para penguasan akan diadakan pemeriksaan yang keras.

Jadi perkataanku ini tertuju kepada kalian, para pembesar. Hendaknya kalian belajar menjadi bijaksana dan jangan sampai jatuh . Sebab mereka yang secara suci memelihara yang suci akan disucikan pula, dan yang dalam hal itu terpelajar akan mendapat pembelaan. Jadi hendaklah menginginkan serta merindukan perkataanku, maka kalian akan terdidik.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mazmur 82:3-4.6-7;R:8a

Bangunlah, ya Allah, hakimilah bumi.

  • “Berilah keadilan kepada orang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan! Luputkanlah orang lemah dan miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik.”
  • Aku sendiri telah berfirman, “Kamu adalah allah, kamu sekalian adalah anak-anak Yang Mahatinggi. Namun kamu akan mati seperti manusia, dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas.”

Bait Pengantar Injil: 1 Tesalonika 5:18

Hendaklah kalian mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagi kalian di dalam Kristus Yesus.

Bacaan Injil: Lukas 17:11-19

Tidak adakah yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing itu?

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, Yesus menyusur perkotaan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak, “Yesus, Guru, kasihanilah kami!” Yesus lalu memandang mereka dan berkata, “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam.” Dan sementara dalam perjalanan mereka menjadi tahir.

Seorang di antara mereka, ketika melihat bahwa dirinya telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu seorang Samaria.

Lalu Yesus berkata, “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang tadi? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing ini?”

Lalu Ia berkata kepada orang itu, “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan dikau.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Dalam Injil hari ini, Yesus berbicara tentang Kerajaan Allah yang datang tanpa tanda-tanda lahiriah. Karena itu, kita diajak untuk selalu waspada. Yesus menyampaikan hal itu karena banyak orang di sekitar-Nya yang berharap bahwa Kerajaan Allah segera datang untuk membebaskan mereka dari penjajahan Roma dan menegakkan kembali Kerajaan Israel. Harapan tersebut tentu tidak sesuai dengan kenyataan yang dibawa Yesus, sebagaimana yang kita dengar dalam Injil hari ini.

Kita sering kali tidak menangkap dengan baik ajaran dan maksud Yesus. Hal ini terjadi karena kita berfokus pada pikiran kita sendiri. Kita tidak mau membuka hati dan pikiran kita untuk memahami ajaran Yesus secara benar. Sikap seperti ini tentu menghalangi kita untuk mengenal Yesus dan ajaran yang diwartakan-Nya. Apalagi dewasa ini, begitu banyak kehebohan yang tidak perlu dalam pewartaan karya keselamatan dan sukacita Allah. Karena itu, kita diajak untuk selalu waspada agar kita tidak terjebak situasi tersebut.

Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk membuka mata hati kami agar kami semakin mengenal Engkau dan ajaran-Mu, amin.

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR