Beranda Jendela Alkitab Harian Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 07 September 2019

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 07 September 2019

05 September 2020, Bacaan, Bacaan 05 September 2020, Bacaan Injil 05 September 2020, Hari Minggu Biasa XXII, Bacaan Injil Harian, Bacaan Kitab Suci, bacaan Pertama 05 September 2020, bait allah, Bait Pengantar Injil, Firman Tuhan, gereja Katolik Indonesia, iman katolik, Injil Katolik, katekese, katolik, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Lawan Covid-19, Mazmur Tanggapan 05 September 2020, Minggu Biasa XXII, penyejuk iman, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Rabu Minggu Biasa XXII, Renungan Harian Katolik 05 September, Renungan Katolik Harian, sabda tuhan, Ulasan eksegetis, Ulasan Eksegetis Bacaan Kitab Suci Minggu XXII, Ulasan Kitab Suci Harian, umat katolik, Yesus Juruselamat
Ilustrasi: findshepherd.com

Bacaan Pertama Kol 1:21-23

Saudara-saudara, kalian dahulu hidup jauh dari Allah, dan memusuhi Dia dalam hati dan pikiran seperti terbukti dalam perbuatanmu yang jahat. Oleh wafat Kristus sekarang kalian didamaikan Allah dalam tubuh jasmani Kristus agar kalian ditempatkan di hadapan-Nya dalam keadaan kudus, tak bercela dan tak bercacat. Sebab itu kalian harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak goncang. Janganlah kalian mau dijauhkan dari pengharapan Injil yang telah kalian dengar dan telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit; dan aku, Paulus, telah menjadi pelayannya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan Mzm 54:3-4.6.8;R:6a

Allahlah penolongku.

  • Ya Allah, selamatkanlah aku karena nama-Mu, berilah keadilan kepadaku karena keperkasaan-Mu! Ya Allah, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku!
  • Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Dengan rela hati aku akan mempersembahkan kurban kepada-Mu. Aku akan bersyukur sebab baiklah nama-Mu, ya Tuhan.

Bait Pengantar Injil Yoh 14:6

Akulah jalan, kebenaran dan sumber kehidupan, sabda Tuhan. hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa.

Bacaan Injil Luk 6:1-5

Pada suatu hari Sabat, Yesus dan murid-murid-Nya berjalan di ladang gandum. Para murid memetik bulir-bulir gandum, menggisarnya dengan tangan, lalu memakannya. Tetapi beberapa orang Farisi berkata, “Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” Maka Yesus menjawab, “Tidakkah kalian baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan para pengikutnya lapar?  Ia masuk ke dalam rumah Allah dan mengambil roti sajian. Roti itu dimakannya dan diberikannya kepada para pengikut-Nya. Padahal roti itu tidak boleh dimakan, kecuali oleh para imam.” Dan Yesus berkata lagi, “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

“Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” Manusia butuh peraturan untuk menciptakan kondisi hidup yang jelas, terarah, dan tertata. Dalam zaman modern, sistem dan prosedur terasa semakin penting karena kebutuhan orang akan kerja yang efektif dan efisien supaya hasilnya banyak, bagus, dan dalam waktu yang cepat. Untuk itu perusahaan, institusi, dan lembaga di berbagai bidang, bahkan termasuk institusi gerejani seperti paroki dan kongregasi membangun sistem dan menyusun prosedur sedemikian rupa supaya semua berjalan sesuai harapan. Ironisnya, sistem, prosedur, dan aturan itu dipakai untuk mengukur manusia. Bahwasanya orang yang baik dalam sebuah institusi adalah yang memenuhi semua standar yang berlaku.

Kadang-kadang cerita model orang Farisi terulang dalam lembaga atau institusi yang berlabel Katolik: Peraturan berada di atas manusia. Manusia terpenjara, menderita, relasi antarpribadi tak sehat, tetapi institusi berjalan baik dan stabil. Pertanyaannya, apakah stabilitas institusi menjadi nilai tertinggi? Atau tetap beranikah kita memperjuangkan hidup dan martabat manusia di atas hukum, struktur, dan sistem? Situasi zaman ini sungguh menantang kita untuk mewujudkan misi yang dikehendaki Yesus, yaitu keselamatan jiwa-jiwa.

Ya Yesus yang penuh belas kasih, ajarilah aku mengasihi sesama dan memperjuangkan kemanusiaan di atas segala hal yang lain. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2019, OBOR Indonesia