Bacaan, Bacaan Kitab Suci, Bait Allah, Firman Tuhan, Iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Adven IV 2025, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik Selasa 23 Desember 2025, Paus Leo IV, Adven 2025
Ilustrasi

Hari Senin, Pekan Adven IV
Novena Natal Hari Kedelapan
St. Yohanes dari Kety
St. Servulus
Warna Liturgi: Ungu

Bacaan I: Maleakhi 3:1-4;4:5-6

Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan.

Bacaan dari Nubuat Maleakhi:

Beginilah firman Tuhan semesta alam, “Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sungguh, Ia datang! Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Siapakah yang dapat tetap berdiri apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan perak; dan Ia akan mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan kurban yang benar kepada Tuhan. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan berkenan di hati Tuhan seperti pada hari-hari dahulu kala, dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.

Sesungguhnya, Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya, dan hati anak-anak kepada bapanya, supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mazmur 25:4bc-5ab.8-9.10.14; R:Luk 21:28

Bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.

  • Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.
  • Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.
  • Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian dan peringatan-peringatan-Nya. Tuhan bergaul karib dengan orang yang takwa pada-Nya, dan perjanjian-Nya ia beritahukan kepada mereka.

Bacaan Injil: Lukas 1:57-66

Kelahiran Yohanes Pembaptis.

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika para tetangga serta sanak saudaranya mendengar bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepada Elisabet, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu, dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya. Tetapi Elisabet, ibunya, berkata, “Jangan, ia harus dinamai Yohanes!” Kata mereka kepadanya, “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.”

Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anak itu. Zakharia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: Namanya adalah Yohanes. Dan mereka pun heran semuanya.

Seketika itu juga terbukalah mulut Zakharia, dan terlepaslah ikatan lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Semua orang yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata, “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Injil hari ini menuturkan peristiwa kelahiran Yohanes Pembaptis. Kisah ini bukan hanya sekadar narasi tentang kelahiran seorang bayi, melainkan lebih jauh mengungkapkan rencana ajaib Allah dan bagaimana kepatuhan serta iman dapat membuahkan kesaksian yang kuat bagi orang lain.

Ketika Zakaria, yang telah dibuat bisu karena ketidakpercayaannya, menulis, “Namanya adalah Yohanes,” seketika dia dapat berbicara lagi dan mulai memuji Allah. Tindakan iman ini menjadi saksi kepada semua yang hadir, dan berita tentang peristiwa ajaib ini menyebar ke seluruh daerah Yudea, membuat semua yang mendengarnya bertanya-tanya, “Apakah kiranya yang akan terjadi kepada anak ini?” Ini jelas menunjukkan bahwa tindakan kepercayaan yang tulus dan kepatuhan kepada perintah Tuhan dapat membuahkan hasil yang luar biasa dan menjadi kesaksian yang kuat bagi orang lain.

Perikop ini telah memberikan gambaran kepada kita bahwa Allah memperlihatkan rahmat-Nya yang besar kepada orang-orang yang setia kepada-Nya dalam iman dan kepatuhan. Keluarga kecil ini, yaitu Zakaria, Elisabet, dan Yohanes, masing-masing memainkan peran dalam rencana Allah, dengan kepercayaan dan kepatuhan mereka. Maka, ini menjadi undangan bagi kita untuk bisa lebih mendengarkan dan mematuhi kehendak Tuhan dalam hidup kita.

Allah Bapa kami, berilah kami kekuatan untuk setia mendengarkan Sabda-Mu dan melaksanakan kehendak-Mu dalam hidup kami sehari-hari, amin.

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin Penerbit Obor