Hari Rabu, Pekan Adven IV – Misa Pagi
Novena Natal Hari Kesembilan
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: 2 Samuel 7:1-5.8b-12.16
Kerajaan Daud akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan Tuhan.
Bacaan dari Kitab Kedua Samuel:
Pada masa itu Raja Daud telah menetap di rumahnya, dan Tuhan telah mengaruniakan kepadanya keamanan terhadap semua musuh di sekeliling, Maka berkatalah Raja Daud kepada Nabi Natan, “Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda.” Lalu berkatalah Natan kepada raja, “Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab Tuhan menyertai engkau.”
Tetapi pada malam itu juga datanglah firman Tuhan kepada Natan, “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman Tuhan: Masakan engkau yang mendirikan rumah untuk Kudiami? Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika engkau menggiring kambing domba! Engkau Kuambil untuk Kujadikan raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani, dan telah melenyapkan semua musuh dari hadapanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan atau pun ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu, sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan kepadamu keamanan terhadap semua musuhmu.
Juga diberitahukan Tuhan kepadamu: Tuhan akan memberikan keturunan kepadamu. Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan; Mazmur 89:2-3.4-5.27.29; R:2a
Kasih setia-Mu, ya Tuhan, hendak kunyanyikan selama-lamanya.
- Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-temurun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
- Engkau berkata, “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu Untuk selama-lamanya, dan membangun takhtamu turun-temurun.”
- Dia pun akan berseru kepada-Ku, “Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.” Untuk selama-lamanya Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia, dan perjanjian-Ku denganya akan Kupegang teguh.
Bacaan Injil: Lukas 1:67-79
Allah mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Zakharia, ayah Yohanes, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya, “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia telah mengunjungi umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya, seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala lewat mulut nabi-nabi-Nya yang kudus, untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita; untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita, dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan mengunjungi kita: Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”
Demikianlah Sabda Tuhan
Renungan
Zakaria, yang sebelumnya bisu karena ketidakpercayaannya, kini dipenuhi Roh Kudus dan memuji Allah dengan lantang. Pujiannya, yang disebut Benedictus dalam tradisi Gereja, merupakan ungkapan syukur dan iman yang mendalam. Ia melihat kelahiran Yohanes, putranya sebagai tanda kesetiaan Allah pada janji-Nya kepada keturunan Daud dan kepada seluruh umat Israel.
Bagi Zakaria dan bagi kita, kelahiran Yohanes Pembaptis adalah bukti bahwa Allah selalu setia dan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, bahkan pada saat-saat tergelap sekalipun. Ia mengirimkan terang-Nya ke dalam dunia, menerangi jalan kita dan memberi kita harapan. Yohanes, sang “Nabi dari Yang Maha Tinggi”, menyiapkan jalan bagi Sang Terang.
Malam hari ini kita merayakan Vigili Natal, menyambut kelahiran Sang Juruselamat, yang merupakan tanda amat agung pemenuhan janji Allah yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Biarlah pujian Zakaria mengingatkan kita bahwa Sang Terang itu sudah datang dan memberi kita harapan, kekuatan, dan keberanian untuk melewati masa-masa kelam. Sang Terang itu adalah tanda Allah yang berkenan melawat umat-Nya dan membawa kelepasan bagi mereka.
Ya Bapa, semoga dengan menyongsong kelahiran Putra-Mu, bertambahlah iman, harapan, dan kasih kami kepada-Mu. Semoga damai karena kehadiran Putra-Mu melingkupi kami, keluarga kami, dunia kami, dan seluruh alam semesta, amin.

Sumber: Renungan Ziarah Batin Penerbit Obor
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

