Beranda Jendela Alkitab Harian Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 31 Agustus 2021

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 31 Agustus 2021

09 Oktober 2022, Bacaan Injil 09 Oktober 2022, Bacaan Injil Harian, Bacaan Kitab Suci, Bacaan Pertama 09 Oktober 2022, Bait Allah, Bait Pengantar Injil, Firman Tuhan, Gereja Katolik Indonesia, Iman Katolik, Injil Katolik, Katekese, Katolik, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Lawan Covid-19, Mazmur Tanggapan, Mazmur Tanggapan 09 Oktober 2022, Penyejuk Iman, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Renungan Harian Katolik, Renungan Harian Katolik 2022, Renungan Katolik Mingguan, Sabda Tuhan, Ulasan Kitab Suci Harian, Umat Katolik, Yesus Juruselamat
Ilustrasi

Bacaan Pertama: 1Tes 5:1-6.9-11

Saudara-saudara, tentang zaman dan masa kedatangan Tuhan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kalian sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri di waktu malam. Bila orang mengatakan, bahwa semuanya damai dan aman, maka tiba-tiba kebinasaan menimpa mereka seperti seorang wanita hamil ditimpa oleh sakit bersalin. Maka pasti mereka takkan terluput! Tetapi saudara-saudara, kalian tidak hidup dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kalian seperti pencuri, karena kalian semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu janganlah kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadarlah!

Sebab Allah menetapkan kita bukan untuk mengalami kemurkaan, melainkan untuk memperoleh keselamatan
oleh Tuhan kita, Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersama dengan Dia,
entah kita berjaga entah kita tidur. Maka dari itu hendaklah kalian saling menasihati dan saling membina, sebagaimana memang sudah kalian lakukan.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mzm 27:1.4.13-14 R:13

Aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang hidup.

  • Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
  • Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.
  • Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan!
    Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!

Bait Pengantar Injil: Luk 7:16

Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya.

Bacaan Injil: Luk 4:31-37

Sekali peristiwa Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea. Di situ Ia mengajar pada hari-hari Sabat.
Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Di rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan. Ia berteriak dengan suara keras, “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Engkaulah Yang Kudus dari Allah.”

Tetapi Yesus menghardik dia, kata-Nya, “Diam, keluarlah dari padanya!” Maka setan menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya, dan sama sekali tidak menyakitinya.

Semua orang takjub, lalu berkata satu sama lain, “Alangkah hebatnya perkataan ini! Dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat, dan mereka pun keluar.”

Maka tersiarlah berita tentang Yesus ke mana-mana di daerah itu.

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Menurut St. Ignatius Loyola, salah satu ciri roh jahat ialah bertindak seperti buaya darat: lebih menyukai kegelapan karena ingin menyembunyikan perbuatan maksiatnya. Terang, kebenaran, transparansi ditakutinya. St. Paulus menegaskan bahwa orang kristiani mestinya bukan merupakan “orang-orang malam atau orang-orang kegelapan”, melainkan “anak-anak terang dan anak-anak siang” (1Tes. 5:4-5). Orang yang hidupnya benar tidak takut berterus terang dan transparan. Kebenaran itu memang memerdekakan. Orang seperti ini selalu siap menyambut kedatangan Tuhan. Sementara orang yang hidupnya tidak benar selalu bergerak dalam gelap karena takut ketahuan. Orang seperti ini tidak merdeka, dibelenggu oleh kecemasan, dan malah takut akan kedatangan Tuhan.

Dalam Injil, orang yang kerasukan setan ketakutan didatangi Yesus. Ia tahu bahwa Yesus adalah Yang Kudus dari Allah. Setan dalam diri orang itu menjadi cemas dan gentar karena berpikir Yesus hendak menghancurkannya. Orang yang dikuasai oleh roh jahat memang takut pada orang-orang yang hidupnya suci dan benar. Anak-anak kegelapan sebenarnya gentar pada anak-anak terang. Orang-orang yang tak jujur atau korup dalam suatu instansi merasa terancam dengan kehadiran orang jujur dan bersih. Sebagaimana Yesus disegani oleh orang banyak, kita pun, bila setia hidup sebagai anak-anak terang, akan disegani. Cara hidup kita yang jujur dan bersih menjadi cambuk bagi orang-orang yang tidak jujur.

Tuhan, bantulah kami supaya selalu setia hidup sebagai anak-anak terang. Amin.

Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2021, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik

 

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2021, Penerbit OBOR

Inspirasimu: Ulasan Eksegetis Bacaan Kitab Suci Minggu Biasa XXII/B