Hari Biasa, Pekan Biasa XXI
PF S. Yosef dari Calasanz, Imam
PF S. Ludowikus
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 1Tes 1:2b-5.8b-10
Kalian telah berbalik dari berhala-berhala kepada Allah, untuk menantikan kedatangan Anak-Nya yang telah dibangkitkan.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika:
Saudara-saudara, Kami selalu mengenang kalian dalam doa-doa kami.
Sebab kami selalu teringat akan amal imanmu, akan usaha kasihmu dan ketekunan harapanmu di hadapan Allah dan Bapa kita. Saudara-saudara yang dikasihi Allah, Kami tahu bahwa Allah telah memilih kalian. Sebab Injil yang kami wartakan disampaikan kepada kalian bukan dengan kata-kata saja, melainkan juga dengan kekuatan, dalam Roh Kudus dan kepastian yang kokoh. Kalian sendiri tahu, bagaimana kami telah bekerja di antara kalian, demi kepentingan kalian. Di mana-mana telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah. sehingga kami tidak usah berbicara lagi tentang hal itu. Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kalian menyambut kami, dan bagaimana kalian berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk mengabdi kepada Allah yang hidup dan benar, serta untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari surga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.
Demikianlah sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan: Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b
Tuhan berkenan akan umat-Nya.
- Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh! Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorak atas raja mereka!
- Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, la memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.
- Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka; itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.
Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27
Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan, Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.
Bacaan Injil: Mat 23:13-22
Celakalah kalian, hai pemimpin-pemimpin buta!
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Pada suatu hari Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, “Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, karena kalian menutup pintu Kerajaan Surga di depan orang. Sebab kalian sendiri tidak masuk dan kalian merintangi mereka yang berusaha untuk masuk. Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian, orang-orang munafik, sebab kalian menelan rumah janda-janda sementara mengelabui indra orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kalian pasti akan menerima hukuman yang lebih berat. Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian, orang-orang munafilk, sebab kalian mengarungi lautan dan menjelajah daratan untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kalian menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kalian sendiri. Celakalah kalian, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata, ‘Bila bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas bait suci, sumpah itu mengikat.’ Hai kalian, orang-orang bodoh dan orang-orang buta, manakah yang lebih penting, emas atau bait suci yang menguduskan emas itu? Dan kalian berkata, ‘Bila bersumpah demi mezbah, Sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat. Hai kalian orang-orang buta, manakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu? Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya. Dan barangsiapa bersumpah demi bait suci, ia bersumpah demi bait suci dan juga demi Dia, yang diam di situ. Dan barangsiapa bersumpah demi surga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya.”
Demikianlah sabda Tuhan.
Renungan
Yesus yang lembut hati ternyata bisa mengeluarkan kata-kata keras ketika berhadapan dengan kemunafikan. Ia menegur para pemimpin agama karena mereka mau menyesatkan orang-orang yang mereka pimpin. Dengan memaksakan hukum dan norma agama yang tidak ada sangkut pautnya dengan perintah Allah, mereka justru menampilkan Tuhan sebagai hakim yang kejam dan gambaran yang salah tentang kerajaan-Nya. Mereka membebani umat dengan peraturan yang tidak perlu sehingga mengaburkan hal penting dari ajaran Tuhan, yaitu kasih kepada Allah dan sesama. Lebih parah lagi, mereka menggunakan dalil-dalil keagamaan untuk memperkaya diri dengan menindas janda-janda yang tidak memiliki pelindung. Mereka mempraktikkan tampilan lahiriah hidup beragama, tetapi ajaran Taurat, seperti keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan mereka abaikan.
Kemunafikan adalah penyakit berbahaya dalam kehidupan rohani umat beriman. Mereka yang munafik, yang berpura-pura baik dan saleh, tetapi di dalam hatinya tersimpan niat jahat untuk mementingkan diri sendiri, mungkin memiliki rasa aman, tetapi itu sesungguhnya palsu. Sebab Tuhan Yang Maha Kuasa dapat melihat kedalaman hati mereka. Kemunafikan bukan hanya membuat Tuhan sedih dan kecewa, tetapi juga dapat merusak keharmonisan dalam keluarga, komunitas, Gereja, dan masyarakat. Sebab orang akan merasa tertipu, kecewa, dan tidak percaya lagi kepada kaum munafik. Apakah di dalam hati kita ada benih-benih kemunafikan? Apakah kita sudah berusaha untuk mematikannya sejak awal?
Tuhan, semoga kami tidak pernah menutup Kerajaan Surga bagi orang lain melalui ketidakpercayaan, ketidakpedulian, atau ketidaktaatan kami. Amin.

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

