Beranda OPINI Bahan Liturgi Hari Minggu Misi Sedunia 2008

Bahan Liturgi Hari Minggu Misi Sedunia 2008

Menjadi  Rasul  Bagi  Semua Orang

(Ide  Homili)

Hari Minggu  Misi Sedunia dimaksudkan untuk membarui semangat  solidaritas dan   komitmen misioner  semua warga  Katolik  di seluruh dunia.   Semangat  kesetiakawanan dan pengabdian itu diungkapkan dalam doa, derma  dan kesediaan   diri  kita  untuk  menjadi  pelayan dan rasul Yesus Kristus.

Pada  merayakan  Hari Minggu  Misi  ini,  pikiran kita selalu diarahkan   untuk mengenangkan   Putri  Lyon-Prancis,   Pauline   Marie Jaricot,  Pendiri  Serikat   Kepausan   untuk  Pengembangan  Iman. Dialah  wanita   yang berhati cinta  akan misi  Gereja semesta.  Motonya adalah  “Kita semua adalah katolik,  kita    harus  melakukan sesuatu yang  bersifat  katolik demi  misi  Gereja Sedunia”.   Hati  cintanya  bernyala-nyala  untuk   tekun berdoa, rela memberi derma dan mengabdikan diri secara total   demi   karya misi  Gereja Semesta.

Pada Hari Minggu Misi Sedunia tahun ini, Bapa Suci, Paus  Benediktus  XVI   mengingatkan kita akan  panggilan misioner   untuk  “menjadi  Pelayan dan   Rasul  Yesus Kristus”.  Bapa  Suci  menyadarkan  kita   akan   pentingnya dan  mendesaknya    komitmen   perutusan   untuk   mewartakan  Injil.   “Mewartakan Injil   merupakan  rahmat   panggilan khas  Gereja,  identitas  Gereja” (bdk   EN.No.14).

Gereja harus  mewartakan  Injil  kepada manusia  zaman  ini  yang  sementara mengeluh dan  merindukan  kebebasan anak-anak  Allah (Bdk.Rom 8 :19-22).     Umat manusia dewasa  ini sangat  membutuhkan pembebasan  dan  penebusan  karena   terbelenggu  oleh kemajuan  ilmu pengetahuan dan perkembangan  teknologi modern.  Kenyataannya terjadi  kemerosotan  semangat solidaritas,  penghargaan terhadap martabat pribadi  dan  harga  dirinya.  Banyak orang  menjadi  putus asa, hilang harapan  akan masa  depannya.

Dalam situasi seperti ini, St. Paulus,  Rasul segala  bangsa meyakinkan iman kita  bahwa  umat  manusia   dapat  menemukan   penebusan  dan  harapan  hanya   dalam   Kristus.  Karena   itu  misi  merupakan  tugas  utama   kita   untuk   mewartakan Injil  bahwa  Kristus adalah harapan  kita satu-satunya (2Tim  1:1;  1 Tim  1:1;  Spe  Salve 3 No.3  dan No.27).

Cinta  Kristus   yang bangkit  telah mendesak   Paulus  untuk berani  mewartakan Injil ( 1 Kor 9:16  dan menjadi segala-galanya  bagi semua  orang  (1 Kor 9: 22).  Paulus   terus mewartakan kebaikan cinta Kristus agar orang-orang yang menerima  pewartaannya dapat  mengalami  kasih Allah, hidup  dalam  harapan penuh akan     Kristus,

Seperti Rasul Paulus,  semua  warga Gereja  perlu  menyadari  panggilan  misionernya   untuk  mewartakan  Injil : “Celakakalah  aku  jika  aku  tidak mewartakan Injil” ( 1  Kor 9:16).  Bagi Paulus dan kita semua,  hidup  dan mati  semata-mata  untuk   Kristus.

Paus  Benediktus  XVI   mengajak  para  Uskup,  imam-imam,  biarawan-biarawati,  kaum  awam  untuk  menyadari  panggilan khas  Gereja  ini  untuk  memaklumkan  Injil  melalui  kesaksian hidup  di  tengah dunia.   Injil   yang kita wartakan   harus dapat mengubah hidup kita    dan memberi   harapan baru  bagi  masa depan kita (bdk  Sepe Salvi  No.2).

Bapa Suci  memberi  penghargaan yang  dalam  kepada Karya Kepausan  yang telah menginjili dunia,  menanamkan semangat  solidaritas  dan  kerja sama misioner  di anatara Gereja-gereja sedunia. Paus mengingatkan kita bahwa doa mesti  ditingkatkan dalam kehidupan  umat   kristiani   sebagai   kekuatan rohani   untuk  mewartakan Injil  dan   membawa  Cahaya  Kristus   ke  tengah dunia (bdk  Spe  Salvi  No. 14).

Sebagai warta  Gereja , kita  patut  membaktikan diri  kita demi  kemajuan  umat   manusia  di dunia   dengan   penuh rasa tanggung  jawab,   menuntun umat kita  untuk   beriman kepada  Allah dan menyerahkan   seluruh  hidup kita  kepada   Allah, Sang  Pencipta Kehidupan,  sumber  pengharapan kita (bdk  Mat  22 :21).

Kita semua diutus  untuk   mewartakan injil ke tengah keluarga kita, komunitas   biara kita,  Komunitas  Basis   Kristiani    dan paroki kita    agar   komunitas-komuntas  kita seperti  umat di  Tesalonika   dapat  hidup   dan  bertumbuh   dalam  iman,  cinta kasih  dan harapan yang  penuh   akan   Yesus   Kristus ( bdk  1 Tes 1 : 3)

Marilah kita bersama Pauline Marie Jaricot, Pendiri Serikat  Kepausan Pengembangan   Iman beryukur kepada Allah atas anugerah  panggilan  kita  sebagai Pelayan dan  Rasul  untuk   mewartakan   Injil.  Kita   berdoa  kepada Allah   dengan   pengantaraan  Rasul  Paulus  dan    Bunda  Maria  agar   kita dapat  ‘menjadi  pelayan dan  rasul  bagi semua  orang”.   

Selamat   Merayakan   Hari   Minggu Misi  Sedunia.

 

Kreasi  Liturgi Hari  Minggu  Misi

Demi menciptakan suasana liturgi yang hikmat dan berjiwa misioner  kami menganjurkan  beberapa  hal sebagai berikut :

•1.      Dekorasi/hiasan  di  tempat  perayaan  dan altar :

•v     Globe  dan bendera   dengan lima warna  misioner  :

Afrika  = Hijau,  Amerika :  Merah ,  Asia :  Kuning ,

Australia-Oceania : Biru ,  Eropa : Putih

•v     Patung/Poster   Maria  Bunda  Misi,  Rosario  Misioner

•v     Poster/Gambar Pauline Marie Jaricot, Pendiri Serikat Kepausan  Pengembangan Iman.

•v     Patung/Poster/Gambar  Santo  Paulus :  Rasul  bagi segala  bangsa.  Tahun Paulus diperingati selama setahun 28 Juni  2008-29  Juni  2009.

•2.      Barisan  Imam/Pemimpin  Upacara ( pada perarakan masuk dan  keluar ) :

Para Misionaris, lima orang  utusan  dari  lima  benua  dengan   mengenakan    busana warna misioner,  petugas liturgi lain dapat. mengenakan  busana budaya sempat.

•3.      Pembaca/Lektor   dan  Pemazmur  :   mengenakan  budaya  setempat.

•4.      Homili/Khotbah/Kesaksian  :

Sharing/Kesaksian :

Dapat  dibuat dalam  bentuk  sharing  pengalaman  misi   para  misionaris, kisah panggilan seorang imam/suster/frater/bruder/katekis awam/keluarga (anggota  keluarganya  yang  berkarya di daerah misi di dalam/luar  negeri).

Sumber  inspirasi : 

•§         Misi  Rasul Paulus teladan pewartaan kita

•§         Pesan Paus   Benediktus  XVI :  Menjadi   Pelayan dan  Rasul  Yesus   Kristus

•§         Misi Pauline   Marie  Jaricot – Pendiri Serikat  Kepausan  Pengembangan Iman

•§         Bacaan Kitab Suci  Hari Minggu  Biasa ke-29  Tahun  A.

•§         Gagasan   pokok Homili

•5.      Doa Permohonan : Berdoa bagi  umat di lima benua  dengan  mengenakan   busana  warna  misioner.

•6.      Pembawa Persembahan :  membawakan    bahan   persembahan  lokal     dengan nmengenakan   busana   adat setempat .

•7.      Sesudah   Perayaan :

Di depan  pintu  Gereja ,  umat  dapat memberikan salam  kepada   Pemimpin  Upacara,  para misionaris   yang hadir,   memberi salam satu kepada  yang lain  sebagai tanda sukacita   bahwa  kita semua adalah  misionaris.

•8.      Doa : doa-doa disusun  untuk memupuk, menguatkan  dan mengembangkan semangat  misioner.

•9.      Lagu/musik untuk Ekaristi/Ibadat:  memilih lagu-lagu dengan  tema  perutusan, bernuansa inkulturatif yang membangkitkan  semangat  misioner dan cinta  budaya  sendiri.

•10.  Tarian  Liturgis : sangat dianjurkan  tarian liturgis   dari  motif    tarian  daerah    yang dikemas/diperagakan  dalam  jiwa dan gerakan perutusan  pada  bagian-bagian  tertentu (Tarian  Pembuka, Persembahan,  Penutup) atau   ditarikan  seluruhnya   bersamaan dengan  lagu-lagu  umat dan koor.

  

PERAYAAN EKARISTI

DAN

IBADAT   SABDA TANPA  IMAM

Tema :  Menjadi  Rasul   Bagi  Semua Orang

 

Pengantar

I = Imam  ;  P = Pemimpin

I/P        Saudara-saudari  terkasih,

Pada  hari ini, kita  merayakan  Hari Minggu Misi Sedunia ke-82.  Bapa  suci  Paus  Benediktus  XVI  menyegarkan kembali  panggilan misioner kita  melalui  pesannya :  “Menjadi Pelayan dan Rasul Yesus Kristus”. Berkenaan dengan  peringatan 2000 tahun  kelahiran  Rasul   Paulus,  Bapa  suci  menawarkan  kepada  kita  untuk  mencermati  semangat   misioner   Rasul  Paulus  sebagai   contoh  bagi kita dalam  mewartakan Injil.

Marilah kita  berdoa  bagi   pewarta  Sabda  Allah,  terlebih  bagi mereka  yang  berkarya di daerah-daerah  misi  yang sulit.   Kita  juga  berdoa   mohon panggilan khusus   untuk  menjadi  misionaris sebagai imam,  biarawan-biarawati   dan  awam.

Seruan  Tobat

I=Imam      P =  Pemimpin  Ibadat

I/P       Tuhan Yesus  Kristus,  Engkau mengingatkan kami untuk memberikan kepada  Allah   yang menjadi  hak  Allah.

Tuhan ,  kasihanilah  kami.

U         Tuhan, kasihanilah   kami.

I/P       Tuhan  Yesus  Kristus,   Engkau   telah memilih kami   menjadi pelayan dan  rasul-Mu  untuk  mewartakan  Injil  ke seluruh dunia.

Kristus,  kasihanilah kami

U         Kristus,  kasihanilah kami

I/P       Tuhan Yesus Kristus,  Engkau mengajarkan  kami  untuk  tekun  berdoa     dan  bersyukur  atas  pekerjaan iman, perbuatan kasih, pengharapan kami    yang   teguh  kepada-Mu.

Tuhan,   kasihanilah kami

U         Tuhan  kasihanilah kami

Doa  Pembuka

I/P        Allah Bapa yang mahakasih, Engkau telah memanggil   kami  untuk menjadi   pelayan dan rasul Yesus  Kristus, Putra-Mu   seperti   Santo  Paulus,   rasul   bagi segala bangasa.  Semoga  kami  dapat meneladani dia, membaktikan diri sepenuhnya  bagi kemuliaan nama-Mu,  berani  memberitakan Injil  kepada semua   orang,  terlebih   kepada orang-orang yang telah kehilangan imannya dan  yang   belum  mengenal  Engkau.  Demi  Yesus  Kristus,  Putra-Mu……..

Bacaan :  diambil  hari  Minggu  Biasa  ke-29  Tahun  A

Yes  45:  1.4-6;   1Tes  1:1-5b;     Mat  22:15-21.

Doa Umat  :

I/P        Bapa  yang mahakasih, kami datang kepada-Mu untuk  memanjatkan doa-doa  kami  melalui Yesus  Kristus,  Putra-Mu :

1          Bagi  Para  Pemimpin Gereja:

Ya  Bapa, kuatkanlah  para   pemimpin  gereja : Sri Paus,  para uskup, imam-imam   agar dapat  melayani  umat-Mu   dengan  penuh  kerendahan hati.

2          Bagi  Para  Pemimpin Negara:

Ya Bapa, gerakanlah hati para pemimpin negara di dunia agar dapat  memperhatikan  kesejahteraan rakyat-Mu  dengan penuh cinta kasih.

3          Bagi  para misionaris:

Ya Bapa, teguhkanlah iman para  misionaris  kami   agar dapat  memaklumkan Injil  dengan hati  gembira dan dapat bertahan  terhadap segala  tantangan  salib.

4          Bagi  kaum muda,  remaja  dan  anak-anak

Ya  Bapa,  tumbuhkanlah  semangat  pelayanan dan  kerasulan   dalam hati  kaum muda, remaja dan anak-anak agar mereka rela melayani dan mewartakan Injil   kepada   teman-teman  yang  miskin, sakit,  tertindas  dan belum mengenal  Kristus.

5          Bagi  kita  bersama

Ya  Bapa,  jiwailah  kami  yang  hadir  di sini dengan terang Roh-Mu   agar dapat bersatu hati,   siap  melayani   dan   mewartakan  Sabda  tanpa  menuntut  imbalan jasa.

I/P        Ya  Bapa  yang maha kasih,  Engkau mengenal  cita-cita dan  keinginan   kami akan kebaikan  dan kebahagiaan.  Kami  percaya,  Engkaulah sumber sukacita dan harapan  kami.  Semoga   Engkau  berkenan   mengabulkan doa-doa  kami.  Demi  Kristus,   Tuhan   dan   Pengantara  kami.

Doa  Persiapan  Persembahan

I/P        Allah  Bapa  yang  mahakasih,

kami mempersembahkan roti dan anggur ini  sebagai tanda syukur dan  penyerahan diri  kami  kepada-Mu.  Satukanlah  kurban kami  ini dengan   kurban Yesus  Putra-Mu  agar   dapat  menjadi sumber kekuatan hidup   dan  perutusan kami.

Dengan  pengantaraan   Kristus,  Tuhan   kami.

Doa  Penutup : 

I/P        Allah  Bapa  yang mahabaik,

kami bersyukur atas sabda cinta-Mu,  santapan  Tubuh  dan Darah   Kristus  yang menguatkan hidup  dan perutusan  kami.  Semoga berkat  rahmat surgawi ini, kami  dapat mengikuti  teladan Rasul  Paulus, saksi  kebenaran-Mu  dalam  melayani dan  mewartakan Injil  kepada  kaum miskin,  saudara-saudari yang  tertindas  dan  orang-orang  yang  tak beriman.  Demi   Kristus,  Tuhan dan pengantara  kami.

 

BAHAN TEMU   BINA  IMAN  ANAK 

Tema              : Misionaris cilik, Yes!

Tujuan            : Anak memahami tugasnya untuk memperkenalkan Yesus

                           kepada   orang lain.

Sarana           : Kitab suci Perjanjian  Baru,  Gambar/Poster/Foto  Rasul Paulus

Lagu Pembukaan : Jadilah Terang (HPN 226)

Doa Pembukaan :

Tuhan Yesus yang baik, kami berterima kasih untuk teladan pewarta yang baik yang ditunjukkan oleh Rasul Paulus. Bantulah kami untuk dapat belajar dari Rasul Paulus untuk menjadi pewarta yang baik dan berani. Ini kami mohon demi Kristus ,Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Sharing Pengalaman Misioner :

Pendamping dapat mengarahkan tema sharing pada tema pertemuan hari ini, atau tentang misi dan karya-karya misi di tanah air dan luar negeri.

Bacaan Kitab Suci : 1Tes.1:1-5b

Dari Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu. Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami.  Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.  Dan kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu.  Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.

Pendalaman  Materi  :

Pada Minggu Misi kali ini, kita secara khusus memperingati ulang tahun kelahiran St. Paulus yang ke-2000 tahun. Seperti kita ketahui, Rasul Paulus adalah salah satu dari banyak rasul yang berani menanggung resiko dalam mewartakan Kristus. Kita juga mengetahui bahwa pada awalnya Rasul Paulus sangat membenci orang-orang Kristen, dahulu dia bernama Saulus. Pada akhirnya Saulus dipakai Tuhan menjadi pewarta keselamatan. (bdk. Kisah Para Rasul 9)

Ada banyak orang yang saat ini belum mengenal siapa Yesus, tapi kita mengenal-Nya. Kita mempunyai tugas untuk memperkenalkan Yesus kepada orang-orang yang belum mengenal-Nya, mulai dari orang yang paling dekat dengan kita sampai ke tempat-tempat lain yang mungkin dapat kita jangkau.

Ayat Emas :

Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! (Kisah Para Rasul 18:9)

Aktivitas :

  1. Pendamping dapat juga mengundang seorang misionaris atau yang pernah menjadi misionaris di luar negeri, yang ada di keuskupan untuk memberikan sharing kepada anak-anak tentang tugasnya sebagai seorang misionaris.
  2. Permainan : Bersedia – siap – tangkap

Cara bermain :

– Anak berdiri dengan membentuk lingkaran besar.

– Bila pendamping mengucapkan kata : “bersedia”, maka semua anak

harus membuka telapak tangan kirinya di samping bahunya.

•-          Bila pendamping mengucapkan kata : “siap”, maka semua anak

harus  meletakkan jari telunjuk kanannya di telapak tangan teman sebelahnya.

– Bila pendamping mengucapkan kata : “tangkap”, maka semua anak

harus berusaha menangkap telunjuk temannya tersebut.

 

Catatan :

– Pendamping dapat menggabungkan  kata-kata : kata ketiga bisa

diganti “TAHAN” (kalau diucapkan kata tahan, anak-anak harus

menahan, bukan menangkap).

– Permainan bisa diulang sesuai waktu yang tersedia.

– Pada akhir permainan tanya beberapa orang bagaimana perasaannya

ketika berhasil menangkap jari telunjuk teman dan bagaimana juga

perasaan ketika tertangkap oleh teman.

– Maksud permainan adalah kita harus berusaha menangkap teman-

teman dan membawa mereka kepada Yesus.

Perutusan Misioner :

Pendamping dapat membimbing anak supaya dapat merumuskan satu tindakan konkrit  yang akan dilakukan sepanjang minggu itu.

Contoh : Saya akan memperkenalkan Yesus kepada teman sekitar rumah yang belum mengenal-Nya.

Doa Penutup :

Tuhan Yesus, berilah kami  kemampuan dan keberanian untuk memperkenalkan Engkau kepada siapa saja yang kami temui. Kami mohonkan ini kepada-Mu, Tuhan dan sahabat kami. Amin.

Lagu Penutup : Anak Misioner (HPN 240)

  

BAHAN   TEMU  BINA  IMAN  REMAJA

Menjadi   Pewarta Sabda Yang   Gembira  

  

Lagu Pembuka :   Mars  Sekami atau   Himne Sekami

Sapaan   Pendamping :

Hello  Adik-adik ….. Apa   khabar?  Wah  tampaknya semua  gembira.   Apakah  adik-adik  pernah dengar  nama  Rasul  Paulus?  Berbahagialah   adik-adik yang bernama   Paulus.   Ya  luar  biasa.   Pada tanggal    28  Juni  2008    sampai   tanggal 29 Juni  2009,  Bapa  Suci  Paus   Benediktus  XVI    tetapkan sebagai    Tahun   Paulus. Kita  memperingati  ulang  tahun  kelahiran   Rasul   Paulus  ke-2000.

Santo Paulus  itu seorang  misionaris, Utusan   Tuhan  Gereja pertama.  Dia  selalu  gembira  dalam  mewartakan   Injil  kepada  orang-orang yang   tak beriman,   artinya  orang-orang yang  belum  dibaptis  dan belum  mengenal  Tuhan  Yesus.

Maukah  adik menjadi Pewarta Injil   seperti   Rasul  Paulus?  Yeee. luar  biasa.

Adik-adik, jangan  lupa  Hari ini adalah Hari Minggu Misi Sedunia. Kita berdoa untuk  para misionaris  dan calon-calon misionaris.   Misionaris itu  apa? Rasul  Tuhan Yesus,  pewarta injil.

Mengenangkan  Pesta Nama  St. Paulus :

( bila ada anak  yang  bernama  Paulus)

Sekarang  kita  memberi salam dan menyanyikan bersama-sama  lagu  yang  gembira   untuk  teman-teman yang  bernama  Paulus.  Dinyanyikan dalam  notasi lagu  ‘Happy  Birthday’.

Salam  Bahagia  Paulus

    1.    Salam  Bah’gia  Paulus,  Salam  Bah’gia  Paulus,

          Salam  Bah’gia, Salam  Bah’gia,    Bahagia   slamanya.

  1. Tuhan berkat Paulus,   Tuhan  berkat  Paulus,

          Tuhan  berkat,  Tuhan  berkat,   berkat  engkau   slamanya.

Doa Pembuka :  

Tuhan Yesus Kristus, Engkau memanggil Paulus menjadi rasul-Mu untuk  mewartakan injil  kepada segala bangsa.  Terima kasih   karena  Engkau  memanggil kami juga  untuk  mewartakan sabda-Mu dengan  hati  gembira. Terpujilah nama-Mu,  sekarang  dan selama-lamanya.   Amin.

Bacaan   Kitab Suci : Bacaan ke-2   Minggu Biasa  A   1 Tesalonika : 1-5 b.

Teks Kitab Suci  ini  dapat dibacakan secara  bergilir, ayat demi ayat  oleh anak-anak   yang  hadir.  Dibacakan beberapa  kali   agar setiap  anak mendapat  giliran.

Bila jumlah anak banyak (lebih dari 20  orang)  sebaiknya dibacakan bersama-sama.

Tanya-jawab :

•1.      Adik-adik , Teks Kitab Suci   tadi   ditulis   oleh   Rasul  Paulus  dalam  bentuk surat . Surat  itu  ditujukan kepada  siapa?

Jawab  :  Umat  Tesalonika

•2.      Apa  isi  surat  itu?

Jawab :

  • Rasul  Paulus  memberi salam damai  kepada  umat  Tesalonika
  • Rasul Paulus  bersyukur  kepada  Allah  karena umat  Tesalonika  baik
  • Rasul   Paulus   berdoa  bagi  umat  Tesalonika.

•3.      Mengapa  Rasul   Paulus  memuji   umat di  Tesalonika?

Rasul  Paulus  memuji  umat Tesalonika   karena  mereka :

•§         rajin   melaksanakan kegiatan  bina  iman/pekerjaan iman, 

•§         saling  mengasihi  satu sama  lain, 

•§         tekun   berharap  pada Tuhan Yesus.  

Peneguhan

Adik-adik  yang baik.

Rasul  Paulus itu  seorang   pewarta  injil yang  penuh semangat.   Ia selalu  bersyukur  kepada  Allah dan berterima kasih  kepada  umat  yang ia  layani.  Ia  membawa salam  sukacita dan damai  bagi umatnya. Ia meneguhkan iman umat  yang lemah, memberi    harapan  baru  bagi umat yang   putus asa.  Ia  menumbuhkan kasih umatnya  kepada  Allah dan sesama.  Ia  berdoa  bagi  umatnya  agar  tetap setia dan percaya  kuat  pada  Tuhan  Yesus.

Nah,  maukah  adik-adik  ikut    teladan Rasul   Paulus?

Yeee… jadilah Pewarta Sabda   yang  gembira.

Bergembiralah selalu  mewartakan  Sabda  Tuhan.

Ayat  Emas :

“Kami  ingat akan  iman, kasih, harapan  kamu  pada  Tuhan Yesus”

   ( 1 Tes  1 :3).

Aktivitas : 

Anak-anak  menghafal  ayat emas dan    saling   meneguhkan.

Sambil   berpegangan tangan  anak-anak   mengucapkan  ayat emas.

Kata  KAMI  dapat diganti  dengan AKU  :   Aku  ingat akan ……. !

Anak-anak  harus   saling  meneguhkan   dengan semua teman yang  hadir.

Lagu :   Kubawa Damai   atau  Dalam  Yesus Kita  Bersaudara.

Doa   Permohonan:

Didoakan oleh  lima anak.  

Semua  menjawab :   Jadikanlah kami  Pewarta Sabda  yang gembira.

•1.      Tuhan  Yesus,

Terima kasih,  Engkau memanggil  kami  menjadik  rasul   cilik-Mu

Semua :  Jadikanlah  kami  pewarta sabda  yang  gembira.

•2.      Tuhan   Yesus,

Terima kasih, Engkau  menguatkan  iman, harapan dan kasih kami  kepada-Mu.

Semua :  Jadikanlah  kami pewarta   sabda     yang  gembira.

•3.      Tuhan   Yesus,

Terima kasih,  Engkau  menggerakkan  hati  kami  untuk  berdoa dan memberi derma   bagi teman-teman  kami  di seluruh dunia.

Semua :  Jadikanlah  kami   pewarta sabda  yang  gembira.

•4.      Tuhan   Yesus,

Terima kasih,  Engkau  menyertai  kami   untuk  mewartakan injil  kepada  teman-teman  yang belum  mengenal   nama-Mu.

Semua :  Jadikanlah  kami  pewarta  sabda   yang  gembira.

•5.      Tuhan  Yesus,

Terima kasih,  Engkau  menolong kami untuk mengantar  teman-teman  yang  tersesat   untuk  kembali   kepada-Mu.

Semua :  Jadikanlah kami  pewarta sabda   yang  gembira.   

Doa  Bersama :  Doa   Bapa Kami,   3 kali salam  Maria dan  Kemuliaan.

Kolekte /Derma  : 

Derma  Hari   Minggu  Misi  dikirim  ke  Roma

Pengumpulan derma diiringi lagu   2D2K   atau satu lagu yang sesuai.

 

Tugas Perutusanpilih satu  tugas  yang bisa dilaksanakan  segera.   

•·        Mendoakan,  memberi derma  dan hadiah   apa saja   kepada  misionaris (pastor, suster, frater, bruder)  yang ada di tempat (bila ada misionaris).

•·        Mengunjungi  dan menghibur  misionaris  tua  di biara /panti jompo/paroki.

•·        Mengunjungi, memberi derma/hadiah  kepada   teman-teman yang sakit  di rumah keluarga/rumah sakit,   di panti asuhan  dan  di  penjara.

Doa Penutup :

Tuhan  Yesus  Kristus,

Kami  bahagia dan  bersyukur menjadi  rasul  cilik-Mu.

Semoga   kami seperti  Rasul  Paulus / menjadi   pewarta injil  yang gembira,

berani  membawa  nama-Mu / kepada  teman-teman yang  belum  mengenal  Engkau.

Terpujilah   Nama-Mu,    kini  dan   sepanjang   masa.

Amin.

Lagu   Penutup :  Anak Misioner atau Mars Pendiri Sekami.