Beranda DOA BREVIR Brevir Pagi, Selasa: 23 Mei 2017 PEKAN VI PASKAH – O PEKAN...

Brevir Pagi, Selasa: 23 Mei 2017 PEKAN VI PASKAH – O PEKAN II Hari biasa Pekan VI Paskah

PEMBUKAAN

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya.

MADAH

Fajar menyingsinglah sudah

Langit menggemakan madah

Bumi bersorak-sorailah

Neraka mengaduh kalah.

Kala raja nan perkasa

Menggempur markas neraka

Menggilas kuasa maut

Dengan gagah tanpa takut.

Meskipun tertutup batu

Dijaga banyak serdadu

Namun pemenang yang luhur

Bangkit mulya dari kubur.

Mulyalah Engkau ya Tuhan

Yang bangkit tak terkalahkan

Serta Bapa dan Roh suci

Mulyalah kekal abadi. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Kamu sudah datang ke gunung Sion, ke kota Allah yang hidup, alleluya

Mazmur 42 (43) Rindu akan bait Allah

Aku telah datang ke dunia sebagai cahaya (Yoh 12, 46)

Berikanlah keputusan yang adil kepadaku, ya Allah,†

dan belalah hakku terhadap orang jahat,*

luputkanlah aku dari orang yang curang dan penipu.

Engkaulah Allah pelindungku, mengapa aku Kuabuang?*

Mengapa aku sedih, tersesak oleh musuh?

Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu untuk menuntun aku*

dan mengantar aku ke gunungMu yang kudus, ke tempat kediamanMu.

Maka aku akan menuju ke mesbah Allah,†

menghadap Allah, sukacita dan kegembiraanku,*

dan bersyukur kepadaMu dengan kecapi, ya Allah, Allahku!

Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?†

Berharaplah kepada Allah,

aku akan bersyukur lagi*

kepada Allah, penolongku.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus,

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Kamu sudah datang ke gunung Sion, ke kota Allah yang hidup, alleluya

Antifon

Aku telah Kauselamatkan dari liang kubur, alleluya.

Kidung Yes 38,10-14.17-20 Takut akan mati, gembira karena sembuh

Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup…, dan Aku memegang kunci maut (Why 1, 17-18)

Aku berkata: Di puncak kehidupanku†

aku menuju pintu alam maut,*

ke sana aku dipanggil untuk selanjutnya.

Aku berkata: Aku tidak akan memandang Tuhan lagi†

di dunia orang yang hidup;*

tidak lagi akan kujumpai orang antara penduduk bumi.

Pondokku akan dibongkar,*

dicabut bagaikan kemah gembala.

Bagaikan tukang tenun Engkau menggulung hidupku,*

Memotong benar hidupku dari pakan.

Siang malam aku Kaubiarkan,†

hingga pagi aku mengaduh,*

seperti singa Engkau meremuk tulangku.

Seperti burung layang-layang aku mencecit kegelisahan,*

berdekut laksana burung merpati.

Pudarlah mataku karena menengadah,*

aku tertindas, ya Tuhan, tolonglah aku.

Namun, jiwaku telah Kauhindarkan dari liang kubur,*

dan segala dosaku Kaubuang jauh.

Alam maut tidak memuji Engkau,†

orang mati tidak memuliakan Dikau,*

yang turun ke dalam kubur tidak mengharapkan kesetiaanMu.

Hanya yang hidup memuji Engkau, seperti aku sekarang ini,*

semoga kesetiaanmu diwartakan turun-temurun.

Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan daku,†

maka kami akan membunyikan kecapi, di rumah Tuhan, sepanjang hidup kami.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus,

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Aku telah Kauselamatkan dari liang kubur, alleluya.

Antifon

Tanah kami Kaukunjungi dengan kelimpahan, alleluya.

Mazmur 64 (65) Ucapan syukur meriah

Dengan Sion dimaksudkan kota surgawi (Origenes)

Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion,*

dan kepadaMulah nadar dipenuhi.

Engkau biasa mendengarkan doa,†

semua mahkluk yang lemah datang kepadaMu*

karena merasa bersalah.

Walaupun dosa melebihi kekuatan kami,*

namun Engkau mengampuninya.

Berbahagialah orang yang Kaupilih dan Kauundang*

untuk diam di pelataranMu.

Semoga kami turut menikmati kebaikan rumahMu,*

di dalam baitMu yang suci.

Secara mengagumkan Kaukabulkan doa kami,*

ya Allah yang adil, penyelamat kami.

Engkaulah kepercayaan seluruh bumi,*

sampai ke batas-batas samudera.

Engkau membuat gunung yang kokoh kuat,*

pinggangMu berikatkan keperkasaan.

Engkau meredakan deru lautan,*

meredakan gemuruh gelombangnya.

Para penghuni seluruh bumi*

takut akan kuasaMu yang dashsyat.

Dari timur sampai ke barat*

Kaupenuhi dunia dengan sorak-sorai.

Tanah kami Kaukunjungi dengan kelimpahanMu,*

Kaubuat kaya dan subur.

Mega langit penuh air,*

yang Kausediakan untuk kesuburan tanah.

Begini Engkau mengerjakannya: †

Engkau menggenangi alur bajak dan membasahi gumpalan tanah,*

menggemburkan tanah dengan hujan dan memberkati tumbuhnya tanam-tanaman.

Dengan demikian seluruh tahun Kaumahkotai dengan kebaikanMu,*

jejakMu membawa kesuburan.

Bahkan padang gurunpun menjadi subur,*

dan bukit-bukit menghijau permai.

Padang rumput berdandanan kambing domba,†

lembah-lembah berselimutkan panenan,*

semuanya bersorak-sorai dan menyanyikan pujian.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus,

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Tanah kami Kaukunjungi dengan kelimpahan, alleluya.

BACAAN SINGKAT

(Kis 13,30-33)

Allah membangkitkan Yesus dari alam maut pada hari yang ketiga. Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem. Mereka itulah saksiNya bagi umat ini. Maka sekarang kami mewartakan kabar gembira kepada saudara, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada para leluhur, telah digenapi oleh Allah bagi kita, keturunan mereka. Sebab Allah telah membangkitan Yesus, seperti tertulis dalam Kitab suci. Engkaulah puteraKu, pada hari ini Aku menjadi Bapamu.

LAGU SINGKAT

P: Tuhan bangkit dari kubur,* Alleluya, alleluya.

U: Tuhan bangkit dari kubur,* Alleluya, alleluya.

P: Sesudah disalibkan bagi kita.

U: Alleluya, alleluya.

P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U: Tuhan bangkit dari kubur,* Alleluya, alleluya.

Antifon Kidung

Tinggal sesaat saja dan dunia tidak melihat Aku lagi. Namun kamu akan melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup, alleluya.

KIDUNG ZAKARIA

(Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon Kidung

Tinggal sesaat saja dan dunia tidak melihat Aku lagi. Namun kamu akan melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup, alleluya.

DOA PERMOHONAN

Dengan kekuatanNya sendiri Kristus mendirikan kembali kenisah tubuhNya yang telah hancur. Maka marilah kita bergembira bersama Dia dan mohon:

U: Anugerahilah kami buah kebangkitanMu, ya Tuhan.

P: Engkau melimpahkan kegembiraan kepada para wanita dan para rasul waktu kebangkitanMu, ya Kristus, penyelamat seluruh dunia,* angkatlah kami menjadi saksiMu.

U: Anugerahilah kami buah kebangkitanMu, ya Tuhan.

P: Engkau menjanjikan kehidupan baru kepada semua orang,* teguhkanlah kami menjadi pewarta InjilMu.

U: Anugerahilah kami buah kebangkitanMu, ya Tuhan.

P: Engkau berulang kali menampakkan diri kepada para rasul dan memberi mereka Roh kudusMu,* baharuilah Roh pencipta di dalam hati kami.

U: Anugerahilah kami buah kebangkitanMu, ya Tuhan.

P: Engkau telah berjanji kepada murid-muridMu bahwa Engkau akan tinggal bersama mereka sampai akhir zaman,* tinggallah hari ini bersama kami, dan dampingilah kami senantiasa.

U: Anugerahilah kami buah kebangkitanMu, ya Tuhan.

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah namaMu.

Datanglah kerajaanMu.

Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP

Allah, Bapa kami yang ada di surga, kami umatMu selalu bergembira, karena diangkat menjadi anak-anakMu. Semoga kami dapat mengharapkan kebangkitan serta keselamatan abadi.

Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

 

Sumber: Buku Ibadat Harian Ofisi Menurut Ritus Roma Diterbitkan Oleh PWI-Liturgi, 1995, Penerbit Nusa Indah Ende.