Beranda KWI KOMSOS KWI Frater Seminari St. Mikhael-Kupang Belajar Menulis Produktif

Frater Seminari St. Mikhael-Kupang Belajar Menulis Produktif

Sekretaris Eksekutif Komsos KWI RD Kamilus Pantus / Foto ; Retno Wulandari

KALI kedua Tim Indonesia menulis bersama Komsos KWI (Konferensi Waligereja Indonesia) hadir di Seminari Tinggi  St. Mikhael Kupang, Nusa Tenggara Timur. Selama tiga hari (21-23/1/16) para frater tingkat 1 dan 2 akan  belajar untuk menjadi penulis produktif.  Budi Sutedja bersama Maria Herjani (tim Indonesia Menulis) akan membekali 76 peserta yang berasal dari 3 keuskupan (Keuskupan Agung Kupang, Weteebula dan Atambua) tentang  cara menulis yang baik, memahami seluk beluk buku dan penerbitannya serta beragam buku.

seminarikupang2“Diharapkan dengan pelatihan ini para frater tidak hanya menulis untuk kepentingan pendidikan saja seperti paper, skripsi dan tugas-tugas lainnya, namun kelak dengan ilmu menulis yang sangat penting ini para frater dapat menginjili melalui media” Demikian diungkapkan Romo Praises RD Herman Punda Panda saat membuka pelatihan menulis di Aula Seminari Tinggi St. Mikhael Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (21/1/2016).

Seperti kita ketahui, lanjut Romo Herman, media dewasa ini sangat luas, tidak hanya media-media mainstream seperti TV, Radio, Koran dan majalah, tapi kehadiran media sosial yang sangat kuat dampak dan pengaruhnya dalam kehidupan kita.

seminari kupang1Praeses Seminari Tinggi St. Mikhael ini juga menekankan agar para frater memanfaatkan  media sosial ini untuk pewartaaan. “Semakin banyak hal baik yang diwartakan di media sosial, maka hal-hal yang buruk di media sosial pun akan tergeser,” tegasnya.

Pelatihan ini diprakarsai oleh Komisi Komunikasi Sosial, Wali Gereja Indonesia (Komsos KWI), sebagi bagian dari tugas KWI membantu keuskupan dan smeinari tinggi dan sekolah pastoral.

“Intermirifica mengharuskan kita ambil bagian dalam kegiatan pastoral gereja. Oleh karena umat harus tahu. Maka mau nggak mau  kita harus memiliki kemampuan memublikasikan kegiatan pastoral gereja baik secara cetak maupun online.  Karena itu setiap orang termasuk imam dan calon imam harus belajar menulis untuk memublikasikan kegiatan pastoral gereja,”ujar Sekretaris Eksekutif Komsos KWI, RD Kamilus Pantus.

Keterangan Foto : Sekretaris Eksekutif Komsos KWI RD Kamilus Pantus saat memberi sambutan