Home BERITA Keuskupan Atambua Kehilangan 2 Imam Dalam Hitungan Jam

Keuskupan Atambua Kehilangan 2 Imam Dalam Hitungan Jam

Remove tBapa Kami, doa Angelus, Doa bersama, gereja katolik, Kabar Duka, keselamatan jiwa, RIPerm: Bapa Kami Bapa KamiRemove term: doa Angelus doa AngelusRemove term: Doa bersama Doa bersamaRemove term: gereja katolik gereja katolikRemove term: Kabar Duka Kabar DukaRemove term: keselamatan jiwa keselamatan jiwaRemove term: RIP RIP

Duka mendalam menyelimuti Keuskupan Atambua karena berpulangnya 2 imam Tuhan karena sakit. Romo Maxi Alo Bria, Pr (60) Pastor Paroki Santo Yoseph Freinademetz, Labur, meninggal Senin, (25/5/2020) karena diagnosa dokter serangan jantung. Berselang beberapa jam, duka lagi karena berita tersiar telah meninggal imam Tuhan, Romo Herry Naebobe, Pr (54) Pastor Paroki Santo Yohanes Pemandi Naesleu, Selasa, (26/5/2020), pukul 18.30 Wita.

Romo Maxi Alo Bria, Pr

Misa pemakaman Romo Maxi Bria dipimpin oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, pukul 14.00 Wita. Dalam kotbah Uskup Domi meneguhkan hati keluarga dan umat yang hadir dalam jumlah yang sangat terbatas, agar melihat kematian sebagai jalan Tuhan. Mati adalah titik akhir dari perjuangan di dunia ini.

“Kematian itu jalan Tuhan dan kita harus terima. Tidak boleh larut dalam kesedihan. Tapi kesempatan untuk kembali kepada persekutuan ilahi dengan sang Pencipta”, ucap Uskup Domi.

Uskup Domi mengharapkan agar kematian Romo Maxi tidak membuat keluarga dan umat larut dalam duka. Kehadiran umat dalam misa pemakaman ini dibatasi dan mengikuti protap covid-19. Umat yang datang melayat wajib memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Semua ketentuan ini sungguh ditaati sehingga perayaan misa berjalan dengan lancar. Setelah misa dilanjutkan dengan upacara penguburan.

Romo Herry Naebobe, Pr

Kematian kedua imam  Tuhan ini sangat mengejutkan karena ketika penguburan selesai sekitar jam 17.00 Wita, berita baru muncul lagi dengan sakit serangan jantung yang diderita Romo Herry. Dalam misa pemakaman Romo Maxi, ia sempatkan diri hadir. Saat kembali dan dalam perjalanan pulang ia mendapat serangan jantung di tengah perjalanan dan sempat dirawat di Rumah Sakit Marianum Halilulik. Duka ini menjadi yang pertama dalam sejarah Keuskupan Atambua karena kematian beruntun. Hati umat dan rekan-rekan imam sungguh terluka ibarat tersayat sembilu.

Rekan imam, Romo Paulus Luan, Pr sangat kaget karena selang beberapa jam Keuskupan Atambua kehilangan 2 imam senior. Ia mengaku terpukul dengan peristiwa kematian ini. “Jujur saya merasa sakit sekali hati ini karena kedua imam senior meninggal karena sakit serangan jantung dalam waktu yang sangat dekat. Kita doakan keselamatan jiwa kedua imam yang kita sayangi ini. Semoga jiwa mereka diselamatkan,” katanya.

Jenasah almarhum Romo Herry Naebobe, Pr disemayamkan di Aula Santo Dominikus dan tempat yang sama dibaringkan jenasah almarhum Romo Maxi Alo Bria, Pr. Selamat jalan kedua imam senior. Jadilah pendoa bagi kami. Namamu selalu di hati kami. (Romo Ino-Komsos Atambua)

Previous articleBahasa Dan Kehidupan: Refleksi Di Hari Komunikasi Sosial Sedunia 2020
Next articleBacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Rabu, 27 Mei 2020