Beranda KEPEMUDAAN World Youth Day Kitakah Gudang Garam Bangsa Ini?

Kitakah Gudang Garam Bangsa Ini?

GENANGAN-genangan sisa hujan memapari kompleks Biara Savelberg dan Rumah Retret Sta. Clara binaan Suster-suster Dina Santo Yosef (DSY) pagi ini (5/10). Cuaca sejuk menemani ngopi (ngobrol pintar) di biara ini.
Difasilitasi oleh RD Guido Suprapto, Sekretaris Eksekutif Komisi Kerawam KWI, OMK dari berbagai kontingen Indonesian Youth Day (IYD) 2016 Manado mendiskusikan tema “OMK dan Politik”.
Setelah memperdengarkan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan “Indonesia Pusaka”, RD Guido berinteraksi mengenai situasi kebebasan beribadah di berbagai kota asal OMK peserta.
Mengutip Mat 5:13-16, beliau menekankan, “Di Injil tidak ditulis “Kamu harus menjadi garam dunia. Kamu harus menjadi terang dunia.” Tapi “Kamu adalah garam dan terang dunia”. Para OMK sudah menjadi garam dan terang!”
Namun RD Guido mengangkat persoalan berikutnya, “Kita garam yang seperti apa? Apakah yang asin? Yang kurang asin? Atau kita seperti gudang garam?” Semua peserta tertawa memahami istilah yang merujuk kepada garam yang mubazir, hanya disimpan, tidak terpakai.
Kelompok peserta dari kontingen Palangkaraya, Ende, Larantuka, Jakarta, Palembang, Pangkal Pinang, Kupang, dan lainnya antusias menyampaikan sharing masing”.
Salah satu peserta dari kontingen Manokwari-Sorong mengisahkan bahwa ia berasal dari orangtua muslim. Contoh perbedaan dasar ketika mau makan, buat tanda salib.
“Saya jadi ingat, bahwa kalau tempatnya luas dan nyaman, baru kita buat tanda salib. Kalau tempatnya sempit, sulit dibedakan membuat tanda salib atau membersihkan kotoran,” ujar RD Guido.
Mengutip Mgr. Alb. Soegijapranoto, SJ, RD Guido mengajak para peserta supaya kita harus terlibat di dalam penentuan nasib kita. “Jangan sampai nasib kita ditentukan orang lain, karena kita adalah warga negara bangsa yang sama. Punya hak dan kewajiban yang sama! Tapi kita perlu memperjuangkannya. Oleh sebab itu, mari kita pikirkan cara kita terlibat di dalam masyarakat untuk menentukan nasib kita,” jelasnya.
Menjadi garam yang asin untuk Indonesia.