Home BERITA Panorama Pendampingan pra dan pasca nikah di Keuskupan

Panorama Pendampingan pra dan pasca nikah di Keuskupan

Gereja Katolik Indonesia, Iman Katolik, Injil Katolik, Katekese, Katolik, Kitab Suci, Komisi Keluarga KWI, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Keluarga Katolik, Lawan Covid-19, Penyejuk Iman, Pewartaan, Umat Katolik, Yesus Juruselamat, Komisi Keluarga KWI, KomKel KWI

MIRIFICA.NET – Pertemuan Pleno Komkel KWI diawali dengan presentasi tentang Rangkuman Hasil Survey mengenai Persiapan Perkawinan dan Pendampingan di tahun awal perkawinan yang ada di keuskupan-keuskupan.

Sekretaris Eksekutif Komkel KWI, Rm. Y. Aristanto HS, MSF,  presentasi hasil survey ini tidak secara utuh mencerminkan seluruh dinamika kehidupan pendampingan keluarga di paroki atau keuskupan, mengingat bahwa konteks hidup dan dinamika pastoral di berbagai keuskupan itu sangat berbeda. Hasil survey dimaksudkan untuk  memberikan gambaran umum kepada para peserta pertemuan pleno untuk membantu proses dialog dan sharing antar keuskupan.

Hasil Survey ini disampaikan oleh Tim Litbang Komkel KWI yaitu Bpk. Agung Nurcahyo dan  Ibu Tedjawati. Dari 37 keuskupan, ada 34 keuskupan yang menjawab dan mengisi kuestioner yang disampaikan oleh Komkel KWI. Dari jawaban  34 keuskupan itu ditemukan beberapa panorama pendampingan sebagai berikut:

  • Pendidikan Seksualitas. Terkait dengan pendidikan seksualitas untuk anak muda, 58%  keuskupan mempunyai dan mengadakan program persiapan jangka panjang dalam bentuk pendampingan seksualitas dan panggilan hidup untuk anak SMP SMA. Sejumlah 72% kegiatan itu dilaksanakan di sekolah-sekolah dan 22 % dilaksanakan secara bersama di tingkat keuskupan.  Terkait bentuk pendampingannya, sebagian besar sekolah atau keuskupan mengadakan pendampingan itu dalam bentuk rekoleksi.
  • Pendampingan untuk yang berpacaran. Sejumlah 32,4%  keuskupan mempunyai dan mengadakan pendampingan untuk anak muda yang berpacaran dan 67,6 % tidak mempunyai dan mengadakan program untuk mereka. Pendampingan itu dilaksankan di Paroki 63,6%, di keviekpan 9,1% dan di keuskupan 27,3%.  Sebagian besar bentuk program pendampingan itu adalah rekoleksi.
  • Persiapan Menjelang Perkawinan. Dari 34 keuskupan, 94,56% mempunyai dan mengadakan program pendampingan untuk calon pengantin. Sebagian besar (86,1% ) program pastoral ini dilaksanakan di paroki-paroki, 8,3 % dilaksanakan di keuskupan; sisanya dilaksanakan di tingkat dekenat / kevikepan. Sebagian besar bentuk -pendampingan itu adalah kursus persiapan perkawinan, yang terjadi secara bervariatif antara 2-3 hari.
  • Pendampingan Pasutri Muda. Dari 34 keuskupan, 37,5% keuskupan mempunyai dan melaksanakan program pendampingan pasutri muda, dan 62,5% tidak mempunyai. Bentuk kegiatan adalah pendampingan yang sebagian besar dilakukan dalam bentuk rekoleksi dan pertemuan rutin kelompok.

Dari data tersebut dapat diambil beberapa data pokok:

  • Data menunjukkan masih kurangnya pendampingan untuk anak-anak dan kaum muda.
  • Bentuk pendampingan sebagian besar masih berupa rekoleksi
  • Rata-rata pendampingan dilaksanakan sekali dalam satu tahun.

Setelah presentasi, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengadakan sharing dengan pertanyaan:

Penulis :  Margaretha & Benny Soetrisno