Mirifica.net-Roma (12/4) – “Sukacita Paskah bersama ini menjadi penanda bahwa harapan dan sukacita iman itu masih menyala. Itulah yang harus kita bawa ke tengah dunia saat ini,” kata Ketua IRRIKA Romo Albertus Gatot Hendrasto, pada acara Paskah Bersama IRRIKA dan PODI Tahun 2026 bertempat di KBRI Takhta Suci, Vatikan pada 12 April 2026.
Kata Romo Gatot, perayaan Paskah Bersama setiap tahun dirayakan. Tahun 2026 ini diselenggarakan dengan penuh empati terhadap situasi perang dan konflik di kawasan Timur Tengah, serta berbagai keprihatinan di Indonesia. Karena itu, perlu kita bawa harapan dan sukacita itu ke dunia yang “sedang tidak baik-baik saja“ itu.
Mengangkat tema “Jadilah baru seluruh muka bumi” (Mzr. 104), rangkaian perayaan Paskah yang dihadiri sekitar 300 pastor, suster, dan awam, dimulai dengan Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pater Frans Xavier De Wago, OSB (akrab disapa Pater Iko) didampingi 10 imam lain.
Dalam khotbahnya, Pater Xavier, OSB mengajak umat untuk merenungkan pengalaman Paskah yang membawa damai sejahtera, bukan semata-mata penghapusan beban hidup dan masalah dunia, namun kedamaian yang menguatkan iman, harapan dan kasih untuk memanggul salib setiap hari. Ia juga mengingatkan bahwa kemampuan mencintai dan memaafkan adalah buah dari Roh Kudus yang membawa damai sejahtera itu.
IRRIKA dan PODI
Paguyuban IRRIKA dibentuk pada 13 Februari 1955, dan semula bernama IRIKA (Ikatan Romo-Romo Indonesia di Kota Abadi – Roma). Ketua pertama IRIKA adalah (yang kemudian menjadi Kardinal pertama Indonesia) Romo Yustinus Darmojuwono Pr.
Karena jumlah anggotanya semakin banyak dan bukan hanya para romo/rohaniwan saja, tetapi juga biarawan-biarawati, serta tersebar di berbagai kota di Italia, maka pada tahun 1986 namanya diubah menjadi IRRIKA (Ikatan Rohaniwan Rohaniwati Indonesia di Kota Abadi; meskipun sekarang anggotanya tidak hanya yang tinggal di Roma, tetapi di seluruh Italia).
Ada lagi paguyuban yang bernama Rehat. Yakni paguyuban para pastor/rohaniwan dan suster/biarawati senior yang bekerja baik sebagai pemimpin maupun unsur pimpinan di Ordo maupun Kongregasi. Sementara PODI singkatan dari Persekutuan Oikumene Indonesia di Italia. Anggota PODI adalah para WNI non rohaniwan serta biarawan-biarawati yang tinggal di Italia baik bekerja maupun studi.
Selain Duta Besar RI untuk Takhta Suci Michael Trias Kuncahyono sebagai tuan rumah, hadir pula dalam perayaan Paskah Bersama Duta Besar RI untuk Italia Junimart Girsang, beserta sejumlah staff kedutaan, termasuk Atase Militer Kolonel Laut (P) Profidol Andre Mantiri Dotulung.
Berikan Apresiasi
Dalam sambutannya setelah Perayaan Ekaristi, Dubes Michael Trias Kuncahyono, menyampaikan apresiasi yang tulus kepada seluruh romo, suster, bruder, dan frater yang terus secara aktif menjadi bagian dari kegiatan KBRI Takhta Suci. Mereka berperan serta aktif dalam Perayaan 75 Tahun Hubungan Diplomatik RI – Takhta Suci, sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026.
Misalnya, dalam Perayaan Ekaristi di Basilika Santo Petrus, Vatikan; audiensi khusus dengan Paus Leo XIV di Sala Clemente, Istana Apostolik Vatikan; peluncuran prangko bersama Indonesia-Vatikan, peluncuran buku hubungan diplomatik, dan juga penandatanganan MoU antara Dikasteri Komunikasi Vatikan dan KWI.
“Semua pekerjaan KBRI Vatikan tidak dapat terwujud tanpa partisipasi para romo dan suster. Peran serta mereka membuat semuanya berjalan lancar dan baik,” kata Dubes Trias yang secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kepada Superior General MSF Romo Agustinus Purnama MSF dan dan Padre Marco Solo Kewuta, SVD, yang berkarya di Dikasteri untuk Dialog Antar Agama Vatikan.
Sementara, Dubes Junimart berharap, buah roh Paskah – kasih, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, dan penguasaan diri – menjadi pedoman perilaku lintas iman untuk menyalakan gotong-royong dan memperkuat kerukunan bersama. Rangkaian acara perayaan Paskah Bersama ditutup dengan bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Pusaka karya komponis Ismail Marzuki.* (KBRI Takhta Suci)
Galeri Foto:





Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.
