Gereja Katolik Indonesia, KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, Komsos KWI, Komsos KAE, KAE, Keuskupan Agung Ende, Berita Katolik, Umat katolik, Kelompok Umat Basis, KUB, Gereja Katolik Ende, Masa natal, Gereakan peduli anak usia dini, Uskup Budi, Mgr. Paul Budi Kleden, SVD Indonesia, Berita Keuskupan

MIRIFICA.NET-ENDE. Keuskupan Agung Ende secara resmi mencanangkan Gerakan Orangtua Peduli Anak Usia Dini yang dilaksanakan serentak di seluruh paroki se-Keuskupan Agung Ende. Acara pembukaan tingkat keuskupan dipusatkan di Gereja Paroki St. Yosef Freinademetz Mautapaga, Ende, pada Minggu 4 Januari 2026 dan diawali dengan Perayaan Ekaristi bersama.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, bersama para imam yang berkarya di wilayah Keuskupan Agung Ende. Seusai Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan acara pencanangan resmi gerakan ini yang ditandai dengan pemukulan gong dan pelepasan balon oleh Uskup Agung Ende sebagai simbol dimulainya gerakan pastoral ini di seluruh wilayah keuskupan.

Dalam seruannya kepada umat, Uskup Agung Ende menegaskan bahwa gerakan ini merupakan kelanjutan dari komitmen pastoral Keuskupan Agung Ende dalam memperhatikan kehidupan keluarga, khususnya kaum ibu dan anak. Sebelumnya, keuskupan telah menjalankan dua gerakan penting, yakni Gerakan Kelompok Umat Basis (KUB) Peduli Ibu Hamil dan Gerakan KUB Ramah Anak.

Mgr. Paul Budi Kleden, SVD saat memukul gong, meresmikan Gerakan Orangtua Peduli Anak Usia Dini Kesukupan Agung Ende. Foto: Komsos Keuskupan Agung Ende (KAE)

Tahun ini, sambil terus melanjutkan kedua gerakan tersebut, keuskupan mengajak umat untuk memberi perhatian khusus pada anak usia dini.

Dalam pesannya, Uskup Agung Ende menyampaikan:

“Saudara-saudari umat Keuskupan Agung Ende yang saya kasihi. Salam kasih persaudaraan. Sebagai keuskupan kita sedang menjalankan dua gerakan penting: Gerakan KUB Peduli Ibu Hamil dan Gerakan KUB Ramah Anak. Tahun ini sambil melanjutkan kedua gerakan ini, kita memulai gerakan orang tua peduli anak usia dini.”

Beliau menegaskan bahwa pencanangan gerakan ini dilaksanakan dalam suasana Natal, agar umat semakin disadarkan akan makna kehadiran seorang anak dalam keluarga.

“Masa Natal mempertajam kesadaran dan mengasah hati kita untuk melihat keluarga, khususnya sang bayi yang lahir di Betlehem. Seperti sang bayi dari Betlehem, semua bayi dan anak usia dini memerlukan perhatian dan perlindungan,” ujar Uskup.

Uskup Paul juga mengingatkan bahwa perkembangan anak membutuhkan suasana kasih, kehadiran, dan perhatian orangtua, bukan hanya ketergantungan pada teknologi.

“Untuk itu, anak-anak usia dini memerlukan kehangatan kasih dan perhatian orang tua yang tidak pernah dapat digantikan oleh alat-alat komunikasi seperti HP. Biarkan anak-anak kita belajar sebanyak-banyaknya dari kita berbagai nilai penting dalam kehidupan dan bukannya terutama dari mesin-mesin dan alat-alat,” tegasnya.

Mgr. Paul Budi Kleden, SVD sewaktu Perayaan Ekaristi. Foto: Komsos KAE

Beliau mengajak seluruh umat untuk memberi ruang lebih bagi kebersamaan bersama anak-anak di rumah.

“Berikan waktu dan perhatianmu untuk anak-anak khususnya ketika mereka berada dalam usia dini. Mari kita bergerak bersama mewujudkan gerakan orang tua peduli anak usia dini. Tuhan memberkati kita semua,” tutupnya.

Gerakan ini diharapkan mendorong keluarga-keluarga Katolik di Keuskupan Agung Ende untuk semakin menghadirkan rumah sebagai tempat pertumbuhan iman, kasih, dan karakter bagi anak usia dini, sehingga mereka dapat bertumbuh sehat secara jasmani, rohani, dan sosial.

Galeri Foto

Mgr. Paul Budi Kleden, SVD saat menyapa anak-anak sebelum Perayaan Ekaristi. Foto: Komsos KAE
Anak-anak menari menyambut Mgr. Paul Budi Kleden, SVD. Foto: Komsos KAE
Suasana Perayaan Ekaristi. Foto: Komsos KAE
Foto bersama setelah Perayaan Ekaristi. Foto: Komsos KAE
Mgr. Paul Budi Kleden, SVD saat melepas balon. Foto: Komsos KAE