Home BERITA Rapat Pleno Sekretariat Gender Dan Pemberdayaan Perempuan Konferensi Waligereja Indonesia tahun 2022:...

Rapat Pleno Sekretariat Gender Dan Pemberdayaan Perempuan Konferensi Waligereja Indonesia tahun 2022: Mengembalikan Hak dan Martabat Perempuan

dok: Rapat Pleno SGPP KWI / Dok: UPPKomunikasi KAS

MIRIFICA.NET – Sekretariat Gender dan Pemberdayaan Perempuan (SGPP) Konferensi Waligereja Indonesia menggelar Rapat Pleno tahun 2022. Rapat Pleno in diselenggarakan di Wisma Syantikara mulai hari Senin, 4 Juli 2022 dan akan berakhir pada hari Kamis, 7 Juli 2022.

dok: Perayaan Ekaristi Pembukaan Rapat Pleno Sekretariat Gender dan Pemberdayaan Perempuan (SGPP KWI) / Dok: UPPKomunikasi KAS


Rapat Pleno SGPP KWI ini diikuti oleh perwakilan-perwakilan dari keuskupan-keuskupan di Indonesia. Tercatat ada 49 delegasi dari 36 Keuskupan yang mengikuti Rapat Pleno ini termasuk11 imam yang ikut ambil bagian. Selain itu, hadir juga perwakilan dari Ordinariat Militer Indonesia. Rapat Pleno tidak hanya dihadiri kaum perempuan. Diundang pula beberapa Komisi di lingkup KWI dan kelompok kategorial: Wanita Katolik Republik Indonesia, Ikatan Biarawan Biarawati Seluruh Indonesia (IBSI), Komisi Keluarga KWI, Komisi Kepemudaan KWI, Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) KWI dan Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) KWI.

Rapat Pleno SGPP dibuka dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFM Cap., Moderator SGPP KWI. Dalam kotbahnya, Mgr Kornelius menghubungkan tema Rapat Pleno dengan bacaan yang digunakan. “Tema Rapat Pleno ini adalah berjalan bersama dalam persekutuan, keterlibatan, dan perutusan memperjuangkan keadilan dan kesetaraan gender. Persekutuan, keterlibatan, dan perutusan mulai dari Allah sendiri. Sejak perjumpaan pertama manusia dengan Allah, yang dikisahkan adalah communio, persekutuan Allah dengan manusia. Allah juga berpartisipasi, ambil bagian, dan peduli dengan kebutuhan manusia. Puncaknya nyata dalam diri Yesus Kristus, yang diutus oleh Allah untuk datang ke dunia.” Ungkap Mgr. Sipayung.


Kehadiran Yesus di tengah manusia adalah kehadiran yang menyelamatkan. Melalui karya-karyaNya, Yesus menunjukkan dan sekaligus memberikan teladan dalam mengembalikan hak orang yang hilang. Yesus tidak hanya berkata-kata, tetapi menunjukkan contoh dan teladan konkret.

dok: Sr.Natalia OP, Sekretaris SGPP KWI / Dok: UPPKomunikasi KAS

“Salah satu yang bertentangan dengan kesetaraan gender adalah hilangnya hak perempuan: hak sosial dan hak religius. Tugas kita, para pemerhati gender dan kesetaraan, jika ada yang ditindas atau dikesampingkan maka kita harus berani memperjuangkan untuk mengembalikan atau memulihkan hak-hak orang yang hilang atau dihilangkan”, demikian penegasan Mgr Kornelius di akhir kotbahnya.
Sementara itu, Sr. M. Natalia OP menekankan pentingnya rapat pleno SGPP 2022 ini, “Tujuan rapat pleno ini adalah untuk menguatkan simpul SGPP KWI dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan gender; menguatkan semua pihak untuk berjalan bersama dalam persekutuan, keterlibatan, dan perutusan memperjuangkan keadilan dan kesetaraan gender; serta melibatkan orang muda untuk berjalan bersama dalam perjuangan keadilan dan kesetaraan gender”.


Tujuan tidak akan tercapai begitu saja. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak. Melalui metode sharing, diskusi, dan belajar bersama ada harapan atas perjuangan keadilan dan keseteraan gender. “Keterlibatan aktif para peserta diharapkan akan menjadi energi baru bagi gerakan gender dan pemeberdayaan perempuan di seluruh lapisan masyarakat melalui karya dan kaum muda”, tegas Sr Natalia selaku Sekretaris SGPP KWI. ~UPPKomunikasi KAS

Previous articleJUARA LOMBA FEATURE SEJARAH PKSN ONLINE 2022
Next articlePress Release: Forum Temu Kebangsaan Orang Muda 2022: Kembali Hadir Merawat Indonesia sebagai Rumah Bersama