Home Jendela Alkitab Harian Renungan Harian: 5 Mei 2105

Renungan Harian: 5 Mei 2105

Credit Foto: Menjadi Penjala Manusia, romopatris.blogspot.com

Kis 14:19-28;

Yoh 14:27-31a

YOH 14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Yoh 14:28 Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

Yoh 14:29 Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi.

Yoh 14:30 Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku.

Yoh 14:31 Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini.”

Renungan

Dalam bacaan pertama yang ditawarkan kepada kita untuk direnungkan pada hari ini, kita menemukan beberapa hal yang dapat menjadi perhatian kita.

Pertama, terhadap kebaikan yang hadir dan menerangi kegelapan hidup kita, bisa saja kita termasuk mereka yang tidak mau menerima terang itu dan berusaha untuk meniadakannya dalam hidup kita. Begitulah Paulus yang datang dengan terang kebaikan di tangannya, ditolak oleh mereka yang tidak suka dengannya dan berusaha meniadakannya.

Kedua, berpegang kepada kebaikan membuat orang pantang mundur dalam perjuangan kebaikan itu. Paulus walaupun sudah dirajam ia pantang mundur dalam pewartaan. Kita diharapkan ada dalam posisi yang sama dengan Paulus.

Ketiga, janganlah kita takut untuk mewartakan iman kita berdasarkan pengalaman iman kita sendiri. Paulus mewartakan dan menguatkan pendengarnya dengan berdasar pada pengalamannya. Paulus mengingatkan bahwa kesengsaraan adalah bagian dari perjuangan demi Kerajaan Allah.

Keempat, doa dan puasa hendaknya ada dalam praktek kehidupan iman kita, lebih khusus ketika kita hendak melakukan peristiwa penting dalam kehidupan kita.

Sementara itu Injil hari ini, kembali mengingatkan kita untuk tinggal dalam damai yang ilahi bukan damai yang duniawi. Kita diminta untuk mencintai Yesus dan tinggal di dalam-Nya. Ini adalalah jaminan damai sejahtera kita. Jaminan yang memastikan hadirnya sukacita sejati dalam kehidupan kita.

 

Credit Foto: Menjadi Penjala Manusia, romopatris.blogspot.com

 

Previous articleYesus Sumber Damai Sejahtera Sejati
Next article Santa Yudit dari Prussia, 5 Mei