Beranda Jendela Alkitab Harian Renungan Harian, Minggu: 01 Juli 2018, Mrk.5:21-43 (5:21-24.35-43)

Renungan Harian, Minggu: 01 Juli 2018, Mrk.5:21-43 (5:21-24.35-43)

Ilustrasi (Ist)

EMUA manusia merupakan gambar Allah. Hal ini berarti semua manusia baik adanya. Di hadapan Allah, setiap pribadi memiliki peluang dan hak yang sama untuk mendapatkan rahmat. Namun, manusia seringkali membeda-bedakan. Seakan-akan ada yang lebih berhak dan ada yang kurang berhak. Akibatnya, terciptalah ketidakseimbangan dalam hidup. Hal inilah yang dikisahkan dalam injil hari ini.

Perempuan dalam kisah injil hari ini dijauhkan dari kehidupan sosial selama 12 tahun, sebagaimana sistem kepercayaan Yahudi mengharuskan mereka yang mengalami pendarahan untuk diasingkan. Ia tak berani bertemu Yesus seperti halnya Yairus, kepala rumah ibadat. Namun, rahmat keselamatan tidak dibatasi oleh aturan/sistem, pola pikir, radikalisme golongan atau pun agama. Rahmat keselamatan terbuka bagi mereka yang berani meminta dan percaya. Perempuan itu pun menerima karunia kesembuhan, sebab ia percaya.

Yesus menyelamatkan semua orang yang percaya kepada-Nya. Ia tak membeda-bedakan. Namun, rnanusialah yang acap membedakan. Semoga sikap Yesus menyadarkan kita untuk membuka diri terhadap semua orang, tanpa membeda-bedakan. Sebab, semua manusia merupakan gambar Allah. Dengan itu, akan terciptalah keseimbangan dalam hidup.

Ya Allah, buatlah hatiku semakin terarah untuk menghadirkan diri sebagai gambar dsri hakikat-Mu sendiri. Berilah aku keman puan untuk menciptakan sebuah masyarakat yang guyub, bersatu, dan saling bekerja sama tanpa membedakan golongan. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2018