Beranda Jendela Alkitab Harian Renungan Harian: Rabu, 14 Januari 2015

Renungan Harian: Rabu, 14 Januari 2015

Yesus Menyembuhkan Ibu Mertua Simon, ilustrasi dari sangsabda.wordpress.com

MARKUS 1:29 Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.

Markus 1:30 Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.

Markus 1:31 Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.

Markus 1:32 Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.

Markus 1:33  Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.

Markus 1:34 Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

Markus 1:35     Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.

Markus 1:36    Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;

Markus 1:37  Waktu menemukan Dia mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.”

Markus 1:38 Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”

Markus 1:39  Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

 Renungan

Lembah Karmel Cikanyere selalu dipenuhi oleh umat yangt menimba kekuatan rohani . Ada yang ikut retret ada pula yang sekedar mengikuti Ekaristi di  hari minggu. Selama di situ hatinya berkobar – kobar rindu dan haus akan Allah:  ingin selalu berdoa, memuji-Nya, ingin mengubah  hidupnya,dsb. Niat itu terbawa ke rumah! Di rumah pun dibuat ruang doa dan berdoa bahkan  bernyanyi dalam Roh. Sayang hanya bertahan beberapa hari. Serelah itu kembali pada kebiasaan lamanya Mengapa!.

Dalam Injil tadi, Tuhan Yesus tersentuh hati-Nya oleh sakit demam yang diderita mertua Siman. Yesus pergi menyembuhkan perempuan itu dengan cara memegang tangannya dan membangunkannya, lalu lenyaplah demamnyha . Setelah sembuh perempuan itu melayani  mereka.

 Banyak orang telah dijamah oleh  kasih Yesus baik sewaktu retret atau dalam peristiwa biasa sehari – hari . Waktu iitu  mereka  rindu berdoa, menyesali  perbuatannya yang tidak baik, ingin aktif  di gereja, dsb. Niat itu dilakukan  dua tiga kali. Setelah itu kembali ke lagu lama. Mengapa pengalaman rohani itu tidak bertahan lama dan tidak  menjadi  keutamaan  hidupnya?

Kalau Allah bertindak pasti bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi senantiasa untuk membangun jemaat. Pengalaman rohani di atas akan awet dan menjadi keutamaan hidup bila tidak dimiliki sendirii, tetapi  dibagikan kepada orang lain, yaitu dalam pelayanan, hidup dalam komunitas, dan tekun  dalam  berdoa seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Dikatakan: “ Pagi – pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang  sunyi dan berdoa di sana !” (Mrk.1: 35 )

Tuhan Yesus, Engkau rela menderita dan wafat  untuk menanggung dosa manusia agar aku tidak lagi hidup dalam dosa, tetapi dalam Engkau! Ampunilah aku yang sering masih keras hati! Amin.

 

Sumber : Ziarah Batin 2015

Foto:  Yesus menyembuhkan Ibu Mertua Simon, ilustrasi dari sangsabda.wordpress.com