Beranda Jendela Alkitab Harian Renungan Rabu 25 Februari 2015: Tanda yang Kelihatan

Renungan Rabu 25 Februari 2015: Tanda yang Kelihatan

Bacaan: BcE Yun. 3:1-10; Luk. 11:29-32.

Bco Ul. 10:12-11;7,26-28

KEHADIRAN Yesus selalu menarik perhatian banyak orang. Ada yang datang sekedar untuk berjumpa dan melihatNya secara dekat, ada yang datang meminta pertolongan, bahkan ada yang datang khusus untuk mencobaiNya dengan berbagai cara seperti meminta tanda.

Tidak dapat dipungkiri dalam kerumunan orang banyak selalu saja ada yang berlainan pikiran, pendapat dan juga tindakan. Pewartaan serta perbuatan Yesus selama ini selalu ditantang oleh beberapa orang yang dipandang oleh masyarakat sebagai tokoh panutan serta berintelektual tinggi.

Namun bukan menjadi alasan untuk Yesus berhenti dari tugas pewartaanNya. Permintaan tanda sebenarnya merupakan permintaan akan dasar untuk percaya. Tanda yang diminta kepada Yesus mengacuh pada keingintahuan banyak orang tentang apa yang bisa dijadikan dasar untuk percaya kepadaNya. Tanda yang dimaksudkan lebih kepada tindakan nyata dan kelihatan.

Sebenarnya banyak perbuatan Yesus yang sudah mereka lihat dan alami sebelumnya seperti penyembuhan, menenangkan gelombang dan penggandaan roti namun belum cukup untuk mereka percaya. Berbeda penafsiran dengan Mateus yang mengarahkan tanda nabi Yunus sewaktu dalam perut ikan paus dihubungkan dengan kematian Yesus nantinya yang berada dalam perut bumi selama tiga hari. Kebangkitan Yesus adalah tanda yang kelihatan. Lukas justru lebih mementingkan pertobatan itu sendiri seperti halnya orang Ninive yang bertobat karena pewartaan Yesus.

Peran dari angkatan yang meminta tanda kepada Yesus sering juga sebagai manusia melakukan hal seperti ini. Beragai doa dipanjatkan dengan permohonan setiap pribadi agar kelak dikabulkan oleh Tuhan. Doa dijadikan alat untuk memperdaya dan memaksa Tuhan untuk mengabulkan dengan meminta tanda/bukti. Jika permohonan dan permintaan tidak dikabulkan maka Tuhan disalahkan.

Sebagai umat beriman yang percaya kepada Yesus, kita perlu belajar untuk tidak menuntut Tuhan sesuai keinginan melainkan berusaha dan berjuang mengimaniNya dalam sikap, tindakan dan tutur kata kita. Segala tanda akan diberikan kepada kita ketika kita sungguh percaya dan yakin bahwa hidup yang sedang dijalani adalah tanda lahiriah yang perlu disyukuri. Amin

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)