Beranda KATEKESE Santo Yohanes Bosco : 31 Januari

Santo Yohanes Bosco : 31 Januari

31 januari, Bunda Maria, Gereja Katolik, Gereja Katolik Indonesia, Ibu Maria, Kanak-Kanak Suci, Kaspar, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Lawan Covid-19, Para Kudus, Para Kudus di Surga, Pengaku Iman, pertapa, rosario, Santo Yohanes Bosco, Santa Martina, Santo Gildas, Santo Thomas Aquinas, Santa Angela Merici, Santo Stefanus Harding, Pesta Bertobatnya St. Paulus Rasul, Santo Fransiskus de Sales, Umat Katolik, Uskup dan Pengaku Iman, Yesus Kristus
Ilustrasi: catholicnewsagency.com

YOHANNES BOSCO (Italia: Giovanni Melchiorre Bosco) atau lebih akrab dipanggil Don Bosco adalah seorang kudus yang mendirikan Kongregasi istimewa untuk melayani kaum muda yang bernama Serikat Salesian. Nama Salesian diambil dari nama Santo Fransiskus dari Sales, yang menjadi teladan mereka akan kebaikan hati dan kelemah-lembutannya. Kini Kongregasi ini tersebar diseluruh dunia dan mengelola berbagai lembaga pendidikan.

Yohanes Bosco merupakan satu-satunya Orang Kudus yang mempunyai hampir 20 orang pengikut berusia muda (kurang dari 20 tahun) yang diakui oleh gereja dan sedang menjalani proses untuk menjadi orang kudus. Tidak heran jika dikemudian hari gereja mengangkatnya sebagai Pelindung Kaum Muda.  Salah satu pengikut dari Don Bosco yang cukup terkenal adalah Santo Dominic Savio yang merupakan Orang Kudus non-martir yang paling muda usianya ketika wafat. Dominic Savio wafat ketika berusia 14 tahun dan merupakan salah seorang murid yang mendapat pengajaran langsung dari Yohanes Bosco.

Usia Don Bosco sudah hampir 70 tahun. Satu matanya sudah tidak dapat berfungsi, sedang matanya yang lain sudah kabur. Jika berjalan ia harus beristirahat sejenak di tongkat penyangga atau di pundak seorang teman. Namun hal-hal demikian tidak menghalangi Don Bosco untuk pergi ke berbagai tempat, mengunjungi biara-biara, merayakan misa di gereja-gereja.

Ke mana pun ia pergi, umat akan menyambut orang kudus ini dengan antusias. Don Bosco menandatangani potret, membagi-bagikan gambar-gambar kudus dan medali, memberikan berkat dan nasehat, mendengarkan pengakuan dosa, mempertobatkan banyak orang, melakukan mukjizat-mukjizat dan menerima banyak sumbangan untuk kelanjutan karyanya.

Tahun 1887 Don Bosco sudah amat lemah. Penglihatannya sudah tidak berfungsi dan kedua kakinya terlalu lemah untuk menyangga tubuhnya.

“Engkau harus menolong Don Bosco yang sedang menghadapi ajalnya. Cepat.”

Demikianlah Uskup Cagliero diperingatkan dalam suatu mimpi. Ia bergegas kembali ke Turin dengan membawa suatu hadiah yang amat berharga, seorang gadis Indian kecil yang ingin menyerahkan dirinya untuk melayani Kristus.

Don Bosco berdoa kepada Bunda Maria agar Bunda Maria menyediakan seribu tempat di surga bagi Serikat Salesian, kemudian ia meminta sepuluh ribu, dan kemudian seratus ribu. Bunda Maria mengabulkannya. Dan Don Bosco meminta lagi lebih banyak tempat.

Bosco membisikkan pesan terakhirnya kepada anak-anak yang berkumpul di sekeliling tempat tidurnya :
“Kasihilah satu sama lain seperti saudara. Berbuatlah baik kepada semua orang dan janganlah berbuat jahat kepada siapa pun. Katakanlah kepada anak-anak bahwa aku menanti mereka semua di Surga.”

Pada tanggal 31 Januari 1888, Yohanes Bosco wafat dalam usia tujuh puluh dua tahun.

Baca selengkapnya: katakombe.org