Beranda Jendela Alkitab Harian Aku dan Bapa adalah Satu (Yoh. 10: 31- 42)

Aku dan Bapa adalah Satu (Yoh. 10: 31- 42)

Aku dan Bapa adalah Satu (Yoh.  10: 31- 42)

Saudara-saudari…

ADA seorang pastor yang sangat disenangi oleh begitu banyak umat baik di parokinya, maupun di paroki tetangganya. Kotbahnya sangat disenangi oleh banyak umat. Dia sangat rjin bekerja; punya kebun sayur, ubi-ubian dan rajin memelihara hewan. Kadang umat dari paroki lain datang ke parokinya hanya mau mendengar kotbahnya dan membeli sayur, buah-buhan dan hewan ternakannya. Tetapi terkadang mulut pastor ini sangat kasar. Kadang kata-kata maki keluar dari mulutnya kalau ada sesuatu yang tidak beres.

Kalau Pastor ini menjadi Pastor Paroki anda, bagaimana reaksi anda terhadap beliau? Apa yang anda pelajari dari pada-nya?

Saudara-saudari…

Hari ini kita mendengar kisah Injil, bahwa orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Mereka mau melempari Yesus karena Yesus berkata: “Aku Anak Allah; Aku dan Bapa adalah satu.” Mereka menganggap bahwa Yesus menghujat Allah. Sebagai tanggapan atas reaksi orang Yahudi ini, Yesus berkata kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?” Jawab mereka: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”

Yesus coba menjelaskan keapda mereka bahwa kekuasaan yang dimiliki-Nya, untuk menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, memperbanyakkan roti dan ikan, sesungguhnya datang dari Tuhan. Dia meyakinkan para pendengar-Nya supaya melihat mujizat -mujizat yang dikerjakan-Nya itu sebagai bukti bahwa kekuatan dan kuasa Tuhan sungguh ada dan hidup dalam diri-Nya.

Yesus tahu dengan pasti bahwa kekuatan dan kuasa itu datang dari Bapan-Nya. Yesus sudah ditugaskan Bapa-Nya dan sudah diberi kuasa oleh Bapa-Nya untuk menyelamatkan manusia. Tugas itu harus dikerjakan-Nya dan kuasa Allah pun bekerja di dalam diri-Nya. Melakukan kehendak Bapa-Nya adalah makanan harian-Nya. Karena itu Yesus berkata kepada mereka: “Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”

Percaya akan pekerjaan yang dilakukan-Nya, seperti menyembuhkan orang sakit atau menghidupkan orang mati, berarti kesembuhan atau kebangkitan orang mati itu terjadi karena kuasa Tuhan ada dalam diri Yesus Kristus. Itu berarti Tuhan tinggal dalam diri Yesus.

Mengapa orang tidak percaya pada Yesus Kristus? Itu karena mata hati imannya tertutup, sehingga tidak mampu melihat bahwa mujizat yang dibuat Yesus sesungguhnya berkat kuasa Tuhan yang ada di dalam diri-Nya. Mereka tidak melihat Tuhan yang bekerja dalam diri Yesus. Mereka hanya berpikir bahwa Yesus adalah orang Nasaret, anak Maria dan Yoseph, yang tidak bedanya dengan manusia yang lain. Mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias.

Satu pesan untuk kita bahwa kalau ada orang yang selalu berbuat banyak kebaikan, selalu berbelaskasihan kepada sesama, percayalah bahwa Roh Tuhanlah yang selalu menggerakkan hati orang itu. Percayalah kepada-nya bahwa Tuhan selalu bersemayam di dalam diri orang itu.

Kita berdoa semoga Tuhan selalu membantu kita agar kita selalu terbuka melihat dan merasakan perbuatan yang dilakukan sesama kita, bukan hanya terpusat pada kata-kata yang keluar dari mulutnya.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen!