Hari Jumat, Pekan Adven II
Sta. Yohanna Fransiska de Chantal
SP Maria dari Guadalupe
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Yesaya 48:17-19
Ah, sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku!
Bacaan dari Kitab Yesaya:
Beginilah firman Tuhan, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, “Akulah Tuhan Allahmu, yang mengajarkan hal-hal yang berfaedah bagimu, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti. Maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya. Nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 1:1-2.3.4.6; R:Yoh 8:12
Barangsiapa mengikuti Engkau, ya Tuhan, akan mempunyai terang hidup.
- Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
- Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
- Bukan demikian orang-orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiup angin. Orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, orang berdosa tidak akan betah dalam perkumpulan orang benar; sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Bacaan Injil: Matius 11:16-19
Mereka tidak mendengarkan Yohanes Pembaptis maupun Anak Manusia.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Yesus berkata kepada orang banyak, “Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya, ‘Kami meniup seruling bagimu, tetapi kalian tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kalian tidak berkabung.’
Sebab Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan dan tidak minum, dan mereka berkata, ‘Ia kerasukan setan.’ Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata, ‘Lihatlah, seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang-orang berdosa.’ Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Keluhan Yesus yang kita baca dalam Injil hari ini menunjukkan bahwa banyak orang tidak merespons dengan tepat karya dan pesan yang dibawa, baik yang dibawa oleh Yohanes Pembaptis maupun yang dibawa oleh Yesus sendiri. Yohanes Pembaptis, yang hidup dalam kesederhanaan dan penyangkalan diri, dianggap kerasukan setan. Sementara Yesus, yang menghadiri pesta dan makan bersama pemungut cukai serta orang berdosa, dikritik sebagai pemabuk dan sahabat para pendosa.
Kita sering kali menolak pesan-pesan rohani yang tidak sesuai dengan harapan atau prakonsepsi kita. Padahal, kita sebenarnya diajak untuk merenungkan sikap hati terhadap pesan-pesan rohani tersebut. Kita cenderung menginginkan pesan yang tidak mengganggu zona nyaman kita atau yang sesuai dengan apa yang kita anggap benar.
Kita diundang untuk menyadari pentingnya keterbukaan dan kerendahan hati dalam menerima kebenaran. Kebenaran yang datang dari Tuhan sering kali menuntut kita untuk keluar dari zona nyaman dan menghadapi kenyataan diri kita yang sebenarnya, yang bisa saja jauh berbeda dari apa yang kita yakini atau kita harapkan.
Ya Tuhan, berilah kami keterbukaan hati untuk menanggapi pesan dan undangan-Mu, teristimewa ketika segala kenyamanan dan kesenangan membuat kami terlena dan enggan berubah, amin.
HUT Kelahiran Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap (Uskup Keuskupan Sintang dan Administrator Keuskupan Agung Pontianak)

Sumber: Renungan Ziarah Batin Penerbit Obor
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

