Beranda Jendela Alkitab Harian Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 29 November 2019

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 29 November 2019

27 Mei 2022, Bacaan Injil 27 Mei 2022, Bacaan Injil Harian, Bacaan Kitab Suci, Bacaan Pertama 27 Mei 2022, Bait Allah, Bait Pengantar Injil, Firman Tuhan, Gereja Katolik Indonesia, Iman Katolik, Injil Katolik, Katekese, Katolik, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Lawan Covid-19, Mazmur Tanggapan, Mazmur Tanggapan 27 Mei 2022, Minggu Prapaskah VI, Penyejuk Iman, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Pewartaan, Renungan Harian Katolik, Renungan Harian Katolik 2022, Renungan Katolik Mingguan, Sabda Tuhan, Ulasan Kitab Suci Harian, Umat Katolik, Yesus Juruselamat
Ilustrasi : churchofjesuschrist

Bacaan Pertama Dan 7:2-14

Aku, Daniel, mendapat suatu penglihatan pada waktu malam. Tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar. Lalu naiklah empat binatang besar dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain. Yang pertama rupanya seperti seekor singa dan mempunyai sayap burung rajawali. Aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia. Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua,
rupanya seperti beruang. Ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Kepadanya dikatakan demikian, ‘Ayo, makanlah daging banyak-banyak.’
Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang lain lagi, rupanya seperti macan tutul. Ada empat sayap burung pada punggungnya. Lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan. Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi. ia melahap dan meremukkan mangsanya, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya. ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu. lagipula ia bertanduk sepuluh. Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tumbuhlah di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu tercabut. Pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong.

Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya. Pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba. Takhta-Nya dari nyala api, rodanya dari api yang berkobar-kobar. Suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya. Beribu-ribu melayani Dia, dan beratus-ratus ribu berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. Aku terus melihatnya, karena tanduk kecil binatang yang keempat itu mengucapkan kata-kata sombong. Aku terus melihatnya sampai binatang itu dibunuh. Bangkainya dibinasakan dan dilemparkan ke dalam api yang membakar. Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai waktu dan saatnya. Aku terus melihat dalam penglihatan waktu malam itu, tampak seorang serupa Anak Manusia datang dari langit bersama awan-gemawan. Ia menghadap Dia yang telah lanjut usia-Nya
dan diantar ke hadapan-Nya. Kepada yang serupa Anak Manusia itu diserahkan kekuasaan, kehormatan dan kuasa sebagai raja. Dan segala bangsa, suku dan bahasa mengabdi kepada-Nya. Kekuasaan-Nya kekal adanya dan kerajaan-Nya takkan binasa.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan T.Dan 3:75-81

  • Pujilah Tuhan, hai gunung-gemunung.
    U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
  • Pujilah Tuhan, hai segala tumbuhan di bumi.
    U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
  • Pujilah Tuhan, hai segenap mata air dan bukit.
    U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
  • Pujilah Tuhan, hai lautan dan sungai.
    U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
  • Pujilah Tuhan, hai raksasa lautan dan segala yang bergerak di air.
    U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
  • Pujilah Tuhan, hai unggas di udara.
    U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
  • Pujilah Tuhan, hai segala binatang buas dan ternak di bumi.
    U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil Luk 21:28

Angkatlah kepalamu, sebab penyelamatmu sudah dekat.

Bacaan Injil Luk 21:29-33

Pada waktu itu Yesus mengemukakan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kalian melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kalian tahu dengan sendirinya, bahwa musim panas sudah dekat. Demikian pula, jika kalian melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sungguh, angkatan ini takkan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi sabda-Ku takkan berlalu.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Pada hari ini Yesus mengajar tentang tanda-tanda datangnya Kerajaan Allah. Kedatangan Kerajaan Allah digambarkan seperti pohon dengan tunas-tunas yang sedang tumbuh dan itu pertanda musim panas sudah datang. Yesus mengajak para murid agar mengasah kepekaan mereka dan menyadari kehadiran Tuhan dalam hidup mereka. Para murid diharapkan tidak terbenam dalam kesibukannya sendiri, tetapi selalu bisa merasakan dan akhirnya menerima serta hidup dalam Kerajaan Allah.

Kita semua ingin hidup dalam Kerajaan Allah. Artinya, kita semua ingin hidup dalam kasih Allah. Kasih Allah menjadi daya hidup kita. Jika kita hidup dalam kasih Allah, maka kita seperti tunas dalam pohon yang terus bertumbuh dan berkembang karena kasih itu membawa semangat, kekuatan, pertumbuhan dan harapan. Sebagai orang beriman kita hendaknya selalu digerakan oleh kasih Tuhan karena hanya kasih-Nya itulah yang akan membuat kita dapat bangkit dari keterpurukan, menemukan kembali semangat untuk berusaha dalam bekerja, dan tetap mempunyai harapan akan masa depan yang lebih baik.

Bapa yang mahabijak, semoga aku selalu menyadari dan merasakan kehadiran kasih-Mu dalam hidupku dan aku juga dimampukan untuk tumbuh dan berkembang dalam kasih itu. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2019, OBOR Indonesia

Inspirasimu : Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis, 28 November 2019