Peringatan Wajib Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria, Bacaan Kitab Suci, Bait Allah, Firman Tuhan, Iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2026, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu 13 Juni 2026, Paus Leo IV Peringatan Wajib Santo Antonius dari Padua - Imam & Pujangga Gereja. Sabtu Pekan Biasa X
Foto: llustrasi ChatGPT

SABTU PEKAN BIASA X
Peringatan Wajib Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria

Peringatan Wajib Santo Antonius dari Padua – Imam & Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Yesaya 61:9-11

Aku bersukaria di dalam Tuhan.

Bacaan dari Kitab Yesaya:

Beginilah firman Tuhan: Keturunan umat-Ku akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucu mereka di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati Tuhan.

Aku bersukaria di dalam Tuhan, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin pria yang mengenakan hiasan kepala dan seperti pengantin wanita memakai perhiasannya. Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan Allah akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – 1 Samuel 2:1.4-5.6-7.8abcd; Refren:1a

Hatiku bersukaria karena Tuhan, Juru Selamatku.

  • Hatiku bersukaria karena Tuhan, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh Tuhan; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu.
  • Busur para pahlawan telah patah, tetapi orang-orang lemah dipersenjatai kekuatan. Orang yang dahulu kenyang kini harus mencari nafkah, tetapi yang dulu laparkini boleh beristirahat. Orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi ibu yang banyak anaknya, menjadi layu.
  • Tuhan berkuasa mematikan dan menghidupkan, Ia berkuasa menurunkan ke dalam maut dan mengangkat dari sana. Tuhan membuat miskin dan membuat kaya, Ia merendahkan dan meninggikan juga.
  • Ia menegakkan orang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang miskin dari lumpur, untuk mendudukkannya di antara para bangsawan, dan memberi dia kursi kehormatan.

Bacaan Injil – Lukas 2:41-51

Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Tiap-tiap tahun, pada hari raya Paskah, orang tua Yesus pergi ke Yerusalem. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun, pergilah mereka ke Yerusalem seperti lazimnya pada hari raya itu. Selesai hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. Karena mereka menyangka bahwa Yesus ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu baru mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan. Karena tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.

Sesudah tiga hari, mereka menemukan Yesus dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka,
dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan dan segala jawab yang diberikan-Nya.

Ketika Maria dan Yusuf melihat Dia, tercenganglah mereka. Lalu kata ibu-Nya kepada-Nya, “Nak, mengapa Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka, “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu
bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan Yesus kepada mereka.

Lalu Yesus pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan Maria menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Hari ini, Yesaya dalam bacaan pertama berbicara tentang kegembiraan dan kepastian tentang keselamatan yang Tuhan janjikan kepada umat-Nya. Tuhan akan setia kepada janji-Nya, dan umat-Nya akan menemukan sukacita sejati. Keselamatan dan kebahagiaan merupakan bukti kasih Tuhan yang sempurna dan seluruh umat-Nya akan menemukan kedamaian dan kepastian. “Karena seperti musim semi di atas tanah, demikianlah sukacita dan kebahagiaan di hadapan Tuhan.”

Sementara Lukas dalam bacaan Injil menceritakan kisah Yesus yang pergi ke Yerusalem untuk perayaan Paskah dan kemudian ditemukan di Bait Allah. Ini adalah awal dari perjalanan Yesus yang menunjukkan komitmen-Nya pada tradisi dan keimanan-Nya. “Sesudah beberapa
hari, orang tua-Nya menemukan Ia di Bait Allah.” Yesus tetap tunduk pada orang tua-Nya meskipun Ia sudah memiliki pemahaman dan pengetahuan yang dalam tentang kebenaran. Pada peringatan Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria ini kita diajak merenungkan
kecemasan hati Maria ketika mengetahui Yesus tidak sedang bersama mereka. Di tengah kesibukan perjalanan, kita pun bisa saja merasa sendirian dan merasa Tuhan tidak sedang menyertai kita. Karena itu, kita cemas. Namun, di dalam Tuhan, hati kita tidak lagi cemas, tetapi bersorak-sorai. Kita bersukacita karena iman kita kepada Tuhan tidaklah sia-sia. Karena itu, carilah Yesus setiap saat.

Ya Tuhan, dampingilah kami dalam perjalanan hidup kami agar pada saat kami mengalami kecemasan dan ketakutan, kami selalu mencari Engkau, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor