Bacaan, Bacaan Kitab Suci, Bait Allah, Firman Tuhan, Iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2026, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis 14 Mei 2026, Paus Leo IV, Hari Raya Paskah 2026, KAmis Pekan VI Paskah, Paskah 2026, Hari Raya Kenaikan Tuhan 2026
Ilustrasi: ChatGPT

PEKAN VI PASKAH
HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Kisah Para Rasul 1:1-11

Mereka melihat Dia terangkat ke Surga.

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu, berkat kuasa Roh Kudus, Ia telah memberi perintah kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. Setelah penderitaan-Nya selesai, Ia menampakkan diri kepada mereka, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

Pada suatu hari, ketika makan bersama-sama dengan mereka, Yesus melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang -“telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab – beginilah kata-Nya – “Yohanes membaptis dengan air,
tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”

Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ, “Tuhan, pada masa inikah Engkau mau memulihkan Kerajaan bagi Israel?” Jawab-Nya, “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa,
dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria, bahkan sampai ke ujung bumi.” Sesudah mengatakan demikian, terangkatlah Yesus disaksikan oleh murid-murid-Nya, sampai awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Yesus naik, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka, “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri menatap langit? Yesus yang terangkat ke surga meninggalkan kamu ini, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 47:2-3.6-7.8-9; Refren:6

Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangsakala.

  • Hai segala bangsa, bertepuk-tanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja agung atas seluruh bumi.
  • Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, Kidungkanlah mazmur bagi Raja kita, kidungkanlah mazmur!
  • Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan lagu yang paling indah! Allah merajai segala bangsa, di atas takhta-Nya yang kudus Ia bersemayam.

Bacaan II – Efesus 1:17-23

Allah mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya dalam surga.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus:

Saudara-saudara, kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mahamulia, aku memohon supaya Ia memberikan kamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar; supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya; yaitu betapa kaya kemuliaan yang dijanjikan-Nya untuk diwarisi oleh orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya. Kekuatan itu sesuai dengan daya kuasa Allah, yang bekerja dalam Kristus, yakni kuasa yang membangkitkan Kristus dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan Allah dalam surga. Di situ Kristus jauh lebih tinggi dari segala pemerintahan dan penguasa, kekuasaan dan kerajaan serta tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini melainkan juga di dunia yang akan datang. Segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan allah kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat itulah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Diri-Nya, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil – Matius 28:19a.20b
Pergilah, dan ajarlah semua bangsa, sabda Tuhan. Aku menyertai kamu sampai akhir zaman.

Bacaan Injil – Matius 28:16-20

Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sesudah Yesus bangkit dari antara orang mati, kesebelas murid berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia, mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.

Yesus mendekati mereka dan berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Hari ini kita merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan, sebuah peristiwa yang bukan hanya penuh misteri, melainkan juga sarat misi. Yesus, yang telah wafat dan bangkit, kini naik ke surga. Namun, sebelum itu, para murid masih menyimpan harapan duniawi. Mereka bertanya, “Tuhan, apakah Engkau pada masa ini akan memulihkan kerajaan bagi Israel?” Pertanyaan ini menunjukkan bahwa mereka belum sepenuhnya memahami rencana keselamatan Allah. Namun, Yesus tidak menegur atau memarahi mereka. Sebaliknya, dengan sabar, Ia mengarahkan pandangan mereka lebih jauh, “Kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku … sampai ke ujung bumi.”

Lalu, Yesus naik ke surga. Murid-murid pun hanya bisa terpaku menatap langit, sampai dua malaikat menegur mereka, “Mengapa kamu berdiri melihat ke langit?” Sebuah pertanyaan yang menyadarkan mereka – dan kita semua – bahwa iman bukan hanya soal menatap ke atas, melainkan juga bergerak ke luar. Sebab kenaikan Yesus bukanlah akhir, melainkan awal dari misi Gereja, dan kita semua terlibat di dalamnya.

Dalam Injil hari ini, Yesus memberi amanat agung kepada para murid, “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” Amanat ini melampaui batas waktu dan tempat. Bukan hanya untuk para rasul dua ribu tahun lalu, melainkan juga untuk kita hari ini. Kita semua, sebagai anggota Gereja, menerima panggilan untuk menjadi pewarta kasih dan kebenaran Tuhan di tengah dunia. Dan kabar baiknya, Yesus tidak mengutus kita sendirian. Ia memberi janji yang pasti, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” Ia tetap hadir: dalam firman-Nya, dalam sakramen, dalam Ekaristi, dalam Gereja, dan dalam kuasa Roh Kudus.

Ya Tuhan, utuslah Roh Kudus-Mu agar kami dikuatkan, dipimpin, dan dipenuhi dengan semangat misi, amin.

HUT Tahbisan Uskup Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA (Uskup Keuskupan Sufragan Timika)

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor