Hari Kamis, Pekan Biasa XXXIV
SP Maria Tak bernoda dari Medali Wasiat
St. Yakobus dari Persia
St. Virgilius
St. Fransiskus-Antonius Fasami
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Daniel 6:12-28
Allah telah mengutus malaikat-Nya dan mengatupkan mulut singa-singa.
Bacaan dari Nubuat Daniel:
Sekali peristiwa para pegawai Raja Darius masuk ke kamar Daniel, dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya. Maka mereka menghadap raja dan menanyakan kepada raja, “Bukankah Tuanku mengeluarkan suatu perintah, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia selain kepada Tuanku, akan dilemparkan ke dalam gua singa?” Raja menjawab, “Memang! Perkara itu sudah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali.” Lalu mereka berkata kepada raja, “Daniel adalah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan Tuanku, ya raja. Ia tidak mengindahkan larangan yang Tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya.” Mendengar hal itu sangat sedihlah raja, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel. Bahkan sampai matahari terbenam, ia masih berusaha untuk menolongnya.
Tetapi para pegawai itu bergegas-gegas menghadap raja serta berkata kepadanya, “Ketahuilah, ya raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tiada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja dapat diubah.” Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel, “Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang akan melepaskan dikau!” Lalu dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu. Raja mencap batu itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam perkara Daniel tidak diadakan perubahan apa-apa. Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman. Ia tidak mendatangkan penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur.
Pagi-pagi benar ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa. Sesampai di dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara sayu, “Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan dikau dari singa-singa?”
Daniel menjawab, “Ya raja, semoga kekallah hidupmu! Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa. Maka aku tidak diapa-apakan, karena ternyata aku tidak bersalah di hadapan Allahku. Demikian pula terhadap Tuanku, ya Raja, aku tidak bersalah.” Raja sangat sukacita dan memberi perintah supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua. Ternyata tidak ada luka sedikit pun padanya, karena ia percaya kepada Allahnya. Kemudian atas perintah raja, ditangkaplah orang-orang yang telah menuduh Daniel, dan dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka sendiri maupun anak isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka. Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya, “Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar terhadap Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi. Dialah yang melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan: Dan 3:68.69.70.71.72.73.74
- Pujilah Tuhan, hai embun dan salju membadai.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya. - Pujilah Tuhan, hai es dan udara dingin.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya. - Pujilah Tuhan, hai embun beku dan salju.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya. - Pujilah Tuhan, hai siang dan malam.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya. - Pujilah Tuhan, hai cahaya dan kegelapan.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya. - Pujilah Tuhan, hai halilintar dan awan-kemawan.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya. - Biarlah bumi memuji Tuhan.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Bait Pengantar Injil: Lukas 21:28
Angkatlah kepalamu, sebab penyelamatmu sudah dekat.
Bacaan Injil: Lukas 21:20-28
Yerusalem akan diinjak-injak oleh para bangsa asing sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Apabila kalian melihat Yerusalem dikepung oleh tentara, ketahuilah bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, orang-orang yang ada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota. Sebab itulah masa pembalasan dan genaplah semua yang tertulis.
Celakalah para ibu yang sedang hamil atau yang sedang menyusui bayi pada masa itu! Sebab kesesakan yang dahsyat akan menimpa seluruh negeri, dan murka akan menimpa bangsa ini. Mereka akan tewas oleh mata pedang dan diangkut sebagai tawanan ke segala bangsa. Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.”
Dan akan tampaklah tanda-tanda pada matahari, bulan dan bintang-bintang. Bangsa-bangsa di bumi akan ketakutan dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena cemas berhubung dengan segala sesuatu yang menimpa bumi ini, karena kuasa-kuasa langit bergoncangan.
Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Perihal pewartaan-Nya tentang akhir zaman, Yesus menggunakan ilustrasi yang begitu mengerikan tentang masa-masa berat orang Israel saat Kota Yerusalem dihancurkan oleh Babel. Yerusalem dikepung dan dibakar, orang-orang yang bertahan di dalamnya dibiarkan mati kehabisan bahan makanan. Akhir zaman akan didahului oleh penderitaan yang sangat dahsyat. Hal ini tentunya tidak boleh melemahkan iman, harapan, dan kasih kita sebagai pengikut Kristus. Bagi umat yang setia, Yesus mengajak kita untuk mengangkat muka kita menyambut penyelamatan kita yang datang dari Allah. Bagi umat yang siap dan setia, Allah telah menyiapkan keselamatan sejati di mana akan dikumpulkan kalangan umat yang memiliki hati yang baru untuk setia kepada Allah.
Hidup kita selalu berada dalam tangan Allah dan kita percaya bahwa Allah akan selalu campur tangan dalam hidup kita. Kita menyebut Dia sebagai Bapa dan tidak ada bapa yang membiarkan anak-anaknya sakit dan menderita. Ia akan selalu datang untuk memberikan pertolongan. Namun, kita sering kali lupa dengan peran serta Allah karena kita terlalu asyik dengan hidup dan persoalan kita atau terlalu yakin pada kemampuan kita sendiri. Karena itu, kita diajak untuk lebih dekat pada Allah agar kita dapat merasakan bahwa kita tidak hidup sendiri karena kita selalu bersama Yesus, Sang Penyelamat Sejati.
Ya Tuhan, banyak kesempatan tertunda karena kelalaian kami. Mampukanlah kami mempersiapkan hari-hari hidup kami dengan lebih baik sesuai rencana dan kehendak-Mu, amin.

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

