Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Biasa XXXIV, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik Sabtu 23 November 2025, Paus Leo IV, Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam, Hari Orang Muda Sedunia, OMK Indonesia
Ilustrasi

Hari Minggu, Pekan Biasa XXXIV
Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam
Hari Orang Muda Sedunia
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I: 2 Samuel 5:1-3

Mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel.

Bacaan dari Kitab Kedua Samuel:

Sekali peristiwa datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron. Mereka itu berkata, “Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. Telah lama, yakni ketika Saul masih memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Lagipula Tuhan telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel.”

Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap Daud di Hebron, lalu Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di sana, di hadapan Tuhan. Kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mzm 122:1-2.4-5; R:1

Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita.

  • Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, “Mari kita pergi ke rumah Tuhan.” Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
  • Kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan, untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalemlah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.

Bacaan II: Kolose 1:12-20

Allah telah memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose:

Saudara-saudara, semoga kamu mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang membuat kamu layak mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus
di dalam Kerajaan Terang. Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih, di dalam Kristus itulah kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, Dia adalah yang sulung, yang lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada mendahului segala sesuatu, dan segala sesuatu ada di dalam Dia.

Dialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi maupun yang ada di surga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil: Markus 11:9.10
Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapa kita Daud.

Bacaan Injil: Lukas 23:35-43
Tuhan, ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja.

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Ketika Yesus bergantung di salib, pemimpin-pemimpin bangsa Yahudi mengejek-Nya, “Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia benar-benar Mesias, orang yang dipilih Allah!”

Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya dan berkata, “Jika Engkau raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!” Ada juga tulisan di atas kepala-Nya, “Inilah Raja Orang Yahudi”.

Salah seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Yesus, katanya, “Bukankah Engkau Kristus? Selamatkanlah diri-Mu sendiri dan kami!” Tetapi penjahat yang seorang lagi menegur dia, katanya, “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah? Padahal engkau menerima hukuman yang sama! Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” Lalu ia berkata kepada Yesus, “Yesus, ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja!” Kata Yesus kepadanya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Renungan

Pada hari ini kita merayakan Kristus Raja Semesta Alam. Namun, Dia bukanlah raja sebagaimana gambaran dunia dengan segala kemegahan dan kemewahannya, dengan balatentara dan pengawalannya yang luar biasa. Dia adalah Raja Kasih; wilayah-Nya tidak terbatas dan siapa pun yang percaya kepada-Nya akan memperoleh keselamatan. Dia mau menyatu dengan siapa saja dan mau menolong siapa saja. Selain raja, Dia juga pelayan, bahkan pelayan dari segala pelayan.

Seperti penjahat yang bertobat itu, mari kita membuka hati untuk menerima Kristus dalam hidup kita dan membiarkan Dia merajai pikiran, hati, perasaan, dan perbuatan kita sehingga dari diri kita mengalir kasih-Nya untuk sesama dan semua ciptaan. Kasih yang melayani, mengampuni, dan berkorban. Kasih yang tampak dalam kata-kata yang menyejukkan dan memberi harapan, ikut merawat dan melestarikan lingkungan hidup, dan berani membela mereka yang menjadi korban ketidakadilan. Mari kita sebarkan kasih kepada semua orang tanpa membeda-bedakan dan biarlah kasih Kristus yang meraja di dunia ini.

Yesus Raja Semesta Alam ini masuk dalam kelemahan manusiawi kita agar kita menyadari bahwa Sang Raja ini masuk dalam kemanusiaan kita untuk mendorong kita menjadi pribadi tangguh karena didampingi Sang Raja Semesta Alam dengan segala keberadaan-Nya sepanjang masa. Dengan demikian, kita tidak dapat mengatakan lagi bahwa Allah hanya bertakhta di surga dan tidak paham situasi manusia. Putra Allah yang menjelma menjadi manusia menjadikan kita makin dekat dan akrab secara pribadi dengan-Nya. Maukah kita menjadikan Yesus Kristus sebagai raja yang menguasai seluruh diri dan hidup kita?

Ya Yesus Kristus, Raja Semesta Alam, semoga semakin banyak orang mengalami damai dan kasih yang akan menjadikan dunia ini tempat yang nyaman bagi segala ciptaan, amin.

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR