RABU PEKAN BIASA XIII
Beato Ferdinandus Baccilieri
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I – Amsal 5:14-15.21-24
Jauhkanlah daripadaku keramaian nyanyianmu, dan biarlah keadilan selalu mengalir seperti sungai.
Bacaan dari Nubuat Amos:
Carilah yang baik dan jangan yang jahat, agar kalian hidup. Dengan demikian Tuhan, Allah semesta alam, akan menyertai kalian seperti yang kalian katakan. Bencilah yang jahat, cintailah yang baik, dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang. Mungkin Tuhan, Allah semesta alam, akan mengasihani sisa-sisa keturunan Yusuf. Tuhan bersabda, “Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu, dan Aku tidak senang akan kumpulan rayamu. Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku kurban bakaran dan kurban sajianmu, Aku tidak suka, Aku tidak mau memandang kurban keselamatan yang berupa ternak tambun. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyianmu. Aku tidak mau mendengar lagu gambusmu. Tetapi hendaknya keadilan bergulung-gulung seperti air, dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan – Mazmur 50:7.8-9.10-11.12-13.l6bc-17; Refren:23b
Aku akan memperlihatkan keselamatan Allah kepada yang jujur jalannya.
- Dengarlah, hari Umat-Ku, aku hendak berfirman! Dengarlah hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu; Akulah Allah, allahmu!
- Bukan karena kurban sembelihan engkau dihukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku! Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu.
- Sebab segala binatang hutan adalah milik-Ku, dan ribuan hewan di gunung adalah kepunyaan-Ku. Aku kenal segala burung di udara, dan semua yang bergerak di padang adalah milik-Ku.
- Jika aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya. Daging lembu jantankah makanan-Ku? Atau darah kambing jantankah minuman-Ku?
- Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?
Bait Pengantar Injil – Yakobus 1:18
Atas kehendak-Nya sendiri Allah telah menciptakan kita dengan kebenaran, agar kita menjadi yang pertama dari ciptaan-Nya.
Bacaan Injil – Matius 8:28-34
Adakah Engkau kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Pada suatu hari Yesus menyeberang danau Genesaret dan tiba di daerah orang Gadara. Maka datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan, menemui Dia. Mereka itu sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu. Dan mereka itu pun berteriak, katanya, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?”
Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan. Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya, “Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu.” Yesus berkata kepada mereka, “Pergilah!” Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau, dan mati di dalam air. Para penjaga babi lari, dan setibanya di kota, mereka menceritakan segala sesuatu, juga tentang dua orang yang kerasukan itu. Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, mereka mendesak supaya Ia meninggalkan daerah mereka.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Pada Hari Raya Darah Mulia Yesus, kita merenungkan kurban kasih Kristus yang agung, yang mencurahkan darah-Nya untuk menebus dosa-dosa kita dan membebaskan kita dari belenggu kuasa kegelapan. Injil hari ini mengisahkan Yesus yang menghadapi orang-orang kerasukan setan, yang melambangkan kuasa dosa dan ketakutan yang mengikat hidup kita. Kehadiran Yesus mengusik kuasa jahat itu dan membawa pembebasan bagi mereka yang menderita.
Reaksi penduduk setempat yang lebih takut kehilangan harta benda daripada menyambut Sang Pembebas mengingatkan kita akan bahaya keterikatan pada hal-hal duniawi yang dapat membutakan kita terhadap berkat rohani yang lebih besar. Darah Kristus yang tertumpah adalah harga penebusan kita, membebaskan kita dari perbudakan dosa dan ketakutan yang menghalangi kita untuk hidup sepenuhnya dalam kasih Allah.
Mari kita merenungkan, belenggu ketakutan atau dosa apa yang mungkin masih mengikat kita. Seperti orang-orang yang kerasukan itu dibebaskan oleh kuasa Yesus, kita dapat menghampiri Kristus dalam doa dan Sakramen Tobat untuk memohon pembebasan. Kita juga bisa secara konkret melepaskan diri dari keterikatan yang tidak sehat pada materi atau kebiasaan buruk yang menjauhkan kita dari Allah. Setiap upaya kita untuk hidup dalam kebenaran dan kasih adalah cara kita menghormati Darah Mulia Kristus yang telah tercurah bagi kita.
Ya Yesus Kristus, melalui darah-Mu yang mulia, bebaskanlah kami dari segala belenggu dosa dan ketakutan. Mampukan kami untuk hidup dalam kebebasan dan kasih karunia-Mu, amin.
HUT Tahbisan Imam Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap (Uskup Keuskupan Sufragan Sintang & Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak).

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

