Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Adven II 2025, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik Sabtu 13 Desember 2025, Paus Leo IV, Adven 2025
Ilustrasi

Hari Sabtu, Pekan Adven II
Pw. Sta. Lusia – Perawan dan Martir
Sta. Odilia
Warna Liturgi: Merah

Bacaan I: Sirakh 48:1-4.9-11

Elia akan datang lagi.

Bacaan dari Kitab Putera Sirakh:

Dahulu kala tampillah nabi Elia bagaikan api. Perkataannya membakar laksana obor. Dialah yang mendatangkan kelaparan atas orang Israel, dan karena geramnya, jumlah mereka dijadikannya sedikit. Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya, dan api diturunkannya sampai tiga kali. Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mujizatmu! Siapa dapat memegahkan diri sama dengan dikau?

Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalam kereta dengan kuda berapi. Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, untuk mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub.

Berbahagialah orang yang telah melihat engkau, dan yang meninggal dalam kasih.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mazmur 80:2ac.3b.15-16.18-19; R:4

Ya Allah, pulihkanlah kami. Buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami.

Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, Engkau yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar. Bangkitkanlah keperkasaan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.

Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!

Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang ada di sebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kauteguhkan. Maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu; Biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.

Bait Pengantar Injil: Lukas 3:4.6
Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.

Bacaan Injil: Matius 17:10-13

Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya turun dari gunung, para murid bertanya kepada-Nya, “Mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?” Yesus menjawab, “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu. Dan Aku berkata kepadamu, Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian pula Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Dialog yang kita baca dalam Injil hari ini memberikan gambaran yang luas tentang pemahaman dan penerimaan. Yesus menekankan pentingnya kenabian Elia yang diharapkan sebagai pembawa perubahan. Namun, kedatangannya tidak dikenali, tidak dihargai, dan tidak dimengerti oleh banyak orang. Serupa dengan Elia, Yesus, yang adalah Pembaru, juga dihadapkan pada ketidakpahaman dan penolakan. Penolakan ini menjadi cerminan dari sikap manusia terhadap perubahan dan pembaruan.

Perikop ini mengajak kita untuk merenungkan bagaimana kita menerima Elia-Elia dalam hidup kita, yang mungkin datang dalam bentuk pesan-pesan, peristiwa-peristiwa, atau orang-orang yang membawa perubahan dan tantangan. Kita ditantang untuk mengenali, membuka hati dan pikiran untuk menerima kebenaran dan transformasi yang ditawarkan Tuhan melalui suara kenabian orang-orang di sekitar kita.

Pada masa Adven ini,  kita mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Yesus. Dalam masa ini, kita memohon kebijaksanaan dan keberanian dalam mengenali dan menerima kehadiran Tuhan di tengah keseharian hidup, juga ketika kehadiran-Nya menantang kita untuk berubah.

 Tuhan, mampukanlah kami untuk mengenali dan menerima tanda-tanda kehadiran-Mu. Semoga karena tanda-tanda itu, kami terbuka terhadap panggilan untuk berubah menjadi lebih baik, amin.

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin Penerbit Obor