Bacaan, Bacaan Kitab Suci, Bait Allah, Firman Tuhan, Iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Adven III 2025, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik Minggu 14 Desember 2025, Paus Leo IV, Adven 2025
Ilustrasi

Hari Minggu, Pekan Adven III
Minggu Gaudate/Sukacita
Warna Liturgi: Ungu

Bacaan I: Yesaya 35:1-6a.10

Tuhan sendiri datang menyelamatkan kamu.

Bacaan dari Kitab Yesaya:

Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorai dan berbunga. Seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon, semarak Karmel dan Saron, akan diberikan kepadanya. Orang akan melihat kemuliaan Tuhan, semarak Allah kita.

Kuatkanlah tangan yang lemah lesu, dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati, “Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan membawa pembalasan dan ganjaran. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!”

Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka; orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai. Pada waktu itu orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sementara sukacita abadi meliputi mereka. Kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mazmur 146:7.8-9a.9bc-10; R:Yes 35:4

Datanglah, ya Tuhan, dan selamatkanlah kami.

  • Tuhanlah yang menegakkan keadilan bagi orang yang diperas, dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.
  • Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar. Tuhan menjaga orang-orang asing.
  • Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun!

Bacaan II: Yak 5:7-10

Teguhkanlah hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat.

Bacaan dari Surat Rasul Yakobus:

Saudara-saudara, bersabarlah sampai kedatangan Tuhan, seperti petani yang menantikan hasil tanahnya yang berharga: Ia sabar sampai turun hujan musim gugur dan hujan musim semi, demikian kamu pun harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!

Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Ingatlah, Hakim telah berdiri di ambang pintu. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil: Yesaya 61:1
Roh Tuhan Allah ada padaku. Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara.

Bacaan Injil: Matius 11:2-11

Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa Yohanes Pembaptis yang berada di penjara mendengar tentang pekerjaan Kristus. Lalu ia menyuruh murid-muridnya bertanya kepada Yesus, “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Yesus menjawab mereka, “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Berbahagialah orang yang tidak sangsi dan tidak menolak Aku.”

Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak tentang Yohanes, “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau! ia akan mempersiapkan jalan di hadapan-Mu.

Aku berkata kepadamu: Camkanlah, di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar daripada dia.”

Demikianlah Sabda Tuhan

Renungan

Pada Hari Minggu Adven Ketiga ini kita diundang oleh Gereja untuk merenungkan pribadi Yohanes Pembaptis, tokoh yang mempersiapkan kedatangan Almasih. Perutusan Yohanes Pembaptis ialah mempersiapkan kedatangan Sang Penyelamat, Yesus Kristus, dan ia sepenuhnya menyadari diri hanya sebagai seorang utusan. Dalam kesadaran itu, ia mengarahkan murid-muridnya untuk datang kepada Yesus. Di penjara, Yohanes Pembaptis yang mendengar tentang pekerjaan Yesus, lalu mengutus murid-muridnya kepada Yesus untuk bertanya, “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Pertanyaan ini mencerminkan keraguan dan kerinduan manusia, bahkan seorang nabi, untuk memahami rencana Tuhan. Dalam jawabannya, Yesus tidak langsung mengatakan, ”Ya, Akulah Dia.” Sebaliknya, Yesus meminta mereka mengamati tanda-tanda kehadiran Kerajaan Allah yang terjadi melalui karya dan pelayanan-Nya: orang buta dapat melihat, orang lumpuh berjalan, orang yang sakit kulit ditahirkan, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan Injil diberitakan kepada orang miskin. Ini adalah pemenuhan nubuat tentang Mesias dan sekaligus cara Yesus menegaskan identitas-Nya.

Lewat perikop ini kita diajak merenungkan beberapa hal. Pertama, keraguan adalah bagian dari perjalanan iman kita. Bahkan, seorang nabi seperti Yohanes Pembaptis mengalami keraguan. Yang penting adalah bagaimana kita menghadapinya, dengan mencari dan meminta penegasan dari Tuhan. Kita bisa belajar dari teladan Yohanes Pembaptis dan keberaniannya untuk bertanya.

Kedua, kita diundang untuk mengenali tanda Kristus, yakni bukti campur tangan-Nya yang mengubah hidup kita menjadi lebih baik. Yesus mengajak kita untuk melihat bagaimana karya Allah mengubah dunia kita, tanda bahwa Ia terlibat dan turut campur tangan. Kehadiran-Nya memberikan harapan, pemulihan, dan kesembuhan.

Ketiga, yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa seperti Yohanes Pembaptis, kita dipanggil untuk menjadi saksi bagi Kristus, menunjukkan dan menyiapkan jalan bagi-Nya dalam hidup kita dan orang lain. Sebagaimana Yohanes, kita ditantang  untuk beriman di tengah badai kehidupan. Kita  mungkin menjadi bimbang karena tidak selalu memahami rencana Tuhan, namun kita dapat berpegang teguh pada janji-janji-Nya karena Ia yang telah berjanji adalah setia.

 Tuhan, gerakkanlah hati kami untuk terus mencari, mengenali, dan menjadi saksi bagi kehadiran dan karya-Mu dalam kehidupan kami sehari-hari, amin.

Hut Kelahiran Mgr. Victorius Dwiardy, OFM. Cap (Uskup Keuskupan Banjarmasin)

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin Penerbit Obor