Bacaan, Bacaan Kitab Suci, Bait Allah, Firman Tuhan, Iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Adven III 2025, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik Senin 15 Desember 2025, Paus Leo IV, Adven 2025
Ilustrasi

Hari Senin, Pekan Adven III
Sta. Kristiana
B. Bonaventura
Warna Liturgi: Ungu

Bacaan I: Bilangan 24:2-7.15-17a

Sebuah bintang terbit dari Yakub.

Bacaan dari Kitab Bilangan:

Pada waktu itu Bileam memandang ke depan, dan ia melihat orang Israel berkemah menurut suku mereka. Maka Roh Allah menghinggapi dia. Lalu ia mengucapkan sanjak, katanya, “Inilah tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya; tutur kata orang yang mendengar firman Allah, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.

Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel! Laksana lembah yang membentang luas, laksana taman di tepi sungai, laksana pohon gaharu yang di taman Tuhan, laksana pohon aras di tepi air. Seorang pahlawan tampil dari wangsanya memerintah bangsa yang tak terbilang banyaknya. Rajanya akan naik tinggi melebihi Agag, dan kerajaannya akan dimuliakan.”

Kemudian diucapkannya lagi sanjaknya, “Inilah tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya, tutur kata orang yang mendengar firman Allah, dan yang memperoleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.

Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang. Aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; sebuah bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel,
ia meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mazmur 25:4bc-5ab.6-7bc.8-9; R:4b

Tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan.

  • Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.
  • Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Dosa-dosaku pada waktu muda, dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu.
  • Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.

Bait Pengantar Injil: Mazmur 85:8
Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan-Mu.

Bacaan Injil: Matius 21:23-27

Dari manakah pembaptisan yang diberikan Yohanes?

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Pada suatu hari Yesus masuk ke Bait Allah. Ketika Ia sedang mengajar, datanglah imam-imam kepala serta pemuka-pemuka bangsa Yahudi kepada-Nya; mereka bertanya, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?” Jawab Yesus kepada mereka, “Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu, dan jika kalian memberi jawabannya, Aku pun mengatakan kepada kalian dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Nah, dari manakah pembaptisan yang diberikan Yohanes? Dari surga atau dari manusia?”

Mereka lalu berunding satu sama lain, “Jikalau kita katakan, ‘Dari surga,’ Ia akan berkata kepada kita, ‘Kalau begitu, mengapa kalian tidak percaya kepadanya? Tetapi jika kita katakan, ‘Dari manusia,’ kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi.”

Mereka lalu menjawab, “Kami tidak tahu.” Maka Yesus pun berkata kepada mereka, “Jika demikian, Aku pun tidak mau mengatakan kepada kalian dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Di Bait Allah para pemimpin agama mempertanyakan otoritas Yesus, ”Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?” Pertanyaan mereka tidak murni didorong oleh keinginan untuk mengerti, tetapi semata-mata untuk menjebak Yesus.

Namun, Yesus menjawab tantangan mereka dengan pertanyaan yang merujuk pada pembaptisan Yohanes, “Apakah itu dari surga atau dari manusia?” Para pemimpin agama tersebut terjebak dalam dilema mereka sendiri. Jika mereka mengatakan ’dari surga’, mereka harus mengakui ketidakpercayaan mereka terhadap Yohanes. Akan tetapi, jika mereka mengatakan ’dari manusia’, mereka akan dihadapkan pada kemarahan rakyat yang percaya bahwa Yohanes adalah nabi. Karena itu, mereka memilih untuk menjawab, ”Kami tidak tahu.”

Akan tetapi, kisah ini bukan sekadar kisah tentang cara jitu dan cerdas untuk menghindar dari jebakan lawan bicara. Lewat pertanyaan tentang asal pembaptisan Yohanes, Yesus sesungguhnya menantang para pemimpin agama untuk mengakui kebenaran yang sudah mereka ketahui dalam hati mereka, sekiranya  mereka berani jujur dan mengakuinya dengan tulus. Kita pun diundang untuk mempertanyakan dasar dari otoritas yang kita ikuti dan kebenaran yang kita pegang. Apakah kita mencari Tuhan dengan ketulusan hati, ataukah kita masih tertahan oleh rasa takut akan pendapat manusia?

Tuhan, semoga kami berani mengakui kebenaran-Mu, teristimewa ketika pengakuan atasnya mendatangkan ancaman bagi keselamatan jiwa dan raga kami, amin.

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin Penerbit Obor