“Hidup dalam Harapan dan Sukacita”
MIRIFICA.NET, AERAMO — Minggu, 14 Desember, Gereja Yesus Kerahiman Ilahi, Paroki Aeramo, menjadi tempat berlangsungnya kegiatan rekoleksi bersama para Sopir, Ojek, Mama dan Papa Lele, Karyawan Toko, Pelayan Restoran serta Pekerja Hotel. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD tepat pada pukul 09.00 WITA.
Dalam rekoleksi tersebut, Bapa Uskup mengajak para pekerja untuk menyadari bahwa hidup sehari-hari harus selalu dijalani dalam harapan — baik harapan jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Namun yang paling mendasar adalah harapan iman: keyakinan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, apa pun situasi dan kondisi hidup yang dihadapi.
Mgr. Paulus Budi Kleden menegaskan bahwa Tahun Yubileum menjadi kesempatan berahmat dimana semua orang diajak untuk semakin hidup dalam kejujuran, bertanggung jawab, dan solider dalam keseharian hidup termasuk dalam dunia kerja. Melalui kerja keras dan ketekunan, para Sopir, Ojek, Pedagang Kecil, dan Karyawan Jasa, harus mampu menunjukkan bahwa di tempat kerja mereka itu pun ada kehidupan; bahwa orang dapat hidup dan bertumbuh dengan bermartabat dari apa yang mereka kerjakan.
Setelah rekoleksi, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah bersama ke Gua Maria Batanitu – Aeramo. Ziarah ini menjadi momen penyerahan diri dalam doa, dimana semua yang terlibat dalam rekoleksi diajak untuk memohon berkat Tuhan bagi kehidupan dan pekerjaan mereka sehari-hari.
Usai ziarah, seluruh peserta dan umat yang terlibat diajak kembali ke gereja untuk merayakan Perayaan Ekaristi bersama pada pukul 10.35 WITA.
Dalam homilinya pada Perayaan Ekaristi, Bapa Uskup Paul menegaskan makna seruan Gaudete — bersukacitalah. Bagi Mgr. Paul, seruan Gaudete tidak menutup mata terhadap berbagai kesulitan dan tantangan hidup. Sebaliknya, seruan ini justru membuka mata dan kesadaran bahwa hidup tidak hanya berisi rentetan kemalangan. tetapi lebih dari itu, hidup juga senantiasa melahirkan dan mendatangkan peristiwa-peristiwa yang menggembirakan, yang menjadi alasan untuk selalu bersyukur dan bersukacita. Karena itu, umat diajak untuk membuka mata agar mampu melihat tanda-tanda kegembiraan dalam keseharian hidup, sekaligus membuka hati untuk menciptakan tanda-tanda sukacita itu dalam kebersamaan.
Kegiatan Rekoleksi, Ziarah dan Perayaan Ekaristi ini menjadi ungkapan nyata akan perhatian Gereja terhadap para pekerja kecil dan semakin meneguhkan mereka untuk terus melangkah dalam iman, harapan, dan sukacita.
Salam kasih persaudaraan.
Foto-Foto






Imam Projo Keuskupan Agung Ende.
Saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Agung Ende.


