Home Jendela Alkitab Harian Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 18 Januari 2020

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 18 Januari 2020

Dalam doa-Nya, Yesus memohon agar Allah Bapa menjaga murid-murid–Nya. Di sini, doa menunjukkan suatu relasi antara Allah dan manusia dalam Yesus Kristus. Kemudian, doa menjadi kekuatan bagi para rasul khususnya untuk menjalani hidup dan panggilan menjadi murid Kristus. Nah, doa Yesus bagi para murid-Nya mengandung makna yang mendalam. Ada harapan dalam apa yang dimohonkan. Yesus dan Bapa senantiasa memelihara, menjaga, dan melindungi dari yang jahat, dan akhirnya menguduskan para murid dalam kebenaran. Doa yang sama juga Yesus lakukan untuk kita di zaman ini. Ia tak henti-henti meminta kepada Bapa–Nya untuk menjaga dan memelihara kita. Lantas, apa isi-isi doa kita kepada Allah? Apakah kita juga mendoakan orang-orang yang diper­cayakan Tuhan kepada kita? Sejauh mana kita tekun dalam berdoa, baik pribadi maupun bersama? Mari kita menyatukan hati kita dengan hati Yesus yang senantiasa berdoa agar seluruh karya dan usaha kita benar-benar lahir dari persatuan dengan Dia. Ya Tuhan Allah, ajarlah kami berdoa seperti Engkau mendoakan umat-Mu. Curahkan­lah Roh Kudus-Mu, sehingga kami senantiasa berdoa dengan benar sesuai kehendak-Mu. Amin.
Ilustrasi: pinterest

Bacaan Pertama 1Sam 9:1-4.17-19;10:1a

Inilah orang yang disebut-sebut Tuhan!

Ada seorang dari daerah Benyamin, namanya Kisy bin Abiel, bin Zeror, bin Bekhorat, bin Afiah. Ia seorang suku Benyamin, seorang yang berada. Orang ini ada anaknya laki-laki, namanya Saul, seorang muda yang elok rupanya; tidak ada seorang pun dari antara orang Israel yang lebih elok dari padanya: ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya dari bahu ke atas. Kisy, ayah Saul itu, kehilangan keledai-keledai betinanya. Sebab itu berkatalah Kisy kepada Saul, anaknya, “Ambillah salah seorang bujang, bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu.” Lalu mereka menjelajah pegunungan Efraim; juga mereka menjelajah tanah Sahalim, tetapi keledai-keledai itu tidak ada; kemudian mereka menjelajah tanah Benyamin, tetapi tidak menemuinya. Ketika Samuel melihat Saul, yang datang minta petunjuk, bersabdalah Tuhan kepada Samuel, “Samuel, Inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu; inilah orang yang akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku.” Sementara itu Saul datang mendekati Samuel di tengah pintu gerbang dan berkata, “Maaf, di mana rumah pelihat itu?” Jawab Samuel kepada Saul, katanya, “Akulah pelihat itu. Naiklah mendahului aku ke bukit. Hari ini kamu akan makan bersama-sama dengan daku; besok pagi aku membiarkan engkau pergi dan kemudian aku akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ada dalam hatimu.” Maka keesokan harinya Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata,
“Sungguh, Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel. Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat Tuhan, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan Mzm 21:2-3.4-5.6-7 R:2a

Ya Tuhan, karena kuasa-Mulah raja bersukacita.

  • Tuhan, karena kuasa-Mulah raja bersukacita; betapa girang hatinya karena kemenangan yang Kauberikan!
    Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kaukaruniakan, dan permintaan bibirnya tidak Kautolak.
  • Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah; Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya. Hidup dimintanya dari pada-Mu dan Engkau memberikannya: Umur panjang untuk selama-lamanya.
  • Besarlah kemuliaannya karena kemenangan yang Kauberikan; keagungan dan semarak Kaukaruniakan kepadanya. Engkau membuat dia menjadi berkat abadi, Engkau memenuhi dia dengan sukacita di hadapan-Mu.

Bait Pengantar Injil Luk 4:18-19

Tuhan mengutus Aku mewartakan Injil kepada orang yang hina-dina dan memberitakan pembebasan kepada orang tawanan.

Bacaan Injil Mrk 2:13-17

Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.

Sekali peristiwa Yesus pergi lagi ke pantai Danau Galilea, dan semua orang datang kepada-Nya. Yesus lalu mengajar mereka. Kemudian ketika meninggalkan tempat itu, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai,
Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi, lalu mengikuti Yesus. Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Lewi, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. Waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Yesus makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya,
“Mengapa Gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengar pertanyaan itu dan berkata kepada mereka, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit! Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa!”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Ada berbagai macam cara Tuhan menyapa dan memanggil kita. Saul mencari keledai-keledai betina ayahnya yang hilang dan bertemu dengan Samuel. Bukan keledai betina yang diperolehnya, melainkan panggilan dan pengurapan menjadi raja. Begitulah yang sering terjadi, kita menginginkan dan mengusahakan sesuatu, namun Tuhan memberikan yang lebih dari itu sesuai dengan rencana-Nya. Kita perlu peka untuk merasakan dan menerima panggilan Tuhan di luar dari yang kita pikirkan atau rencanakan.

Lewi pemungut cukai yang duduk di kantornya begitu saja dilihat Yesus dan dipanggil mengikutinya: ”Ikutlah Aku!” Panggilan yang tak terduga bagi Lewi maupun bagi orang banyak. Bagaimana mungkin Yesus memanggil orang berdosa untuk menjadi rasul-Nya? Dan Lewi berdiri dan mengikuti Yesus:” Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Cara Tuhan memanggil kita untuk mengikuti jalan-Nya tidak selamanya dalam pengalaman-pengalaman yang spektakuler. Akan tetapi, sering kali Ia memanggil kita dalam pengalaman-pengalaman sederhana sehari-hari. Dari pihak kita dituntut kesiapsediaan untuk menjawab “ya” setia undangan Tuhan. Lewi memberikan contoh yang baik untuk kita: Dia menjawab “ya” untuk mengikuti Tuhan tanpa ada hitung-hitungan ekonomis dan politis. Karena, setiap undangan Tuhan adalah undangan keselamatan. Dalam keberdosaan kita, Tuhan menawarkan keselamatan.

Tuhan Yesus, gerakkanlah hati kami untuk menjawab ‘ya” panggilan-Mu. Semoga semakin hari hari kami semakin menunjukkan jati diri sebagai pengikut-Mu. Amin.

02 Januari, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, misa natal, natal, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin

 

Sumber: renungan: Ziarah Batin 2019, OBOR Indonesia

Inspirasimu: Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 17 Januari 2020

Previous articleSanto Antonius dari Mesir : 17 Januari
Next articleBeata Christina Ciccarelli : 18 Januari