SELASA PEKAN IV PASKAH
St. Petrus Chanel – Imam & Martir
St. Louis-Marie Grignion de Montfort – Imam
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I – Kisah Para Rasul 11: 19-26
Mereka berbicara kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil bahwa Yesus adalah Tuhan.
Bacaan dari Kisah Para Rasul:
Banyak saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi saja. Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia, dan berbicara juga kepada orang-orang Yunani; mereka ini memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan. Tangan Tuhan menyertai mereka, dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.
Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem. Lalu jemaat di Yerusalem itu mengutus Barnabas ke Antiokhia. Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan. Karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman, sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan – Mazmur 87:1-3.4-5.6-7; Refren: Mazmur 117:1a
Pujilah Tuhan, hai segala bangsa!
- Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya; Tuhan lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub. Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah.
- Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan Filistea, Tirus dan Etiopia Kukatakan, “Ini dilahirkan di sana.” Tetapi tentang Sion dikatakan: “Tiap-tiap orang dilahirkan di dalamnya,” dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.
- Pada waktu mencatat bangsa-bangsa Tuhan menghitung: “Ini dilahirkan di sana.” Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai, “Semua mendapatkan rumah di dalammu.”
Bait Pengantar Injil – Yohanes 10:27
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.
Bacaan Injil – Yohanes 10:22-30
Aku dan Bapa adalah satu.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Pada hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem, ketika itu musim dingin, Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo. Maka orang orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya, “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” Yesus menjawab mereka, “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
“Syukur, ada Barnabas.” Ungkapan syukur ini akan terungkap jika kita memahami betapa besar peran Barnabas dalam penyebaran Kabar Gembira, terutama untuk bangsa-bangsa non-Yahudi. Barnabas tidak hanya menjaga iman orang Kristiani awal di Antiokhia agar tetap setia kepada Tuhan, tetapi juga menerima Saulus dan memberi tempat untuk Saulus setelah pertobatannya. Bayangkan jika sosok Barnabas tidak pernah ada.
Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan penuh iman. Kasih karunia Allah yang sungguh diterimanya dengan sukacita menjadi kekuatan untuk menjadi orang baik bagi jemaat di Antiokhia dan bagi Saulus yang pada awal pertobatannya belum bisa diterima oleh jemaat Kristiani awal. Berkat Barnabas, Saulus menjadi Paulus yang kita kenal sekarang. Pernahkah dalam hidup ini, kita berjumpa dengan orang baik yang “menyelamatkan kita”? Orang-orang baik yang hadir dalam hidup kita harus kita syukuri. Atau justru kita sendiri karena kasih Tuhan, menjadi orang baik bagi sesama, siapa pun itu, sehingga mereka pun bisa bersyukur kepada Tuhan.
Ya Tuhan, ajarilah kami untuk senantiasa bersyukur dalam setiap situasi hidup kami, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

