Home Jendela Alkitab Harian Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 26 Februari 2022

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 26 Februari 2022

01 Oktober 2022, Bacaan Injil 01 Oktober 2022, Bacaan Injil Harian, Bacaan Kitab Suci, Bacaan Pertama 01 Oktober 2022, Bait Allah, Bait Pengantar Injil, Firman Tuhan, Gereja Katolik Indonesia, Iman Katolik, Injil Katolik, Katekese, Katolik, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Lawan Covid-19, Mazmur Tanggapan, Mazmur Tanggapan 01 Oktober 2022, Penyejuk Iman, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Renungan Harian Katolik, Renungan Harian Katolik 2022, Renungan Katolik Mingguan, Sabda Tuhan, Ulasan Kitab Suci Harian, Umat Katolik, Yesus Juruselamat
Ilustrasi: findshepherd.com

Bacaan Pertama: Yak 5:13-20

Saudara-saudara, kalau di antara kalian ada yang menderita, baiklah ia berdoa. Kalau ada yang bergembira, baiklah ia menyanyi. Kalau di antara kalian ada yang sakit, baiklah ia memanggil penatua, supaya mereka mendoakan dia serta mengurapinya dengan minyak demi nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan si sakit dan Tuhan akan membangunkan dia. Dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.

Karena itu hendaklah kalian saling mengaku dosa dan saling mendoakan, supaya kalian sembuh. Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Elia adalah manusia biasa sama seperti kita! Ketika ia bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, maka hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun enam bulan. Lalu ia berdoa pula, dan langit menurunkan hujan, dan bumi pun mengeluarkan hasilnya.

Saudara-saudara, jika ada di antara kalian yang menyimpang dari kebenaran, dan ada orang yang mau mengantarkan dia berbalik, ketahuilah, barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat,
ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mzm 141:1-2.3.8 R:2a

Semoga doaku membubung ke hadapan-Mu, ya Tuhan, bagaikan dupa.

  • Ya Tuhan, aku berseru kepada-Mu, datanglah segera kepadaku, dengarkanlah suaraku, di kala berseru kepada-Mu! Bagi-Mu biarlah doaku seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang tengadah menjadi seperti kurban petang.
  • Awasilah mulutku, ya Tuhan, berjagalah pada pintu bibirku! Tetapi kepada-Mulah mataku tertuju, ya Allah, Tuhanku; pada-Mulah aku berlindung, jangan campakkan aku!

Bait Pengantar Injil: Mat 11:25

Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.

Bacaan Injil: Mrk 10:13-16

Sekali peristiwa orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka. Tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Melihat itu, Yesus marah dan berkata kepada mereka, “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku! Jangan menghalang-halangi mereka! Sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu, “Sungguh, barangsiapa tidak menerima Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”

Kemudian Yesus memeluk anak-anak itu, meletakkan tangan ke atas mereka dan memberkati mereka.

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Seorang mahasiswa pernah mengajukan pertanyaan berkaitan dengan Sakramen Baptis. ”Mengapa orang tua harus membaptiskan anaknya yang masih bayi? Bukankah itu melanggar hak asasi anak karena anak itu belum bisa memilih? Demikian pertanyaan si mahasiswa itu. Tentu saja ada jawaban yang diberikan untuk menanggapi pertanyaan itu, antara lain karena orang tua pasti ingin mewariskan sesuatu yang baik kepada anak-anak mereka, termasuk dalam hal iman, maka mereka membawa anaknya untuk dibaptis.

Namun, yang hendak ditekankan di sini saat ini adalah bahwa dengan membaptiskan anak-anak mereka, orang tua memperkenalkan, mempersilakan, bahkan membawa anak-anak mereka bertemu dengan Yesus, sehingga Yesus menerima dan memberkati mereka. Kalau dia seorang Katolik, pasti hati orang tua sangat bahagia kalau anak-anaknya diberkati oleh Yesus. Oleh sebab itu, seandainya orang tua tidak membaptiskan bayi (anak) mereka, tidak mengajarkan mereka berdoa, tidak membawa mereka ke gereja, bisa jadi mereka termasuk dalam golongan orang yang dimarahi oleh Yesus dalam bacaan Injil hari ini, ”Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku! Jangan menghalang-halangi mereka!” karena mereka tidak membuka kesempatan bagi anak-anak mereka untuk mengenal Yesus sejak dini.

Tuhan, semoga kami menjadi pribadi yang mau dan mampu membawa sebanyak mungkin anak kepada-Mu sehingga mereka beroleh berkat. Amin.

Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2021, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik

 

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2021, Penerbit OBOR

Inspirasi: Ulasan Eksegetis Bacaan Kitab Suci Minggu Biasa VII/C

Previous articleMisi Gereja Sinodal: Partisipasi dalam Missio Dei untuk Membangun Communio
Next articleBacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 27 Februari 2022