Hari Selasa, Pekan Biasa XXIII
PF S. Petrus Klaver, Imam
B. Frederik Ozanam
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Kolose 2:6-15
Allah telah menghidupkan kalian bersama dengan Kristus, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaraan kita.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose:
Saudara-saudara, kalian telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah kalian tetap hidup bersatu dengan dia. Hendaklah kalian berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia. Hendaklah kalian bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepada kalian. Hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
Hati-hatilah, jangan sampai ada yang menawan kalian dengan filsafat kosong dan palsu, menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. Sebab seluruh kepenuhan Allah secara jasmaniah diam dalam Kristus, dan dalam Dia kalian pun memperoleh kepenuhan. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa. Dalam Dialah kalian telah disunat, bukan dengan sunat yang telah dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang wujudnya adalah penanggalan tubuh yang berdosa. Sebab kalian telah dikuburkan bersama Kristus dalam pembaptisan, dan dibangkitkan bersama Dia oleh kepercayaanmu akan karya kuasa Allah,
yang telah membangkitkan Kristus dari orang mati. Dahulu kalian mati karena pelanggaranmu dan karena tak bersunat secara lahiriah. Tetapi kini Allah menghidupkan kalian bersama Kristus sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita. Surat utang yang oleh ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita, telah dihapuskan-Nya dan ditiadakan-Nya, dengan memakukannya pada kayu salib. Kristus telah melucuti pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam pawai kemenangan-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan:
Mzm 145:1-2.8-9.10-11; R:9a
Tuhan itu baik kepada semua orang.
- Aku hendak mengagungkan Dikau, ya Allah, ya Rajaku, aku hendak memuji nama-Mu untuk selama-lamanya. Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya.
- Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
- Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
Bait Pengantar Injil: Yoh. 15:16
Kalian telah Kupilih dari dunia dan Kutetapkan agar pergi dan berbuah, dan buahmu tinggal tetap.
Bacaan Injil: Lukas 6:12-19
Semalam-malaman Yesus berdoa. Lalu Ia memilih dua belas orang, yang disebut-Nya rasul.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Sekali peristiwa Yesus mendaki sebuah bukit untuk berdoa. Semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Keesokan harinya, ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya dan memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul. Mereka itu ialah: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
Lalu Yesus turun bersama mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar. Di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang kerasukan roh-roh jahat mendapat kesembuhan. Dan orang banyak itu berusaha menjamah Dia, sebab daripada-Nya keluar suatu kuasa, dan semua orang itu disembuhkan-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan.
Renungan
Setelah berdoa semalam-malaman, Yesus, pada siang hari, memanggil murid-murid-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas yang disebut-Nya rasul. Panggilan menjadi murid dan penetapan rasul adalah sebuah anugerah yang berasal dari Tuhan sendiri. Menjadi murid dalam tradisi rabini adalah tinggal bersama dan belajar dari cara hidup sang guru dalam menghayati hidup beragama. Menjadi murid berarti menjadi seperti gurunya dan membutuhkan ”total commitment”. Lebih khusus, menjadi rasul (apostol): apo (jauh) – stello (diutus), orang orang yang sungguh-sungguh mampu merepresentasikan Sang Guru. Menariknya, latar belakang dan karakter rasul-rasul Yesus sangat bervariasi. Itu berarti bahwa tidak ada ”satu ragam” saja murid yang dapat menjadi tanda representasi kehadiran Yesus.
Kita dipanggil sebagai orang Kristen bukan untuk menjadi ”fans” atau ”orang Kristen biasa” penggembira Kristus. Menjadi orang Kristen adalah menjadi murid dan menjadi murid berarti menjadi ”imitator”. Ini adalah dasar. Menjadi ”apostol” adalah sebuah pilihan, anugerah, dan kepercayaan yang Tuhan berikan; bukan karena prestasi atau karier.
Segala bentuk pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita di gereja, ataupun dalam hidup religius bukanlah karier, melainkan anugerah. Namun, tidak jarang sebagian orang Kristen atau bahkan religius kecewa karena lengser atau diganti, atau tugasnya tidak berubah-ubah dari awal, atau kecewa membandingkan kemampuan dirinya dengan temannya yang mendapat jabatan penting dalam Gereja atau komunitas, atau tanggung jawabnya semakin kecil atau ambisi kekuasaan, haus tanggung jawab. Kekecewaan ini muncul karena orang merasa ”berhak” dan ”pantas”. Di dalam tugas apa pun, kita tetap harus menghidupi panggilan dasar kita menjadi ”imitator” dan ”apostol” yang menghadirkan hidup Yesus di dalam cara hidup kekristenan kita.
Ya Bapa, semoga kami semakin akrab dan serupa dengan Yesus Putra-Mu dan menjadi rasul-Nya dalam hidup dan pekerjaan kami sehari-hari, amin.

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

